
"Maksud kamu apa Mas?apa maksud dari perkataan mu barusan?"
"Maaf May,aku sudah membuat keputusan jika aku akan menikahi Realyn secara resmi.Dan kami akan merawat bayi kami.Dan untuk pernikahan kita,itu semua ada ditangan kamu.Jika kamu setuju dengan pernikahan keduaku maka kita masih bisa melanjutkan pernikahan ini.Namun jika tidak,maaf aku tidak bisa melanjutkannya lagi"
"Tidak Mas,aku tidak mau.Jangan bilang kalau wanita itu sudah meracuni kamu untuk berpisah denganku?"
"keputusan ini murni karena aku dan perasaanku May.Semua ini tidak ada hubungan nya dengan Realyn"
"Tapi kenapa Mas?kita sudah berjuang sejauh ini.Kenapa jadi begini?"
"Nanti kita bahas lagi.Aku tidak ada waktu,kamu memiliki waktu tiga hari untuk memikirkan nya.Setelah aku kembali,aku harap kamu sudah mengambil keputusan mu.Karena setelah aku kembali,aku dan Realyn akan langsung meresmikan pernikahan kami"
Mayra menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang setelah Ardi menghilang dibalik pintu kamarnya.Pecah sudah tangisnya saat ini,kenapa takdir seolah mempermainkannya dan tidak berhenti menghukumnya.
Bukankah tidak akan pernah memiliki keturunan sudah menjadi hukuman terberat yang harus dia terima karena kesalahan dimasa lalu nya.
Namun belum cukupkah hingga tuhan kembali harus mengguncang rumah tangganya.Mayra pun larut dalam kesedihan nya saat mendapati jika suaminya rela kehilangan dirinya demi wanita lain yang jauh lebih mempu membuat dirinya menjadi seorang ayah.
Dengan kasar Mayra mengusap air mata yang sedari tadi membasahi wajah cantiknya.Dengan tangan yang sedikit bergetar Mayra menghubungu seseorang.
"Bisa kita bertemu?"
"......"
__ADS_1
"Baiklah,temui aku dicafe disebrang apartemen"
"......"
Dengan segera Mayra masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya yang basah oleh air mata.
Setelah merapihkan makeup diwajahnya Mayra melangkah dengan pasti keluar dari rumah yang sudah lima tahun dia tempati bersama dengan sang suami.
Namun sudah beberapa bulan ini rumah itu nampak sepi dengan jarang nya Ardi disana karena harus membagi waktu dengan istri keduanya.
Mayra melajukan mobilnya dengan sedikit kecepatan diatas rata rata.Dan saat akan sampai ditempatnya membuat janji dengan seseorang yang tadi dia hubungi lewat sambungan telpon tiba tiba Mayra tersenyum puas saat melihat seseorang yang baru saja akan menyebrang jalan.
Dengan kekuatan penuh,Mayra menginjak pedal gas dengan sekuat tenaga hingga mobil yang dia kendarai melaju dengan kecepatan di atas rata rata.
Tanpa rasa takut sedikit pun Mayra melajukan mobilnya ke arah orang yang tengah berdiri dipinggil jalan menanti lampu merah menyala untuk menyebrangi jalanan didepan nya.
Braaakkkk...
"Aaawwww"
Bruugghhh....
Seketikan teriakan dari orang disekitar mengejutkan orang itu lalu tiba tiba saja dia merasa jika tubuhnya sudah melayang.
__ADS_1
Dan terjatuh cukup jauh dari bahu jalan menimbulkan suara riung yang terdengar sayup sayup memanggil namanya disela kondisinya yang setengah sadar.
Laly detik kemudian dunia menggelap dan membuatnya tidak sadarkan diri dengan gelimangan darah antara kepala dan juga kakinya.
"Ayo cepat bawa kerumah sakit,sebelum terlambat"
Pekik seseorang yang langsung dengan sigap menggendong nya dan membawanya masuk kedalam mobil miliknya tanpa peduli jika darah dari tubuh orang itu akan mengotori mobil mewahnya.
Sekilah pria itu melirik dan menatap wajah yang nampak tidak asing untuknya.Pernah bertemu namun lupa dimana dan siapa dia.
Dengan Hati yang masih bertanya tanya,dia pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata.Pernah menjadi anak muda yang hobi balapan liar tentu saja membuat pria itu menguasai jalanan dengan baik.
Meski memakai kecepatan tinggi saat melajukan mobilnya namun kini dirinya mampu sampai dengan selamat dirumah sakit.
Setiba nya disana pria itu segera memanggil petugas UGD yang akan membantunya menangani pasien korban tabrak lari itu.
Pria itu masih setia menemani hingga si pasien masuk kedalam ruangan penanganan dan diatasi oleh salah satu dokter jaga.
"Kenapa wajahnya sangat tidak asing ya?dimana ya aku pernah melihatnya?"
...Gumam pria itu sembari mendudukan diri dibangku tunggu demi mandapatkan informasi tentang kondisi pasien....
*
__ADS_1
*
...🌸🌸🌸...