
Dengan nafas yang memburu dan juga dada yang bergemuruh,Ardi mempercepat langkahnya agar segera tiba diruangan dimana istrinya terbaring lemah tak berdaya dengan luka disekujur tubuhnya.
Menjelang sore Ardi mendapat panggilan telpon dari pria yang selama ini selalu membuatnya dilanda cemburu saat sang adik bersama dengan nya.
"Halo,Assalamu'alaikum"
^^^..."Waalaikumsalam,segera kerumah sakit Bang,Realyn mengalami kecelakaan"...^^^
Praaannnngggg....
Seketika ponsel yang dipegang oleh Ardi jatuh kelantai saat mendapati kabar tentang sang istri.Tanpa pikir panjang lagi,Ardi langsung berlari keluar dari ruang kerjanya setelah mengambil ponsel yang terjatuh tadi dengan tangan yang bergetar.
Dan disinilah dia saat ini,tengah berlari menelusuri lorong rumah sakit dengan dada yang bergemuruh dan juga sesak didada.
Ardi semakin mempercepat langkahnya saat mendapati seorang dokter yanh dia kenali berdiri didepan ruangan penanganan pasien tengah berbicara dengan pria yang juga Ardi kenali tentunya.
"Gi,bagaimana ke adaan Realyn?sebenarnya apa yang terjadi?kenapa dia sampai masuk rumah sakit?"
Cecar Ardi begitu dirinya sampai didepan Regi,dokter yang kebetulan menangani Realyn saat masuk ke UGD sebagai pasien korban tabrak lari.
"Dia harus segera di oprasi untuk mengeluarkan bayi yang ada didalam perutnya,dan itu semua perlu persetujuan dari keluarganya.Berhubung aku nggak tahu siapa suaminya jadi aku menghubungi Bang Ardi"
Jelas Regi yang masih dengan kebingungan nya.Pasalnya beberapa bulan tidak bertemu dengan sang sahabat karena kesibukan masing masing tiba tiba dipertemukan dengan kondisi Realyn sudah hamil besar tanpa dia tahu kapan gadis itu menikah dan menikah dengan siapa??semua pertanyaan itu masih bersarang dibenak Regi saat ini.
__ADS_1
Namun masih harus dia pendam karena kondisi Realyn yang jauh lebih penting saat ini.Relayn harus segera di operasi demi menyelamatkan nyawa keduanya.Ibu dan bayinya tentunya.
"Lakukan,lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan istri dan anakku Gi,aku mohon.Selamatkan mereka berdua"
Deg....
Regi membulatkan matanya saat mendapati fakta yang teramat sangat mengejutkan untuknya.
Bahkan bukan hanya Regi yang terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Ardi saat ini.Namun juga mengejutkan pria yang sudah membawa Realyn ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan nya.
"Ma_maksud Abang?"
"Nanti,nanti aku jelaskan semua nya yang penting sekarang,tolong selamatkan keduanya Gi,aku mohon"
Tanpa banyak kata lagi Ardi pun langsung beranjak ke tempat administrasi demi menyelesaikan tugasnya sebagai penanggung jawab untuk tindakan lanjutan untuk pasien atas nama Maura Realyn Kurniawan.
*
*
"Bisa kita bicara?"
Ardi dikejutkan dengan kehadiran seorang pria yang kini sudah duduk disamping nya.Saat ini dirinya tengah menunggu sang istri didepan ruang operasi dimana Realyn tengah mendapatkan penanganan untuk menyelamatkan bayi dan juga dirinya.
__ADS_1
"Bang Arman?kenapa bisa Bang Arman ada disini?"
Tanya Ardi yang masih linglung dan kalut dengan situasi saat ini.Dimana istri dan anaknya tengah berjuang untuk bertahan hidup.
"Aku yang membawanya kerumah sakit,dia korban tabrak lari.Aku tidak menyangka jika dia istrimu.Tapi kenapa bisa?bukankah selama ini hubunganmu dengan Mayra baik baik saja?lalu kenapa kamu menikah lagi?bahkan tanpa sepengetahuan kami?"
"Ceritanya panjang Bang dan ini semua terjadi karena ke inginan Mayra sendiri.Aku yakin jika Abang jauh lebih tahu jika Mamah Seli begitu mendambakan anak dari kami,Mayra dan aku.Tapi sayang,Mayra selama sisa hidupnya tidak akan pernah bisa hamil karena dia sudah kehilangan rahimnya"
Deg....
"A_apa maksudmu?May_Mayra mandul?kenapa bisa?"
"Aku rasa Abang jauh lebih tahu jawabannya dari pada aku"
"A_aku tidak mengerti maksudmu?apa yang sebenarnya terjadi?"
"Dulu saat dia memutuskan melupakanmu dengan pergi belajar keluar negri,dia pergi dalam keadaan hamil dan memutuskan untuk menggugurkan kandungan itu disana.Dan saat itulah dia kehilangan semuanya.Tidak hanya anak tapi juga rahimnya"
Deg....
*
*
__ADS_1
...🌸🌸🌸...