
"Langsung kebandara nyonya?"
Tanya supir pribadi dirumah Putri saat sang majikan sudah duduk dijok belakang bersiap untuk pergi kebandara guna kembali kejogja untuk menemani sang suami.
"Iya Pak,tapi tolong nanti mampir dulu di mini market terdekat ya.Saya mau beli obat,kepala saya sedikit pusing"
"Baik nyonya"
Supir itu pun langsung menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobil itu ketempat yanh dituju.
Disepanjang perjalanan nya menuju Bandara,Putri tidak henti hentinya memikirkan Ardi.
Raut wajah Ardi disepanjang acara tujuh bulanan kemarin selalu saja terbayang didalam benaknya.Ada sedikit rasa kesal dalam diri Putri menghadapi sikap keras kepala Ardi yang tidak mau jujur terhadapnya.
Namun Putri juga tidak bisa memaksa jika Ardi sudah kekeh dengan pendirian nya.Putri hanya bisa berdoa,semoga kedua anaknya itu dalam ke adaan baik baik saja.
Sibuk dengan pikiran nya Putri pun sampai tidak menyadari jika mobilnya sudah masuk ke area mini market dan sang supir pun bersiap memarkirkan mobil itu.
Namun Putri menghentikan nya saat netranya menangkap sesosok wanita muda yang tengah hamil muda yang begitu familiar baginya baru saja keluar dari mini market yang akan Putri datangi.
"Re_Realyn?"
Gumam Putri sembari mengucek kedua matanya saking tidak percayanya jika wanita hamil itu adalah anaknya,putri semata wayangnya Maura Realyn Kurniawan.
__ADS_1
"I_ikuti taksi itu Pak,ayo cepat jangan sampai kita kehilangan jejaknya"
Titah Putri dengan nada yang bergetar,menahan tangis yang tertahan.Perasaan nya kini bercampur aduk menjadi satu.
Marah,kecewa,takut,kahwatir semua datang secara bersamaan yang membuat dada nya terasa sesak.
Dan tanpa terasa cairan bening itu kini sudah lolos begitu saja saat kembali melihat wanita hamil itu turun dari taksi disebuah gedung apartemen yang begitu asing bagi Putri.
Dengan langkah pasti,Putri turun dari mobilnya dan mengikuti kemana Realyn pergi.Putri mempercepat langkahnya saat melihat Realyn sudah masuk kedalam lift dan menekan angka yang menuju lantai dimana unitnya berada kini.
Dengan cepat Putri pun naik kelantai yang sama dengan menggunakan lift yang berbeda.Dan saat Putri keluar dari lift,Putri masih bisa melibat punggung Realyn yang berdiri didepan pintu.
Lalu detik kemudian masuk kedalam unit itu tanpa menyadari jika dibelakangnya ada seorang wanita paruh baya tengah memperhatikan nya dengan degup jantung yang sudah tidak karuan.
Sejenak Putri menarik nafas panjang sebelum kembali melangkah mendekati pintu salah satu unit yang tadi dimasuki oleh putrinya.
Seletah dua kali menekan bel san menunggu beberapa saat,akhirnya terdengar bunyi pintu yang dibuka dalam.
Ceklek...
Deg...
Kedua wanita beda usia itu kini sama sama tertegun dan membeku didepan pintu,dengan Realyn dibagian dalam sedangkan Putri dibagian luar.
__ADS_1
Putri menatap tak percaya jika wanita hamil yang baru saja dia lihat keluar dari mini market itu adalah putri semata wayangnya.
Yang setahu Putri kini tengah melanjutkan studi S2 nya diJerman.Namun apa ini?kenapa anaknya masih ditanah air dan dalam,dalam keadaan Hamil besar.
Tanpa satu kata pun yang terucap Putri langsung menerobos masuk kedalam apartemen nya lalu duduk disofa ruang tamu di unit itu.
Putri langsung mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam tas miliknya lalu menghubungi seseornag untuk datang ke alamat yang baru saja dia kirimkan lokasinya ke aplikasi pesan milik putra sulung nya.
Realyn sendiri nampak pasrah dengan semua yang terjadi saat ini.Tidak ada lagi yang bisa menutupi semua kenyataan ini dari orang tuanya.
"Mamah"
Gumam Realyn saat melihat wajah sedih campur kecewa yang begitu terpancar jelas dari wajah cantik wanita baruh baya itu.
"Duduk dan setelah Abangmu tiba,baru kalian jelaskan apa yang sebenarnya terjadi"
Ucap Putri tanpa menatap sang putri yang kini sudah menangis tanpa suara.
*
*
...🌸🌸🌸...
__ADS_1
Note.Mohon maaf jika kemarin tidak up ya...tidak sebenarnya Othor sudah Up dari jam 8 malam namun tidak tahu kenapa masih belum lulus review...
Hingga akhirnya Othor up ulang dan semoga kali ini lulus ya...terima kasih sudah sabar menunggu 🥰🥰🥰