
"Tapi,kenapa harus saya?"
"Jawaban nya hanya Ilham yang tahu.Tapi,mungkin kamu adalah calon ibu yang baik dan dia harapkan.Bisa jadikan?"
"Mana mungkin,saya bahkan tidak tahu bagaimana menjadi seorang ibu karena___"ucapan Mayra terpotong karena merasa sesak didada kala mengingat kembali semua prilaku buruknya dimasa lalu.
"Jangan diteruskan jika belum sanggup.Lagi pula Abang sudah tahu semua cerita tentang hidupmu dan masa lalumu!"
Deg...
Mayra langsung menoleh,saat Ilyas mengatakan,jika dirinya sudah tahu tentang masa lalu nya.
"Maksud Abang?Abang sudah tahu semua tentang aku?"
"Iya Dek,Abang sudah tahu semuanya!"
"Lalu,kenapa Abang masih mau melanjutkan?aku ini bukan manusia yang baik Bang.Aku wanita yang cacat dalam segala hal,bukan hanya tidak bisa memiliki keturunan,namun ahlak dan perangaiku pun begitu buruk.Tidak Bang,aku tidak bisa,aku tidak layak dan aku juga tidak pantas untuk posisi ini!"
Mayra pun segera bangkit dari duduknya untuk menghentikan pembahasan tentang lamaran yang Ilyas lakukan padanya.
Mayra beranjak dan akan pergi meninggalkan tempat namun Ilyas menahan dengan mencengkram pergelangan tangan Mayra yang tertutup dengan kain lengan baju gamis yang dikenakan nya.
"Tunggu,jika hanya ini alasan kamu menolakku,aku tidak terima.Katakan,apa kamu masih mengharapkan pengecut itu untuk datang dan menikahimu?"
__ADS_1
Deg...
Lagi lagi Mayra dibuat kaget dengan perkataan Ilyas.Mayra membalas tatapan Ilyas yang saat ini begitu brbeda dari sebelum nya.
Tatapan yang menuntun jawaban atas apa yang dia ucapkan.Ucapan tentang pria yang baru saja dia ucapkan.
"Maksud Abang apa?pria yang mana?"
"Pengecut yang sudah membuatmu seperti saat ini,apa kamu masih mengharapkan dia?jika iya,ok,aku mengalah dan menerima penolakan ini!"
"Tentu saja tidak,mana mungkin aku mengharapkan nya?"
"Kalau bukan karena dia dan kalau hanya karena kekuranganmu dan masa lalu mu,tidak ada alasankan untuk menolakku.Ayo,ikut aku,"
"Ke_kemana Bang tapi tunggu,lepas dulu,ini tidak baik kita bukan mahram,"
Ilyas pun menarik tangan Mayra untuk kembali masuk kedalam rumah utama.Saat ini keduanya masih nampak bergandengan tangan.
Beruntung nya keduanya melakukan itu didalam rumah jadi para penghuni pondok yang lain tidak akan melihat aksi yang kurang terpuji yang dilakukan oleh Ustadnya.
"Abang tunggu,kita mau kamana?dan tolong lepas dulu tangan nya.Tidak enak jika dilihat oleh Ummi dan Abi,"
"Tidak apa,aku yang akan bertanggung jawab penuh untuk ini,"tegas Ilyas yang tidak melepaskan tangan Mayra sedikit pun hingga tiba didepan keduanya orang tua nya.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat Ummi Aida dan juga Abi Yusril terkejut dan tidak menyukai apa yang dilakukan putra sulung nya.
"Ilyas,ada apa ini kenapa kamu___?"
"Nikahkan kami sekarang juga Abi,biar tidak ada dosa lain lagi,yang kami lakukan,"ucap Ilyas memotong ucapan dari Kyai Yusril.
Lagi dan lagi,apa yang dikatakkan Ilyas membuat Mayra dibuat kaget.Bahkan saat ini,bukan hanya Mayra yang dibuat kaget,melainkan kedua orang tuanya juga.
Pasalnya kemarin,Ilyas hanya meminta untuk membantu mengkhitbah Mayra bukan langsung menikahkan mereka.
"Tapi Ilyas,apa ini tidak terlalu cepat Nak?bahkan Nak Mayra saja belum menerima khitbahan mu,bagaimana mungkin kalian langsung menikah begini?"
"Bisa Abi,asal Abi mau membantu menikahkan kami secara agama dahulu.Untuk meresmikan pernikahan ini,kan bisa menyusul Abi."tegas Ilyas lagi tidak mau diganggu gugat lagi.
Kyai Yusril pun akhirnya setuju untuk menikahkan putra sulung nya hari itu juga.
"Tunggu dulu Bang,aku,aku tidak bisa menerima pernikahan ini,"
"Kenapa Dek?sudah Abang katakan kan,jika alasan kamu tentang masa lalu dan kekuranganmu maka Abang tidak menerima penolakkan!"
"Bukan itu,tapi,aku tidak bisa menikah tanpa Mamah dan Papah!"lirih Mayra menundukkan kepalanya.
"Kami disini Nak!"
__ADS_1
Deg...
Entah ada apa dengan hari ini.Ini sudah kesekian kalinya Mayra dibuat terkejut.Dan kali ini Mayra dikejutkan dengan kehadiran kedua orang tuanya dan juga Maysa serta kedua anaknya yang datang kesana.