
Mendengar suara sang Mamah Mayra pun langsung mengangkat kembali kapalanya dan menoleh ke arah sumber suara.
"Ma_Mamah,Pa_papah?"lirih Mayra saat melihat kedua orang tuanya serta sang Kakak ada disana.
Mayra langsung berlari berhambur masuk kedalam pelukkan sang Mamah dan menangis tersedu didalam pelukkan nya.
"Kanapa tidak memberi tahu kami jika kamu sudah bebas Nak?"tanya Bu Seli ikut menangis pilu saat mengetahui keberadaan sang anak dari seorang pemuda yang tiba tiba saja datang untuk meminta ijin ingin menikahi putrinya.
Saat Ummi Aida mengabari Ilyas prihal wanita yang sudah dipilih Ilham,putranya.Ilyas langsung mencari tahu tentang apapun yang berhubungan dengan Mayra.
Awalnya Ilyas begitu terkejut dan hampir menolak permintaan Ilham untuk menjadikan Mayra sebagai calon ibu sambungnya.
Ilyas begitu dibuat kaget saat mengetahui masa lalu Mayra dan juga keadaan nya yang tidak akan pernah mungkin memiliki anak karena sudah tidak mempunyai rahim.
Namun setelah dipelajari lagi kasusnya,Ilyas cukup mengiba pada nasib dari wanita yang tidak pernah dia temui itu.
Sudah tidak bisa hamil,diduakan suami walaupun itu kemauannya sendiri,menjadi orang jahat karena rasa cemburu,bahkan sampai berakhir disel tahanan demi menebus semua kesalahan yang pernah dia lakukan.
__ADS_1
Namun ada satu hal yang membuat Ilyas kagum pada wanita itu.Mau berubah dan terus berusaha menjadi pribadi yang baik.Itu satu point yang membuat Ilyas mencoba lebih mengenal diri Mayra lagi jauh lebih dalam.
Dan hal itu Ilyas dapatkan dari informasi yang diberikan oleh Ummi Aida dan juga putranya Ilham.Ilham selalu nampak begitu antusias jika menceritakan sosok Mayra pada sang ayah.
"Pokoknya,Abi Ilham perbolehkan menikah,tapi harus dengan ibu guru.Kalau bukan ibu guru yang jadi Ummi ILham,Ilham nggak mau."
Begitulah kalimat yang diucapkan oleh putra semata wayangnya saat disuatu ketika Ilyas mencoba menguji putranya dengan menyodorkan foto wanita lain untuk menjadi ibu sambung nya.
Dan sudah jelas jika Ilham menolak mentah mentah wanita yang dipilih oleh ayahnya.Ilyas pun sampai meminta petunjuk dengan sholat istikharah demi memantapkan keputusan nya.
Dan jawaban dari segala pertanyaan nya adalah,dengan kepergian Ilyas ke Malaysia demi menemui kedua orang tua Mayra.Untuk meminta ijin dan juga restunya untuk mempersunting putri mereka.
Ilyas pun sengaja mengutus orang untuk membantu keluarga Mayra agar bisa datang tepat waktu dipondok.Dimana tempat yang menjadi pilihan Ilyas untuk mengkhitbah Mayra.
"Darimana Mamah dan Papah tahu aku disini?'tanya Mayra setelah lumayan tenang dari tangisan nya.
"Nak Ilyas,Nak Ilyas sengaja datang ke Malayasia demi meminta ijin dan juga restu kami untuk menikahi kamu Nak!"jawab Papah Hartato membelai sayang kepala Mayra yang tertutup oleh kimar nya.
__ADS_1
"Masya Allah Dek,kamu sudah jauh lebih baik sekarang ya.Semoga istikomah ya sayang!"ucap Maysa menimpali ucapan sang Papah.
"Terima kasih Kak,maafkan atas apa yang sudah terjadi di masa lalu Kak,"
"Sudahlah,jangan mengingat masa lalu lagi.Lebih baik kita fokus dengan msa kini dan juga masa yang akan datang,"
Satu keluarga itu pun berkumpul dan saling memeluk,melepas rasa rindu yang selama ini terpendam karena Mayra harus menjalani hukuman atas perbuatan buruknya dulu.
Ilyas sendiri menatap penuh haru pertemuan Mayra dan juga keluarganya itu.Dia ikut bahagia dengan pertemuan antara Mayra dan juga keluarga nya.
Saat situasi sudah mulai tenang,ILyas pun memberanikan diri mengutarakan niatnya.Berhubung semua sudah nampak berkumpul didalam satu ruangan yang sama.
"Berhubung semua sudah berkumpul.Apa kita bisa mulai acara nya Pah?"tanya Ilyas yang membuat semua orang menoleh kearahnya.
"A_acara?acara apa?"tanya Mayra bingung.
"Ijab kabul kita."
__ADS_1
"Hah?apa?"
Deg....