
Setelah melepas kepergian kedua orangtua dan juga adik laki lakinya Ardi pun kembali keapartemen dimana dulu Realyn tinggal.
Untuk sementara pasutri baru itu akan menempati apartemen terlebih dahulu,sebelum rumah yang Ardi beli selesai direnovasi.
Karena sebelum nya dirumah itu tidak memiliki kamar yang akan digunakan oleh bayi Shasa.Maka dari itu saat ini Ardi tengah merenovasinya,menambahkan satu kamar yang diperuntukan untuk sang buah hati tercinta.
Setibanya di unit apartemen itu,Ardi mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan aparteme itu.Namun nampaknya unit itu nampak sepi tak berpenghuni.
Ardi melangkahkan kakinya menuju kamar yang dulu ditempati oleh Realyn.Namun nihil,dikamar itu juga kosong,tidak ada siapa siapa.
Ting...
Ditengah kebingungan nya tiba tiba saja Ardi mendapatkan satu notif pesan singkat yang dikirim oleh Mamah putri ke ponselnya.
[Datanglah ke alamat ini,kami menunggu Abang disini] ~ Mamah Tersayang
Tanpa pikir panjang lagi Ardi pun kemali keluar apartemen nya dan menuju ke tempat dimana sang Mamah sudah meng sharelok tempat dimana tadi Mamah Putri tengah menunggu kedatangan nya.
__ADS_1
Tidak berselang lama,mobil Ardi puen memasuki kawasan sebuah hotel mewah bintang lima.Ardi menyatukan kedua alisnya saat memarkirkan mobil miliknya dibaseman hotel.
"Kenapa Mamah minta bertemu disini?"gumam nya.
Karena tidak seperti biasanya Mamah putri mengajak nya bertemu dihotel.Biasanya,jika tidak dirumah yang disebuah rumah makan sederhana yang menyajikan hidangan rumahan namun begitu nikmat saat dimakan.
Ardi pun kembali menghubungi sang Mamah demi meyakinkan jika alamat yang diberikan oleh sang mamah benar adanya.
"Sudah sampai ya?masuk saja,temui kami dikamar nomor 505 di lantai 10,ok"ucap Mamah Putri saat Ardi menghubungi nya via telpon.
Ardi berjalan gontai menelusuri setiap lorong mencari dimana kamar yang dimaksud sang Mamah tad.Dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dirinya menemukan kamar bertuliskan 505 itu.
Dan kini Ardi pun sudah berdiri didepan pintu kamar itu.Ardi pun menekan bel pintu kamar itu,namun setelah menekannya sebanyak dua kali masih belum ada yang membukanya membuat Ardi menyatukan kedua alisnya.
"Apa aku salah kamar ya?"gumam ny sembari menunggu pintu kamar itu dibukakan.
Ardi pun kembali menekan bel itu dan berhasil.Seseorang nampak membukakan pintu kamar terbukti dengan suara hendel pintu yang diputar serta pintu yang terbuka sedikit.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum,siapa didalam?"tanya Ardi saat tidak mendapati siapa orang yang saat ini membukakan pintu kamar untuknya.
Takut salah kamar Ardi pun memutuskan untuk menanyakan prihal siapa gerangan yang ada dibalik pintu yang tak kunjung menunjukan diri dan wajahnya.
"Mas Ardi ya?"
"Iya,maaf ini siapa?"
"Ini aku Realyn Mas,masuk saja"jawab Realyn yang terdengar seperti tengah menahan malu.
"Ya ampun Dek,kenapa sembunyi?bikin Mas takut saja?Kamu ba___"Ardi pun angsung masuk begitu tahu jika yang mambukakan pintu kamar hotel itu adalah sang istri.
Namun saat masuk kedalam kamar Ardi dibuat tercengang dengan kondisi didalam kamar.Hingga Ardi pun sampai menjeda pertanyaan nya pada sang istri.
Sementara Realyn sendiri nampak menahan malu dengan apa yang tengah terjadi hari ini.Tidak pernah terduga sebelumnya jika
Ternyata dibalik undangan makan siang dari sang Mamah ada sebuah rencana terselubung didalam nya.
__ADS_1