Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.60


__ADS_3

Meski sudah bangun dari komanya,nampaknya Realyn harus bersabar sedikit lagi untuk bisa bertemu dengan sang anak.


Meski begitu Realyn tidak pernah kehilangan perhatian dan kasih sayang dari suami serta kedua orang tuanya.


Mamah Putri masih rutin menjenguknya untuk memberi dukungan agar sang putri segera pulih total.


Papah Reza juga tidak pernah absen berkunjung.Meski pria paruh baya itu masih bersikap dingin pada putri dan juga menantunya itu.


Ardi sendiri masih memaklumi sikap Papah Reza yang kini menjadi dingin dan cuek padanya.Sebagai seorang pria yang kini sudah menjadi seorang ayah,mungkin Ardi juga akan melakukan hal yang sama pada pria yang sudah jelas jelas menikahi putrinya tanpa ijin darinya.


Meski begitu tidak mengurangi rasa hormatnya pada pria yang sudah membesarkan nya dan juga tidak mengurutkan niatnya untuk mendapatkan restu dari sang Papah.


"Sayang,Alhamdulillah Nak.Akhirnya kamu bangun juga"lirih Mamah putri memeluk erat sang putri saat tiba kembali dirumah sakit setelah sebelum nya pulang dulu mengantarkan baby Shasa dan menitipkan nya pada orang rumah yang sudah terpercaya.


"Mamah,maafkan aku Mah.Maaf sudah membuat Mamah dan Papah kecewa"jawab Realyn tak kalah sendu dengan sang ibu.


"Tidak sayang,Mamah tahu kamu melakukan ini demi menjaga nama baik keluarga.Terima kasih,terima kasih karena sudah bertahan dan kembali pada kami"


"Papah?"lirih Realyn saat netranya menangkap sesosok pria paruh baya yang tengah menatap sendu ke arahnya.

__ADS_1


Mamah Putri pun mengurai pelukkan nya dan sedikit memundurkan diri untuk memberikan ruang pada suami dan juga putrinya untuk berbicara.


Sementara Ardi tengah menanti dengan cemas diluar ruangan.Hatinya benar benar tidak tenang saat melihat Papah Reza datang bersama Mamah Putri.


"Maafkan Adek dan Abang Pah,kami sudah melakukan kesalahan dan dosa besar"lirih Realyn menundukkan kepalanya dengan tangan yang saling bertautan karena rasa takut saat harus berhadapan dengan sang ayah.


"Tegakkan kepalamu Nak dan jawab Papah dengan jujur"ucap Reza menatap lekat pada wajah sang putri yang masih terlihat sedikit pucat itu.


"Bagaimana perasaanmu padamu Abang?apa kamu mencintainya sebagai Kakak laki laki atau sebagai lawan jenis?"


"Ma_maksud Papah?"


"Ma_maafkan Adek Pah,Adek mencintai Mas Ardi sebagai suami bukan lagi sebagai Adek kepada Abangnya.Melainkan cinta untuk istri kepada suaminya"


Deg...


Sebuah kelegaan dirasakan oleh pria yang sedari tadi mencuri dengar dibalik pintu ruangan dimana Realyn dirawat.


Setelah Mamah Putri keluar ruangan untuk memberi ruang bagi suami dan putrinya untuk berbicara dari hati ke hati.

__ADS_1


Ardi pun memutuskan untuk mencuri dengar pembicaraan antara ayah dan anak itu dari luar ruangan.Lebih tepatnya dibalik pintu ruangan dimana sang istri dirawat.


Ardi berhambur masuk kedalam pelukkan sang Mamah saat mendengar pengakuan Realyn,jika dirinya juga mencintai Ardi sebagai seorang wanita pada seorang pria.


Bukan sebagai adik kepada Kakaknya.Putri pun ikut terharu hingga meneteskn air mata di ujung matanya saat merasakan tubuh Ardi bergetar karena tangis bahagia.


Meski belum tahu apa Papah Reza akan merestui mereka atau tidak,namun yang pasti.Kini Ardi tahu dia akan selalu berjuang untuk bisa tetap bersama putri dan juga istrinya.


Ceklek...


"Masuk,Papah ingin bicara dengan kalian berdua"


Deg...


Suara bariton Papah Reza mengejutkan Ardi yang masih tersedu didalam pelukkan Mamah Putri.


*


*

__ADS_1


...🌸🌸🌸...


__ADS_2