
"Kamu dari mana saja Mas?kenapa tidak pulang?"hadang Mayra dengan nada yang cukup tidak bersahabat,begitu Ardi tiba dikantornya dan mendapati sang istri sudah ada diruangan nya.
"Kenapa masih bertanya?sudah jelaskan?jika tiga hari kedepan itu jadwalku bersama Realyn"jawab Ardi santai sembari mendudukan dirinya dikursi kebesaran nya.
"Kenapa nggak suruh dia tinggal dirumah dengan kita saja sih Mas?dengan begitu kamu nggak harus menginap ditempatnya?"solot Mayra lagi seakan tidak terima jika sang suami menginap ditempat wanita lain meski itu adik iparnya sendiri.
"Terus kamu mau semua orang tahu keadaan Realyn dan semua rahasia dan kebohongan kamu tebongkar?iya,begitu?ingat May,dia sudah berkorban banyak untuk pernikahan kita.Jangan mempersulit dia dengan ke inginan kamu yang konyol itu"jelas Ardi yang kini mulai terpancing hingga untuk pertama kalinya Ardi meninggikan suaranya.
Bahkan panggilan sayang yang biasa terselip disela obrolan mereka pun hilang sudah saking lelahnya menghadapi sikap Mayra yang terlampau egois dan seakan ingin mengontrol segalanya.
"Tapi__"
"Pulanglah,aku sibuk.Nanti jika jadwalku sudah selesai,aku juga akan pulang dengan sendirinya"
Mayra yang kesal pun akhirnya pergi meninggalkan ruangan dan gedung dimana kantor Ardi berada.
Mayra membawa mobilnya menuju kesebuah gedung untuk melampiaskan kekesalannya.Dia tidak menyangka jika hubungan nya dengan sang suami akan menjadi renggang seperti saat ini.
Lebih tepatnya merubah sikap Ardi yang awalnya begitu manis,penurut dan tidak banyak protes meski dia sibuk dengan dunianya dan melupakan jika dirinya punya seorang suami.
__ADS_1
Kini Ardi menjadi pribadi yang berbeda.Lebih dingin dan tidak lagi seperhatian dulu.Dulu Mayra akan protes jika Ardi selalu membatasi dirinya dalam pergaulan.
Namun kini,Mayra justru lebih tidak nyaman saat Ardi bersikap tidak peduli dengan hidupnya lagi.Bahkan Mayra tidak pernah lagi mendapatkan pesan yang berisikan kapan dirinya akan pulang kerumah setelah Ardi resmi menikah untuk kedua kalinya dengan Realyn.
Namun dari laporan sang art,Ardi masih pulang tepat waktu saat jadwal bersama dengan nya.Dan tetap menghabiskan waktu dirumah saat weekend tiba.
Mayra tidak pernah kehilangan sosok suaminya.Ardi selalu ada bersamanya dan tidur disamping nya.
Namun kini Mayra sudah kehilangan perhatian dari suaminya.Tidak ada lagi pesan yang dikirim Ardi hanya untuk mengetahui dimana dia sekarang?dengan siapa dia saat ini?akan pulang jam berapa?butuh dijemput apa tidak?
Pesan pesan yang awalnya membuat Mayra jengah dan bosan namun kini begitu dinantikan,namun tidak pernah kunjung datang.
Hingga semua itu lenyap saat sang adik ipar dinyatakan resmi hamil dan selalu mengalami morning sickness.Yang membuat Ardi jauh lebih sibuk memperhatikan adik ipar sekaligus madunya itu.
Setelah beberapa menit dihabiskan dijalanan.Akhirnya Mayra tiba disebuah gedung tinggi,dimana dia akan melampiaskan kemarahan nya pada seseorang karena merasa terabaikan.
*
*
__ADS_1
Mayra terus menerus menekan bel pintu unit itu dan masih bertahan didepan pintu meski tidak ada tanggapan dari dalam.
Entah si pemilik unit ada atau tidak.Yang pasti Mayra masih belum menyerah agar bisa meluapkan semua kemarahan dan kekecewan nya.
Hingga seseorang datang dan menanyakan apa yang sedang dilakukannya di unit yang telah kosong itu.Bahkan menurut info dari management gedung,unit itu malah sudah terjual dan siap dihuni orang baru.
"Maaf,anda siapa ya?dan ada perlu apa di unit ini"tanya seorang gadis yang diperkirakan sebaya dengan adik iparnya.
"Saya mau bertemu dengan pemilik unit ini?tp kenapa dari tadi nggak dibukain pintunya ya?"tanya Mayra dengan sedikit kesal.
"Pemilik lama apa pemilik yang baru?"
"Pe_pemilik yang baru?"
"Iya,karena pemilik yang lama sudah menjual unit ini dan kemungkinan pemilik yang baru akan mulai menempati unit ini hari ini"jelas gadis itu yang membuat Mayra melongo tak percaya.
*
*
__ADS_1
...🌸🌸🌸...