Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.37


__ADS_3

["Isstt,kamu ini.Oh iya dengar kabar adekmu nggak Nak?dari siang Mamah mau hubungi kok nggak bisa ya,bikin khawatir saja"]


Deg...


^^^"Emm,ke_kemarin sih bilang nya lagi sibuk sama tugas tugasnya Mah.Tenang saja,adek baik baik saja kok.Kan biasanya juga begitu Mah,adek akan bisa dihubungi setelah liburan tiba"^^^


["Iya juga sih,ya sudah kalau begitu.Mamah jadi tenang,sudah sana istirahat kamu pasti cape setelah seharian kerja,ingat langsung tidur jangan ngerokok lagi"]


^^^"Siap Ibu negara,Mamah juga sehat sehat disana ya.Kami akan selalu merindukan kalian"^^^


["Mamah dan Papah juga akan selalu merindukan kalian,jaga diri kalian baik baik,Mamah tutup ya.Assalamu'alaikum Abang"]


^^^"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"^^^


Terdengar helaan nafas panjang dan berat setelah Ardi menutup telponnnya.Dan tanpa Ardi sadari jIka Realyn sudah berdiri dibelakang nya dan sedikit mendengar pembicaraan mereka.


Ardi terkesiap saat sepasang tangan mungil memeluk tubuhnya dari arah belakang.Jantungnya seakan terhenti berdetak saat menyadari jika detik kemudian dipemilik tangan menangis dipunggung kekarnya.


Tanpa kata,Ardi langsung membalik badan nya dan langsung memeluk erat tubuh Realyn yang kini tengah menangis tersedu didalam dekapan nya.

__ADS_1


"Maaf,maafkan Abang Dek"lirih Ardi saat teringat jika kini keduanya tengah menghadapi masalah yang akan cukup pelik jika suatu saat nanti kedua orang tua mereka tahu yang sebenarnya terjadi.


"Tidak Bang,ini juga salahku,bukan hanya salah Abang.Semoga Mamah dan Papah mau menerima permintaan maaf kita dan menerima anak ini"


"Kita sama sama berdoa saja ya sayang.Semoga Mamah dan Papah juga bisa menerima Abang sebagai menantunya jika suatu saat masalah ini diketahui oleh mereka"


Deg...


"Ma_Maksud Abang apa?"


"Jika suatu saat Mamah dan Papah tahu yang sebenarnya.Maka Abang akan meminta restu pada mereka untuk menerima Abang sebagai suami kamu bukan Abang kamu lagi,Dek.Kamu maukan menerima Abang sebagai suami?"


"Bu_bukan nya sekarang juga Abang sudah jadi suamiku ya?kok masih nanya?"


"La_lalu bagaimana dengan Kak Mayra?"


"Jika Mamah dan Papah tahu kamu hamil oleh Abang,bahkan bukan karena inseminasi itu.Abang sudah putuskan kalau Abang akan jujur dengan situasi saat ini kepada semuanya.Dan kemungkinan terburuknya kami mungkin akan berpisah"


"Tapi Bang__"

__ADS_1


"Sudah,jangan dibahas lagi Ok.Lebih baik kita istirahat,sudah malam"


Ardi pun mengurai pelukan nya,lalu menuntun sang istri masuk kembali kedalam kamar untuk beristirahat.


Ardi dan Realyn pun kini kembali tidur diatas ranjang yang sama dengan saling mendekap erat tubuh masing masing.


Semenjak hamil,Realyn menjadi begitu mengukai aroma tubuh Ardi.Kadang jika Ardi tidak sedang bersama dengannya,maka Realyn akan sedikit kesulitan untuk tidur.


Namun itu tidak pernah dia ungkapkan dan hanya Realyn pendam sendiri karena masih ada Mayra yang harus dijaga perasaan nya.


Pasalnya jika Ardi tahu akan hal ini,maka sudah dipastikan jika Ardi akan selalu bersama dengan nya dan tidak lagi menghiraukan Mayra.


Dan Realyn tidak bisa seegois itu.Meski tengah hamil anak Ardi,namun dia sadar jika Mayra masih bagian dari hidup Ardi dan tidak boleh diabaikan begitu saja.


Sementara Mayra sendiri.Untuk pertama kali dalam hidupnya,selama dia menikah dengan Ardi dia merasakan bagaimana tersiksanya tidak bisa tidur karena sang suami tidak ada disampingnya.


Ingin rasanya marah dan menarik Ardi kembali pulang,namun semua harus dia tahan demi mendapatkan apa yang dia mau saat ini.


*

__ADS_1


*


...🌸🌸🌸...


__ADS_2