
Realyn terus mengerjapkan matanya pelan untuk menetralkan pandangan nya.Akhirnya setelah menjalani beberapa pemeriksaan mata indah itu kini mulai terbuka.
Kesadaran nya belum sepenuhnya pulih namun satu hal yang Realyn ingat pada saat ini adalah,anaknya.Bayi yang seingatnya masih didalam kandungan nya.
Tangan nya terulur mengusap perutnya yang kini sudah rata kembali.Realyn tertegun,matanya mulai berair mengeluarkan cairan bening saat dirinya tak mendapati perut buncitnya.
"Sayang,kenapa menangis?"
Tanya Ardi membelai sayang kepala sang istri saat melihat mata yang baru saja beberapa saat yang lalu terbuka dari tidur panjang nya,kini tengah mengeluarkan cairan bening.
"Maafkan aku Mas,aku,aku gagal menjaga anak kita"lirihnya.
Semakin deras air mata itu keluar saat dirinya menyadari sudah tidak ada lagi bayi didalam perutnya.
Realyn ingat dengan jelas bagaimana sebuah mobil hitam yang lumayan dia kenali menghantam tubuhnya.
Dan bagaimana denyut rasa sakit itu begitu menghujam dirinya sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.
"Kamu bicara apa sayang?kenapa bicara seperti itu,hhmm?"
"A_anak kita Mas,aku kehilangan nya"
__ADS_1
"Tidak sayang,kamu wanita dan Ibu yang tanggung.Meski mengalami hal mengerikan namun kamu berhasil melahirkan putri kita dengan selamat"
"Ma_maksudnya?"
"Putri kita selamat sayang,bahkan mungkin berkat dia kamu akhirnya bangun dari tidur panjangmu"
"Be_benarkah itu?"
"Iya sayang,sekarang fokuslah dengan pemulihanmu.Nanti saat kamu sudah pulih kembali kamu bisa bertemu dengannya.Tadi Mamah sudah membawanya pulang,karena kata dokter anak kita masih terlalu kecil untuk dibawa kemari.Jadi dengan terpaksa Mamah membawa nya pulang"jelas Ardi.
"Alhamdulillah,terima kasih ya Allah,terima kasih"lirih Realyn.
"Terima kasih sudah berjuang demi anak kita dan terima kasih karena sudah kembali.Aku sangat mencintaimu Realyn"
Keduanya melepas rindu didalam pelukan masing masing.Meski masih banyak hal yang belum terselesaikan bahkan restu sang Papah pun belum didapat namun untuk saat ini,bangun nya Realyn dari koma nya mampu membuat Ardi lupa akan masalah dan beban hidupnya.
*
*
Sementara ditempat lain,bertepatan dengan putusan gugatan cerai yang dilayangkan oleh Ardi pada Mayra dikabulkan oleh pengadilan agama.
__ADS_1
Bertepatan juga dengan putusan pengadilan jika Mayra bersalah dan dijerat hukuman penjara.Karena terbukti bersalah telah melakukan tabrak lari maka Mayra dijerat hukuman 5 tahun penajara dan denda sebesar 10juta rupiah karena mengakibatkan korban nya mengalami luka parah hingga koma.
Namun hukuman itu bisa saja dikurangi dengan sikap Mayra yang koperatif dan juga bisa bersikap baik selama didalam tahanan.
Meski awalnya berat untuk Mayra dan keluarganya,namun Mayra yang terbukti bersalah tentu harus menanggung bakal akibat daei perbuatan nya.
"Maafkan anakku Za,sebenarnya aku tidak punya muka untuk bertemu dengan kalian,tapi aku harus meminta maaf pada kalian secara langsung.Sungguh aku tidak menyangka jika putriku bisa melakukan hal diluar batas"
Lirih Pak Hardi yang siang itu sengaja mendatangi kediaman Papah Reza guna meminta maaf atas apa yang sudah putrinya lakukan.
"Aku sudah memaafkan nya Har,hanya saja.Aku tidak bisa menghentikan proses hukum untuk pelaku tabrak lari yang mengakibatkan putriku koma"
"Aku tahu,kami akan menerima keputusan pengadilan itu dan menjalani semua dengan ikhlas.Namun tetap saja,aku sebagai Ayah yang gagal patut meminta maaf pada keluarga korban dengan cara yang benar"
"Dukunglah putrimu,disaat seperti ini dia membutuhkan keluarganya untuk ada disampinnya.Maaf aku tidak bisa banyak membantu"
"Tidak Za,kamu jangan melakukan apapun.Maafmu saja sudah cukup untukku saat ini.Biarkan dia tahu jika apa yang dia lakukan itu pasti ada balasan nya.Semoga dengan kejadian ini bisa membuat Mayra jauh lebib dewasa dan lebih bijak lagi dalam bersikap"
*
*
__ADS_1
...🌸🌸🌸...