Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Boncap.03


__ADS_3

"Alhamdulillah,terima kasih karena sudah membantu membimbing dan mengasuh anak saya hingga anak saya tidak sebandel dulu"ucap Ilyas menimpali perkataan sang Ibu.


"Sama sama Mas,itu sudah kewajiban saya sebagai guru pembimbing Ilham"jawab Mayra kaku.


Sungguh,Mayra begitu gugup saat berhadapan dengan pria itu.Meski tidak banyak berinteraksi dengan nya,namun entah mengapa Mayra merasakan perasaan aneh pada dirinya saat berhadapan dengan pria dewasa itu.


Setelah berbincang cukup lama,lebih tepatnya Nyai Aida yang lebih banyak mengobrol dengan Mayra dan setelah Nyai Aida mengutarakan niatnya untuk meminta Mayra datang ke acara ulang tahun Ilham yang ke 7 tahun yang akan diselenggarakan dipondok ibu dan anak itu pun pamit undur diri.


Mayra pun menerima undangan dari Nyai Aida.Dan Nyai Aida beserta anak dan cucunya itu pun pamit pada Mayra.Mereka pun berjanji akan bertemu lagi dipondok,tiga hari kedepan.


Mayra mengangguk dan kembali menunduk saat Ilyas dengan lembut berpamitan dengan nya secara pribadi,tanpa diwakilkan oleh umminya.


"Saya pamit pulang dulu ya,semoga tidak berhalangan dan kita bisa dipertemukan lagi tiga hari kedepan"ucapnya.


"Iya Mas,Insha Allah.Semoga Allah meridhoi"

__ADS_1


"Masya Allah,Bismillah ya.Saya pamit,Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh"


Mayra pun kembali masuk kedalam rumah sederhana nya setelah mengantarkan Nyai Aida,Ilyas dan Ilham untuk kembali ke pondok.


Mayra pun kembali disibukkan dengan kegiatan nya disana.Selain mengajar sebagai guru les,Mayra juga memiliki sebuah kebun kecil dibelakang rumah sederhana nya dan disana Mayra mengembangkan hobi barunya.


Yaitu bercocok tanam.Hasil belajar dari youtube selama beberapa waktu,akhirnya Mayra berhasil menanam beberapa jenis sayuran yang bisa dia gunakan sebagai lauk di menu makanan nya sehari hari.


Hanya terjeda disaat dirinya sholat saja,maka selebihnya Mayra akan kembali kesana untuk membersihkan,memberi pupuk dan kembali menabur benih baru untuk mengganti beberapa tanaman yang mati atau ruksak karena hama.


Dan hal itu juga mampu membuat Mayra melupakan kisah kelamnya dimasa lalu.Hidup seorang diri tanpa ada yang mengenali sebelumnya dan juga tanpa adanya keluarga ternyata tidak seburuk yang dibayangkan.


Buktinya Mayra sudah dua tahun hidup disana tanpa bayang bayang masa lalu dan keluarganya namun Mayra mampu.Bahkan jauh lebih baik dari sebelum dirinya datang kekota itu.

__ADS_1


Lebih agamis dan lebih fokus mendekatkan diri pada sang maha pencipta membuatnya merasakan kedamaian hidup meski tanpa adanya keluarga disamping nya.


Setelah kita benar benar ikhlas menjalani setiap proses dari ketentuan yang diberikan oleh Allah,maka semua akan baik baik saja.Bahkan mungkin bisa jauh lebih baik,selama kita ikhlas menjalaninya meski itu tidaklah semudah yang kita pikirkan.


*


*


Mayra berjalan memasuki gerbang pondok,saat ini Mayra tengah memenuhi undangan dari Nyai Aida untuk menghadiri acara ulang tahun cucu pertamanya,yaitu ILham.


Acara itu diselenggarakan cukup sederhana.Hanya di isi dengan doa bersama para santriawan/santriwati dan juga anak anak yatim yang sengaja di undang ke pondok.


Semua santri yang berpapasan dengan Mayra saling menunduk dan menyapa dengan cukup ramah dan penuh rasa hormat.Meski merasa aneh dengan sambutan yang dia terima namun Mayra tetap berusaha bersikap normal walaupun merasa aneh dan sedikit dibuat bingung.


"Asalamu'alaikum"ucap Mayra mengucap salam saat tiba dilokasi dimana di adakan nya acara doa bersama itu.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatuh,Alhamdulillah,akhirnya yang ditunggu datang juga"jawab Nyai Aida yang langsung menghampiri Mayra yang masih berdiri di ambang pintu Aula dimana acara untuk cucu pertama pemilik pondok itu diselenggarakan.


__ADS_2