
Realyn memejamkan matanya saat Ardi mendaratkan satu kecupan dikening nya.Kecupan yang cukup dalam dan lama.
Kecupan terlama yang Ardi berikan pada Realyn sepanjang mereka bersama.Kecupan yang dulu terasa biasa saja namun kini memiliki arti dihati masing masing.
"Bagaimana kalau kita menginap disini dan kembali besok?"bisik Ardi saat dia melepas ciuman dikening Realyn.
"Hah,maksud Abang?"
"Kita menginap disini ya?besok kita pulang?"
"Tapi nanti Kak Mayra mencari Abang"
"Biarkan saja,lagi pula ini kan jadwalnya Abang bersama dengan kamu.Menginap disini ataupun di apartemen sama sajakan?"
"Te_terserah Abang saja"Ucap Realyn sambil menundukkan kepalanya menyembunyikan Rona bahagia di wajah cantiknya.
Sungguh demi apapun.Ini pertama kalinya Realyn merasa bahagia bisa menghabiskan waktu hanya berdua saja bersama dengan Ardi.
Meski dia tahu jika apa yang dia rasakan saat ini adalah sebuah kekeliruan,namun nyatanya Realyn saat ini begitu menikmati perasaan yang dia miliki kepada Ardi.
Entah perasaan itu berbalas atau tidak yang pasti saat ini hanya satu yang Realyn inginkan,yaitu selalu berada di dekat Ardi dan menggenggam tangan kekar pria yang kini berjalan di sampingnya.
Pria yang sedari tadi mendekap erat tubuh mungil yang sebentar lagi menjadi ibu dari buah hatinya.
Realyn dan Ardi pun menghabiskan waktu cukup lama di pinggir pantai.Menatap indahnya matahari yang tenggelam di ujung lautan luas sana.
__ADS_1
Dan saat menjelang larut malam Ardi pun segera membawa Realyn ke sebuah hotel berbintang yang ada di kawasan pantai untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
Realyn cukup terkejut Saat memasuki kamar hotel itu.Selain Ardi hanya memesan satu kamar,di dalamnya juga hanya terdapat satu ranjang berukuran cukup besar.
Dan jujur Realyn saat ini tengah dilanda kegugupan yang Hakiki.Pasalnya ini kedua kalinya Realyn menginap dikamar hotel berdua dengan Ardi namun dengan status dan perasaan yang telah berubah.
Jika yang pertama mereka terpaksa satu kamar dan satu ranjang.Namun kali ini,mereka menggunakan kamar yang sama dengan sadar sesadar sadarnya .
Tangan Realyn menggenggam erat dress yang tengah dia gunakan saat Ardi menggandeng tangannya untuk lebih masuk lagi ke dalam kamar.
Sungguh jantungnya tidak aman saat ini.Kecepatan detak jantungnya pun kini melebihi batas normal.Sungguh pengalaman yang sangat spesial yang pernah dialami oleh Realyn.
Dia tidak menyangka jika menghabiskan waktu berdua bersama dengan sang kakak bisa membuatnya begitu bahagia dan tidak bisa berhenti tersenyum.
Hingga ucapan Ardi membangunkannya dari lamunan tentang bahagianya dia hari.
Adi pun menyimpan dua paper bag yang dia bawa tadi sebelum masuk dan memesan kamar di hotel berbintang itu
Ardi dan Realyn menyempatkan diri untuk berbelanja baju ganti yang akan mereka kenakan malam ini dan esok hari
Namun Ralyne tidak pernah menyangka jika mereka akan menggunakan satu kamar yang sama bahkan satu ranjang yang sama.
Rasanya ingin protes dan memesan kamar lainnya namun sayang kesempatan itu harus kembali diurungkan Realyn saat mendengar dari resepsionis Hotel jika kamar hotel sudah terisi penuh.
Dan hanya tersisa satu kamar itu dan di sinilah mereka saat ini.
__ADS_1
"Dek Kenapa bengong?ayo sana mandi.Habis itu giliran,Abang juga mau mandi nggak kuat gerah dan pengen cepat-cepat istirahat"ucap Ardi lagi yang kali ini mampu membangunkan Realyn dari lamunannya.
"Iya,Bang kalau begitu aku mandi dulu ya?nanti setelah aku baru Abang"tanpa menunggu jawaban dari Ardi kemarin pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri
Namun sayang karena gugup dan larut dalam lamunannya kalian sampai lupa membawa baju ganti ke dalam kamar mandi.
Sudah lebih dari 5 menit Realyn bolak-balik di depan pintu kamar mandi,dia begitu bingung dan takut.
Rasanya terlalu malu untuk keluar kamar mandi hanya menggunakan bathrobe saja namun jika tetap di kamar mandi pun rasanya sangat tidak mungkin karena Ardi juga akan menggunakan kamar mandi setelah dia selesai dengan Urusannya.
Dan mau tidak mau Realyn pun akhirnya memutuskan keluar dengan menggunakan bathrobe yang sudah tersedia di dalam kamar mandi.
"A_ayo,se_sekarang giliran Abang"ucap lain terbata karena gugup saat berhadapan dengan Ardi.
Pasalnya ini untuk pertama kalinya Realyn berpenampilan seperti itu di depan sang kakak.
"Iya kalau begitu Abang mandi dulu ya"ucap Ardi yang tidak kalah gugupnya dengan Realyn saat melihat tampilan sang adik.
*
*
...🌸🌸🌸...
Note.Maaf ya baru bisa up lagi.Seharian kemarin beneran sibuk didunia nyata sampai sampai nggak konsen dengan dunia halu ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Selamat membaca dan semoga makin suka dengan karya aku ini...Happy Reading 🥰🥰🥰