Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.39


__ADS_3

[Flash Back off]


(Flash backnya ada di Bab.2 ya...bagi yang kurang ngeuh dengan kisah flash backnya,nih Othor beri petunjuk 😁 )


...***...


Sebelum mulai,biar lebih jelas dan biar tidak bingung dengan alurnya.Silahkan para reader baca ulang bab.1-2,baru lanjut ke bab ini ya...


Soalnya Othor tidak akan tulis ulang yang sudah ada di Bab.1 dan Bab.2 karena takutnya membuat reader yang sudah tahu menjadi kurang nyaman.


Ok,sekarang kita lanjutin kisahnya ya...!!!


...🌸 Happy Reading. πŸ€—πŸ€—πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°...


.......


...🌸🌸🌸...


Kembali ke Masa kini....


Setelah menghabiskan bakso yang tadi dibawa oleh Ardi.Keduanya pun kini tengah bersantai diruang televisi sembari membahas rencana 7 bulanan yang akan dilaksanakan oleh Mayra.


Pembahasan pun kembali melebar pada titik sebuah penyesalan yang dirasakan oleh Ardi saat menyadari kondisi sang adik saat ini.


Bagaiman mana bisa Ardi dulu menyetujui ide gila istri dan adiknya yang berujung dengan sebuah penyesalan.

__ADS_1


Belum lagi saat Ardi kembali mengingat ucapan Mayra sebelum dia datang kemari untuk bertemu dengan adik sekaligus istri keduanya itu.


Semakin sesak dada Ardi kala mengingat begitu besar pengorbanan yang Realyn berikan untuknya.


Demi menjaga kehormatan dan nama baik dari sang Kakak.Realyn bersedia menghancurkan dirinya sendiri.


Dan itu tentu tidak akan bisa Ardi balas meski dengan nyawa nya.Lalu bagaimana mungkin Mayra dengan mudahnya mengucapkan kata 'murahan' dengan begitu entengnya


Tanpa tahu bagaimana Realyn sebenarnya.Bagaimana dia tetap menjaga batasan meski menginginkan dan memiliki hak atas Ardi.


"Hey,jangan menangis terus.Apa Abang tidak malu dengan adek bayi.Apa Abang akan menunjukan jika dia punya Ayah yang begitu cengeng"


Gerutu Realyn saat kembali melihat tangis penuh penyesalan yang Ardi lakukan didepan nya.


"Tentu jangan sampai anak kita tahu kalau aku Ayah yang cengeng dong sayang.Terima kasih,karena sudab hadir dan memberi warna lain dalam hidup Abang.Meski kita tidak tahu ending kita akan seperti apa?tapi semoga doamu dan doaku ada pada Aamiin yang sama"


"Aamiin Allahumma Aamiin"lirih Realyn


Yang diam diam selalu menyebut nama Ardi didalam setiap doa doanya.Meski masih terlihat abu abu,namun tidak pernah berhenti berharap dan berdoa semoga berhenti di ujung kebersamaan.


*


*


Hari yang dinanti Mayra pun akhirnya tiba.Dimana Hari ini dirinya akan melakukan acara 7 bulanan untuk kehamilan nya.

__ADS_1


Beberapa tamu undangan pun kini sudah nampak mendatangi kediaman nya dengan Ardi.Nampak juga Mamah Putri yang sengaja menyempatkan diri disela kesibukan nya menani Papah Reza berkeliling untuk menjalani perjalanan bisnis.


"Assalamu'alaikum sayang"


Ucap Mamah Putri menyapa anak dan menantunya yang tengah berbahagia itu.Namun nampaknya wajah cerah ceria hanya dimiliki oleh Mayra dan tidak dengan Ardi.


"Waalaikumsalam, Mamah ya ampun aku kangen banget Mah.Apa kabar?Papah mana Pah?"


Ardi langsung berhambur kedalam perlukan sang Mamah saat melihat wanita paruh baya itu hadir memenuhi undangan putra sulungnya.


Pasalnya selama 7 bulan ini Putri lebih banyak menghabiskan waktunya bersama dengan Reza diluar kota atau pun diluar negri.Jadi belum lagi bertemu dangan anak anaknya.


"Alhamdulillah baik Sayang.Maaf Papah tidak bisa hadir,Papah masih di jogja.Selamat ya sayang,akhirnya kamu akan menjadi seorang Ibu,penantian yang tidak sia sia ya Nak"


Jawab Mamah Putri yang kini beralih memeluk Mayra dan mengucapkan selamat karena sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.


Dan hal itu lagi lagi begitu menyayat hati seorang Ardiansyah Kurniawan.Pasalnya semua orang disana mengucapkan selamat dan mendoakan dia kebaikan pada orang yang salah.


Dan rasa bersalah itu kini kian besar dan kian menyiksa dirinya.


*


*


...🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2