
"Abang"
"Ardi sayang,jangan begitu Nak"
Lirih Mamah Putri yang tidak suka jika putranya berkata kasar pada seorang wanita,terlebih itu adalah istrinya sendiri.
"Tapi aku tidak suka Mayra selalu saja menghina Adek Mah.Dan kamu May,kamu ingat baik baik sekali lagi,semua ini terjadi bukan hanya karena aku dan juga Realyn tapi juga karena kamu.Seharusnya kamu bersyukur karena Realyn pernikahan kita bisa bertahan dan semua keluarga kamu tidak akan tahu kekuranganmu"
Mayra menundukkan kepalanya,dirinya merasa begitu malu dan terhina oleh semua ucapan Ardi.Belum lagi saat ini diantara mereka ada Mamah Putri yang pasti akan memandang negatif terhadapnya.
Mayra merutuki dirinya sendiri karena tidak bisa menahan emosinya dan berkata kata kasar lagi pada Realyn karena rasa cemburunya.
"Pulanglah,kita bicarakan hal ini dirumah"
Lanjut Ardi lagi.Mayra tertegun pasalnya ini pertama kalinya Ardi membentak dan berkata dengan nada dingin padanya.
Tanpa kata dan tanpa berpamitan dengan Mamah mertuanya yaitu Mamah Putri,Mayra keluar dari dalam kamar iti dan kembali pulang kerumah dengan membawa rasa kecewa didalam hatinya.
Setelah Mayra pergi,Ardi pun kembali duduk disamping Mamah Putri dan juga Realyn.Kali ini Ardi akan sungguh sungguh meminta restu dari sang Mamah untuk memperistri Realyn.
"Mah,Mamah tidak keberatan kan jika kami menikah?"
Tanya Ardi lagi sembari menggenggam tangan wanita paruh baya yang selama ini sudah merawatnya dan menyayangi layaknya anak sendiri.
"Tidak ada alasan untuk Mamah menghalangi niat kalian jika memang kalian saling mencintai.Apalagi saat ini sudah akan ada anak diantara kalian.Datanglah ke Jogja,minta langsung restu dari Papah jika kalian sungguh sungguh dengan hubungan ini"
__ADS_1
"Baiklah Mah,setelah uruaan disini selesai.Aku akan datang langsung menemui Papah untuk meminta anak gadisnya menjadi istri sahku"
Setelah merasa kondisinya membaik,Mamah Putri pun kembali melanjutkan perjalanan nya menuju ke Jogja untuk kembali menemani sang suami.
Sepeninggalan Mamah Putri,kini hanya menyisakan Ardi dan juga Realyn saja.Dan kini mereka tengah sama sama terdiam didalam kamar.
Sibuk dengan pikiran mereka masing masing.Meski restu sang Mamah telah diraih,namun keduanya belum merasa lega saat masih harus berhadapan dengan sang Papah.
Yang mungkin tidak akan memberi restu begitu saja.Selain karena Ardi yang sejak lahir tumbuh bersama nya,status Realyn yang akan menjadi istri kedua pun pasti akan jadi pertimbangan berat untuk Papah Reza memberikan restunya.
*
*
"Bang"
Namun tidak dipungkiri jika status dirinya nanti cukup membuatnya resah.Menjadi istri kedua yang secara tidak langsung menjadi pelakor di dalam rumah tangga Abangnya sendiri bukanlah hal yang patut dibanggakan apalagi dijadi kan suatu alasan untuknya berbahagia.
Dan itu cukup membuatnya galau sendiri.Bingung antara menerima atau menolak.Ingin menolak namun hati terlanjut terpaut,ingin menerima tapi tentu saja cap pelakor akan langsung disandang olehnya.
"Iya,kenapa?perutnya sakit lagi?"
Tanya Ardi yang langsung bangkit dari duduknya lalu menghampiri Realyn yang tengah duduk bersandar di atas ranjang.
"Hhmm"
__ADS_1
"Apa mau dielus kaya tadi?"
"Bukan"
"Lalu?"
"Aku lapar"
"Oh ya ampun,maaf,maaf sayang.Karena masalah ini Abang jadi lupa memsan makanan.Tunggu ya,Abang akan pesankan dulu"
Ardi pun mulai mengetik sesuatu diponselnya.Ardi memesan beberapa menu makanan untuk mengisi perutnya dan juga sang istri.
"Bang"
"Iya,apa ada lagi yang kamu inginkan?"
"Tidak,tapi apa Abang yakin akan meminta restu Papah dan menikah denganku secara resmi?"
"Tentu saja dan sudah Abang putuskan,jika kelak setelah anak ini lahir.Kita berdua yang akan merawatnya"
Deg....
*
*
__ADS_1
......🌸🌸🌸......