Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.72


__ADS_3

Ardi masih menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.Sementara Realyn sendiri nampak tengah menahan malu dengan tampilan nya saat ini


dimana dirinya kini tengah memakai pakaian yang begitu minim bahan dan juga menerawang,hingga baju bagian dalam yang tangah dia kenakan begitu nampak terlihat jelas oleh mata yang memandangnya.


"Sa_sayang,ke_kejutan apa ini?"tanya Ardi masih belum percaya jika sang istri saat ini tengah mengenakan sebuah lengeri yang begitu seksi nan menggoda iman.


Seketika Ardi teringat kembali dimana pada malam pernikahan nya,mereka gagal melakukan malam pertama karena si kecil baby Shasa rewel dan tidak bisa ditenangkan oleh sang Nenek.


San dengan berat hati Mommy Erika pun mengembalikan Si kecil baby Shasa pada kedua orang tuanya.Dan berhasil,baru saja digendong sebentar oleh Realyn makan Si kecil Shasa pun langsung tetidur lelap.


Dan malam pengantin pun dilalui hanya dengan tidur bertiga dengan si kecil Shasa.Keduanya pun sampai saat ini masih belum bisa melakukan kewajiban mereka sebagai suami istri meski sudah tiga hari berlalu dari hari pernikahan.


Selain sibuk menemani kedua orang tua Ardi yang tidak memiliki banyak waktu disana,persiapan orang tua Ardi untuk kembali ke Singapura pun lumayan menyita waktu hingga Ardi dan juga Realyn belum punya waktu untuk menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


Mamah putri yang melihatnya pun merasa iba hingga memiliki ide gila seperti saat ini.Sengaja mengumpulkan sejoli itu dengan embel embel makan siang bersama.


Nyatanya kini mereka hanya berdua saja.Dan yang lebih parah Mamah Putri menyita pakaian yang tadi dipakai oleh Realyn dan mengganti nya dengan sebuah lengeri.


"Mas,jangan lihatin aku kaya gitu.Malu"lirih Realyn sembari menutup bagian dadanya yang memang saat ini memiliki ukuran jauh lebib besar karena tengah menyusui baby Shasa semakin membuat tampilan ibu satu anak itu nampak lebih seksi pari purna.


Dan sunggun hal itu membuat jiwa kelelakian Ardi langsung bangkit seketika.Ardi tidak menjawab,namun kakinya melangkah maju mendekati sang istri yang masih berdiri didepan pintu.


Realyn kembali menundukkan kapalanya saat tangan nya sudah tak lagi menutupi bagian dadanya.Ardi semakin mengikis jarak hingga kini sudah ada didepan Realyn hanya dengan jarak beberapa inci saja.


"Lihat sini dong sayang,kenapa harus malu?tubuhmu halal bagiku"bisik Ardi menarik dagu Realyn agar melihat ke arahnya meski harus sedikit mwndongakkan kepala karena postur tubuh Ardi jauh lebih tinggi.


"Tapi aku malu Mas"lirih Realyn yang kini memberanikan diri manatap mata hazel suaminya.

__ADS_1


Keduanya pun kini saling mengunci tatapan diwajah masing masing.Ardi mengulurkan tangan nya menakup wajah cantik nan seksi milik Realyn yang saat ini tengah merona karena malu dan gugup.


"Apa ini artinya,kita akan menghabiskan waktu bersama disini?berdua saja?"


"Mu_mungkin?aku juga tidak tahu,tadi Mamah yang mengundangku kesini dan disuruh mencoba ini.Tapi saat aku sudah selesai Mamah malah menghilang"jelas Realyn.


Ardi semakin mengikis jarak lagi satu langkah,lalu mencium kening sag istri penuh dengan kelembutan.Maski gairah didalam tubuhnya kini sudah naik hingga ke ubun ubun namun Ardi tidak mau terburu buru.


Selain ingin menikmati setiap moment menuju sebuah penyatuan,Ardi juga masih mengingat jika Realyn baru saja selesai melahirkan dan Ardi tidak mau apa yang dilakukan nya menyakiti istrinya.


"Cantik"bisik Ardi tepat ditelinga Realyn.


Dan seketika seluruh tubuh Realyn meremang karena leher jenjangnya terkena hembusan hangat nafas dari mulut Ardi.

__ADS_1


__ADS_2