Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.66


__ADS_3

"Jadi ini yang membuat kamu menikah lagi?"tanya Dad Doni.


"Iya Dad,kami harus menikah untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kami dulu.Dan lagi aku ingin memberikan status yang jelas dan juga legal untuk Shasa."jawab Ardi.


"Baiklah,jika itu yang terbaik untuk kalian.Kami hanya bisa memberikan restu dan mendukung kalian"


"Terima kasih Dad dan mulai sekarang,bisakah aku menggunakan nama belakang Daddy?"


"A_apa?be_benarkah?kamu yakin akna menggunakan nama belakang Daddy?"


"Tentu saja,mana mungkin aku menggunakan nama belakang yang sama dengan istriku nanti.Lagi pula aku ini anakmu dan Mom Erika kan,berarti aku juga berhak menggunakan nama belakang Daddy"


"Tentu Nak,Daddy dan Mommy senang sekali akhirnya kamu mau menggunakan nama belakang kami"


"Maafkan Mommy ya,Mommy sudah membuatmu berada di situasi yang sulit seperti saat ini.Bahkan karena statusmu dikeluarga Realyn membuat orang orang merendahkanmu dan menganggap kamu tidak berharga"lirih mommy Erika saat mengingat perjalanan percintaan nya dulu bersama dengan Reza.


"Sudahlah Mom,lagi pula kini kita sudah baik baik saja.Tidak perlu meningat hal yang akan membuat kita sakit"


"Terima kasih sayang,terima kasih"


Mommy Erika pun memeluk erat tubuh kekar putra sulungnya yang setelah sekian tahun berlalu akhirnya kembali kerumah dan kekeluarga kandung nya.

__ADS_1


Sementara Realyn sendiri hanya menatap penuh dengan rasa haru saat kini sang suami telah kembali kepada keluarga kandung nya dan sudah mulai berdamai dengan rasa kecewa juga sakit yang pernah dirasakan oleh Ardi kecil.


[Flash Back Off]


*


*


Acara resepsi pernikahan Ardi dan Realyn pun digelar disebuah hotel berbintang 5 dengan cukup meriah dan megah tentunya.


Para tamu yang awalnya kaget dengan pernikahan Kakak beradik itu pun kini mulai menikmati semua jamuan yang tersedia disana.


Tidak sedikit juga dari para tamu itu yang membahas tentang hubungan keduanya yang diketahui sebagai adik kakak itu.


Aneh namun balik lagi semua sudah jalan takdir nya,sekuat apapun kita menghindar dan menolak tetap saja akan dipertemukan dan disatukan.


Seperti halnya Realyn dan juga Ardi,tumbuh bersama dengan orang tua yang sama tidak membuat keduanya terhindar dari jodoh sang illahi.


Kedua mempelai menyambut para tamu undangan dengan senyum bahagia menghiasi wajah keduanya.


Meski tidak sedikit dari para tamu undangan menatap penuh dengan tanya pada pasangan yang kini tengah menjadi raja dan ratu sehari itu.

__ADS_1


Namun hal itu tidak membuat kebahagiaan yang dirasakan oleh pasangan baru itu surut.Seolah mendukung acara sang Ayah dan Bundanya agar berjalan dengan lancar.


Baby Shasa pun nampak anteng didalam pengawasan para nenek dan juga om ganteng nya yang tanpa canggung dan malu membawa si kecil Shasa dalam gendongan nya.


Merasa haus om ganteng itu pun berjalan menuju kesalah satu stand yang menyediakan berbagai minuman disana dan mencoba menngambil satu gelas minuman bersoda.


Namun karena tengah membawa bayi didalam gendongan nya,Ardan pun sedikit kesusahan untuk mengambil gelas yang sudah tersedia dan siap diambil.


"Permisi,biar saya bantu ya Mas.Kasihan anaknya itu,nanti takutnya jatuh"ucap salah satu gadis yang memakai seragam bridesmaid dan sudah dipastikan jika itu adalah salah satu teman dari Realyn.


"Oh iya mbak,maaf ya jadi merepotkan"jawab Ardan yang merasa sungkan namun tidak dia pungkiri jika dia memang membutuhkan bantuan ini.


"Ini Mas minuman nya,duh lucu ya anaknya.Cantik banget"seru gadis itu menyodorkan satu gelas minuman tadi sembari mencubit cubit kecil hidung dan pipi bayi yang kini ada didalam gendongan nya.


"Ini keponakan saya mbak,bukan anak saya.Noh para pelaku yang berani berbuat tapi malah sibuk berdua disana,menyebalkan"gerutu Ardan menunjuk ke arah pelaminan yang nampak disana ada Ardi dan juga Realyn.


"Maksud Mas nya,ini anak Realyn?"


"Memang disana ada siapa lagi?"


"APA?REALYN PUNYA ANAK?"

__ADS_1


__ADS_2