Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Boncap.06


__ADS_3

"Baiklah,terima kasih sebelumnya.Begini Nak Mayra,Abi selaku Ayah dan orang tua dari Ilyas,mewakili putra sulung Abi itu,ingin meminta Nak Mayra,sekiranya berkenan untuk menjadi pendamping Ilyas yang selanjutnya dan menjadi ibu sambung untuk Ilham."


Deg...


Seketika jantung Mayra berdetak dengan begitu kencang nya setelah kyai Yusril mengutarakan niatnya mengundang Mayra kepondok hari ini.


"Bagaimana Nak?apa kamu bersedia menerima Ilyas untuk menjadi imam mu?"tanya Ummi Aida menggenggam tangan Mayra penuh dengan kelembutan.


Sungguh perlakuan yang teamat sangat manis yang pernah Mayra terima meski dirinya masih memiliki ibu.Namun Mamah Seli tak pernah berlaku selembut Ummi Aida.


"Tapi Ummi,mana mungkin saya menerima seorang pria dengan keadaan saya yang tidak sempurna ini?bahkan saya ini orang cacat Ummi,saya tidak pantas bersanding dengan Ustad Ilyas.Masa lalu saya,akan mencoreng nama baik Ustad Ilyas,"jawab Mayra dengan lirih.


Bahkan saat ini ujung matanaya terlah basah oleh air mata.Easa haru danjuga malu pada diri sendiri tentu dirasakan nya saat ini.


Terharu karena masih ada yang mau menjadikan nya seorang istri setelah masa lalu kelam menyelimuti dirinya.


Namun seketika juga merasakan rasa malu yang teramat sangat besar karena memiliki masa lalu yang teramat sangat kelam.


Selian pernah menjadi selingkuhan Kakak Iparnya sendiri,Mayra bahkan menghilangkan janin yang tak berdosa hingga berakhir kehilangan rahimnya.


Dan yang lebih parah,Mayra mencoba melakukan percobaan pembunuhan dengan menabrak seorang wanita yang tengah hamil besar hingga membuat si wanita itu koma.


Semua rentetan kejadian kejadian masa lalu Mayra seketika hadir,seolah ingin menyadatkan nya jika dirinya adalah manusia pendosa yang tidak layak bahagia.

__ADS_1


"Ilyas,sudah tahu semuanya,"jelas Ummi Aida yang semakin membuat Mayra menangis tersedu dipelukan wanita paruh baya itu.


"Astaghfirullaahal'azhiim Ummi,"lirih Mayra memeluk erat tubuh Ummi Aida.


"Bicaralah dulu dengan nya,setelah kalian bicara dari hati ke hati.Kita lanjutkan setelah tahu bagaimana jawaban dari nya,bagaimana?"tanya Abi Yusril pada Ilyas yang masih termenung dan sesekali melirik Mayra yang masih menangistersedu dipelukkan sang Ummi.


"Baiklah Abi,mungkin lebih baik seperti itu dulu.Ini juga salah Ilyas,karena kemarin,saat menyambangi kediaman nya Ilyas tidak berterus terang.Bahkan Ilyas juga melarang ummi untuk menyampaikan niatan ini,"


"Kenapa tidak memberitahunya dulu?pantas saja dia terlihat shock,"


"Ilyas hanya ingin membuat kejutan,eh malah Ilyas yang dikejutkan dengan respon nya yang begitu ketakutan,"


"Tapi,apa kamu yakin akan menjadikan dia ibu untuk Ilham?"


"TIdak,sama sekali tidak.Meski memiliki masa lalu yang kurang baik,tapi setidaknya dia sudah berusaha berubah dan menjadi lebih baik.Bahkan jauh lebih baik,tidak ada manusia yang tidak luput dari dosa.Akan sangat mulai jika manusia berdosa mau bertaubat dan berhijrah,dan akan sangat berdosa jika manusia tidak mau menyadari kesalahan nya dan dengan angkuhnya merasa diri paling benar.Semoga pilihan ini bisa membawa diri jadi jauh lebih baik lagi,"


"Aamiin Abi,terima kasih dukungan nya,"


"Apapun akan Abi dukung,selama itu untuk kebaikan."


*


*

__ADS_1


"Sudah lebih tenang?"tanya Ilyas pada Mayra.


Saat ini keduanya tengah kembali kehalaman belakang guna berbicara dari hati ke hati dulu sebelum melanjutkan acara khitbah yang akan ilyas lakukan pada Mayra.


"Lumayan,"jawab Mayra lirih.


"Maaf ya?sudah membuat kamu kaget sampai nangis,"sesal Ilyas.


"Boleh saya bertanya Bang?"


"Tentu,apa?apa yang ingin kamu tanyakan?"


"Ke_kenapa harus saya Bang?"


"Karena kamu adalah pilihan Ilham dan pilihan Ilham adalah pilihan ku juga,"


"Ma_maksudnya?"


"Mau dengar kisahku dalam mencari pendamping setelah mendiang istriku tiada?"


"Bo_boleh,jika tidak keberatan,"


"Tentu tidak,dengan senang hati malah.Setelah ibunya Ilham meninggal,aku begitu terpuruk hingga meningglkan pondok dan juga Ilham untuk di suh oleh Ummi dan juga Abi.Setelah sekian tahun hidup sendiri mencoba membuka hati lagi untuk orang baru namun tidak mampu aku lakukan,"

__ADS_1


"Hingga akhirnya aku memutuskan jika jodohku selanjutnya akan aku serahkan pada Ilham,dan setelah sekian wanita yang Ummi tawarkan tidak ada satu pun yang mampu memikat hati anak itu.Hingga suatu hari,Ilham datang pada Ummi dan bilang jika dia sudah menemukan calon ibu untuknya,dan ternyata,itu adalah kamu,"


__ADS_2