Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.36


__ADS_3

Drrrtttt drrttt drrrttt...


"Bang ponselnya bunyi"


Seru Realyn dari balik pintu kamar mandi dimana Ardi berada kini,tengah membersihkan diri sepulang nya dari kantor.


"Tolong lihatin Dek,telpon dari siapa?kalau Mayra,abaikan saja"


Jawab Ardi tak kalah berseru.


"Baiklah"


Realyn pun mengambil ponsel Ardi yang tergeletak begitu saja dimeja rias yang ada didalam kamar itu.


Deg....


Seketika tangan Realyn bergetar saat melihat nama seseorang yang begitu dia rindukan terpampang dilayar ponsel suaminya.


"Ma_Mamah"


lirih Realyn saat melihat tulisan 'My Mom' tertera dilayar ponsel Ardi.


Realyn pun hanya bisa memandangi layar ponsel yang terus menyala itu hingga mati dengan sendirinya.


Bahkan dengan panggilan yang selanjutnya,hingga kini ponsel Ardi menerima laporan ada dua panggilan tak terjawab dari kontak bernamakan 'My Mom'.


"Sayang,kenapa bengong?siapa tadi yang telpon?"


Tanya Ardi sengaja mengambil ponselnya dari arah belakang tubuh Realyn dan memeluknya dari arah belakang.

__ADS_1


Semenjak pengakuannya tempo hari,kini Ardi jadi lebih leluasa menunjukan sikapnya.Ardi tak ragu lagi menunjukan bagaimana perasaan nya pada Realyn.


Bahkan tidak sungkan lagi melakukan kontak fisik dengan gadis itu.Selain telah merasa lega karena telah mengakui perasaan yang selama ini terpendam.


Tidak adanya penolakan dari Realyn menjadi salah satu alasan kini Ardi semakin berani memperlakukan Realyn sebagai pasangannya bukan sebagai adiknya.


Meski tidak ada jawaban balasan dari si gadis akan perasaan nya.Namun bagi Ardi,Realyn tidak menolaknya saja sudah lebih dari cukup.


"Ma_Mamah Bang.Barusan yang telpon Mamah"


Jawab Realyn sidikit terbata karena merasa gugup dan takut.


"Tenanglah,semua akan baik baik saja.Aku akan menjaga dan melindungi kalian"


Bisik Ardi semakin mengeratkan pelukan nya saat menyadari kegelisahan wanita yang kini dia cintai sebagai istri bukan sebagai adik lagi.


Ardi mencoba menenangkan sang istri agar tenang dan tidak stres.Meski dia sendiri dilanda ketakutan yang teramat tinggi.


Meski Ardi tahu jika kedua orang tua angkatnya itu begitu menyayanginya namun tetap saja.Mereka pasti akan sangat kecewa jika tahu pria yang menghancurkan anak gadisnya adalah anak yang mereka rawat sedari bayi.


Ardi membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Mamah Putri dan Papah Reza saat mereka tahu kebenaran nya.


dan pelukan ini bukan hanya untuk memberi dukungan pada diri sang istri namun untuk dirinya sendiri.


Ardi pun kini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi jika suatu saat nanti semua rahasianya akan terbongkar oleh kedua orang tuanya.


"Istirahatlah,Abang akan pakai baju dulu dan pindah kebalkon untuk melakukan panggilan balik pada Mamah"


Ujar Ardi mengurai pelukannya pada tubuh Realyn lalu mendaratkan kecupan dipucuk kepala sang istri sebelum Beranjak Pergi untuk memakai pakaiannya dan melakukan panggilan ulang kepada Mama Putri.

__ADS_1


*


*


Tuuttt tuutttt...


["Halo Assalamu'alaikum Ar,apa kabar kamu Nak?"]


^^^"Waalaikumsalam Mah,Alhamdulillah baik.Mamah,Papah sendiri bagaimana disana?baik baik saja kan?"^^^


["Alhamdulillah baik sayang.Kamu lagi nggak dirumah ya?"]


^^^"O_oh iya Mah,lagi diluar kota.Lagi ada urusan pekerjaan"^^^


["Pantes,balkon nya kok berasa asing gitu.Jangan banyak merokok sayang,tidak baik untuk kesehatan"]


^^^"Hehehehe...Mamah selalu saja paling tahu apapun tentang anak anaknya.Hanya satu batang kok Mah,sekedae melepas penat"^^^


["Baiklah,jangan terlalu banyak ya.Kalau bisa berhenti,tidak baik untuk kesehatan"]


^^^"Siap Ibu negara.Hamba siap laksanakan titah"^^^


["Isstt,kamu ini.Oh iya dengar kabar adekmu nggak Nak?dari siang Mamah mau hubungi kok nggak bisa ya,bikin khawatir saja"]


Deg...


*


*

__ADS_1


...🌸🌸🌸...


Maaf ya baru bisa up malam,maklum kesibukan dunia nyata yg tak terhindarkan 🤭🤭 terima kasih sudah bersabar menanti kisah ini up...love kalian banyak banyak 🥰🥰🥰


__ADS_2