
Mayra tersenyum ramah menyambut kedatangan Nyai Aida dirumah sederhana nya.Namun senyum itu seketika hilang saat melihat sesosok pria dewasa yang ada dibelakang Nyai Aida ikut berjalan menuju ke arah nya.
Mayra menundukan kepala dan pandangan saat netranya bertemu dengan netra pria itu.Wajah yang begitu asing untuknya saat ini.
"Assalamu'alaikum Nak Mayra"
"Wa'alaikumsalam Nyai"
Mayra pun maju untuk menyalami punggung tangan wanita yang sudah Mayra anggap Ibu itu dengan takzim.
"Assalamu'alaikum"sambung pria itu mengucap salam mengatupkan kedua tangan nya didada.
"Wa'alaikumsalam.Ayo silahkan masuk ummi dan Mas nya"jawab Mayra sembari mempersilahkan Nyai Aida beserta ptia itu masuk.
"Abi,Abi datang juga akhirnya"bocah kecil yang bernama Ilham itu pun menghampiri Nenek dan Abi nya sembari terpincang pincang karena kakinya terluka.
__ADS_1
"Jatuh lagi?dasar anak bandel"ucap sang ayah sembari mengacak rambut Ilham.
Sedang kan bocah kecil itu hanya tersenyum,menampilkan sederetan gigi putihnya.
"Ilham sudah nggak sabar pengen kasih tahu ibu guru kalau Ayah sudah pulang dan mau bertemu dengan nya.Jadi ya gini deh"jawab ilham yang membuat aang ayah membulatkan matanya.
Sementara Mayra sendiri lebih ke menunduk karena malu dan juga canggung dengan keadaan saat ini.
"Ayo Nyai,silahkan duduk.Mau dibuatkan minuma apa ya Nyai?Mas nya juga biar sekalian?"tanya Mayra sedikit kaku dan canggung saat bersinggungan dengan seorang pria setelah sekian lama hanya berinteraksi dengan kaum wanita saja.
"Baik Nyai,sama sekali tidak merepotkan kok"
Mayra pun segera masuk kedalam dapur untuk membuat dua gelas teh panas dan juga satu gelas susu hangat untuk Ilham.
Setelah beberapa menit berlalu Mayra kembali datang dengan nampan ditangan nya.Mayra pun segera menyajikan nya di atas meja.
__ADS_1
Selain membawa tiga gelas minuman,Mayra juga membawa satu toples biskuit kesukaan Ilham dan satu piring kue basah dan tadi pagi dibeli dipasar yang setiap pagi Mayra datangi untuk belanja keperluan dapurnya.
"Silahkan Nyai,Mas nya.Maaf hanya makanan sederhana ini yang bisa saya sajikan"
"Tidak apa apa Nak,terima masih.Maaf jika membuatmu repot"
"Tidak Nyai,senang malah Nyai mau berkunjung ke gubuk saya ini"
Kedua wanita beda usia itu pun asik mengobrol sedangkan pria dewasa yang duduk disamping Nyai Aida lebih banyak diam dan memperhatika wanita bercadar yang ada didepan nya.
"Oh iya Nak,kenalkan.Ini anak pertama Nyai,namanya Ilyas Abdulrahman,dia adalah ayah dari ilham,duda yang ditinggal meninggal oleh istrinya saat melahirkan Ilham dulu"jelas Nyai Aida memperkenalkan anak sulung nya yang bernama Ilyas Abdulrahman.
"Innalillahi wa'innailaihi rojiun,turut berduka Nyai"jawab Mayra tidak berani menatap wajah pria yang memiliki wajah tampan dan berwibawa itu.
"Nah,Ilyas,kenalkan ini Mayra.Dia ini guru les Ilham dan setelah mengenal Nak Mayra,alhamdulillah anakmu tidak sebandel dulu"puji Nyai Aida dan membuat Mayra tersipu malu.
__ADS_1
Dan itu membuat Ilyas terpaku melihat wajah canyik Mayra meski wajahnya tertutup cadar.Namun Ilyas tahu jika wajah dibalik cadar itu pastilah cantik,karena selain dengan mendiang sang istri ini pertama kalinya lagi Ilyas merasa tertarik dengan seorang wanita setelah ditinggal pergi oleh sang istri yang meninggal setelah melahirkan Ilham kedunia.