Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Boncap.04


__ADS_3

Mayra masih menatap kesekitar dengan tatapan penuh kebingungan.Pasalnya tak satu atau dua santriawan dan santriwati disana memperhatikan nya dengan intens.


Tatap mereka pun kian membuat Mayra kebingungan saat dengan santainya ustad Ilyas yang tidak lain adalah ayah dari Ilham dan putra pertama dari Kyai Yusril dan Nyai Aida.


Duduk tepat di kursi yang ada disamping Mayra.Namun Mayra pun berusaha mengabaikan perasaan kurang nyaman nya.


Dan satu hal yang membuat Mayra semakin dibuat kebingungan adalah.Ternyata jika dicermati lagi,saat ini Mayra tengah menggunakan gamis yang begitu mirip dengan Nyai Aida dan juga adik perempuan Ilyas yang bernama Salma,sementara Ilyas sendiri seragaman dengan sang ayah,Ilham dan juga adik iparnya Burhan yang merupakan suami dari Salma.


Dan saat itu Mayra menyadari kenapa semua pasang mata hanya tertuju padanya.Ingin rasanya bertanya pada Nyai Aida namun waktunya nampak kurang tepat.


Selain acara sudah dimulai,posisi Nyai Aida juga lumayan cukup jauh karena terhalang oleh Ilyas,Ilham dan Burhan.


Sehingga,jika ingin berbicara dengan nyai Aida,Mayra meski beranjak dari kursinya.Xan untuk saat ini Mayra akan dianggap tidak sopan karena meninggalkan kursinya saat acara sudahh dimulai.


Dengan terpaksa Mayra pun menunda dulu rasa penasaran nya dan mungkin akan menanyakan nya nanti saat ada waktu yang tepat.


Acara pun dimulai dari pembukaan,lalu berdoa,dilanjut kata sambutan dan selanjutnya doa bersama.Semua berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Hingga dipenghujung acara,semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan.Sampai kini tiba waktunya acara jamuan yang diperuntukkan untuk semua tamu dan seluruh penghuni pondok.


Begitu pun dengan Mayra yang sudah merasa lapar ikut mengantri dijajaran barisan yang hendak mengambil sajian makanan nasi kebuli ciri khas dari timur tengah.


Namun tanpa diduga,saat masih menunggu giliran sebuah piring yang sudah terisi penuh lengkap dengan lauknya tersodor dari tangan seseorang.


Mayra menatap bingung pada piring yang kini ada didepan nya.Perlahan Mayra mengangkat kepalanya demi melihat siapa gerangan pemilik tangan yang tengah menyodorkan piring yang sudah terisi itu.


"Pa_Pak Ustad?" tanya Mayra langsung mrnundukkan kepalanya saat tahu jika pemilik tangan itu adalah Ilyas.


"Ini,sudah tersedia.Ayo kita sudan ditunggu sama Ummi didalam" ujar Ustad Ilyas sembari berjalan mendahului Mayra.


Mayra sendiri hanya terdiam,masih belum mencerna apa maksud dari ucapan dari pria itu.


"Ayo,kenapa diam?Ummi sama Abi menunggu kita untuk makan bersama" seru Ustad Ilyas lagi saat melihat Mayra hanya diam mematung ditempatnya.


Tersadar dari lamunan nya,Mayra pun melangkahkan kakinya mengikuti Ustad Ilyas masuk kedalam rumah utama.

__ADS_1


Dengan perasaan ragu dan juga entah.Mayra terus berjalan mengikuti Ustad Ilyas masuk lebih dalam lagi.Keduanya nampak menuju keruang keluarga.


Dimana semua keluarga besae keluarga dari Kyai Yusril dan juga Nyai Aida berkumpul.Saat tiba disana Mayra dibuat bingung sendiri.


Pasalnya disana tempatnya berkumpul para keluarga dan sanak saudara jauh.Sementara dirinya hanya tamu undangan.


Namun kenapa harus ikut bergabung?batin Mayra bertanya tanya.


Meski begitu Mayra tetap menurut saat Nyai Aida memintanya duduk disamping nya.Di impit oleh Nyai Aida dan juga Salma.


Sementara Ilyas langsung memisahkan diri,duduk diantara para pria pria yang tengah asik berbincang masalah bisnis dan hobi para lelaki.


"Jadi ini toh calon mu Yas?cantik ya?"seru salah satu wanita paruh baya yang duduk tepat didepan Mayra.


Deg...


Jantung Mayra terasa terhenti saat wanita yang dipanggil Bibi oleh Salma itu menyangka jika dirinya adalah calon ibu sambung Ilham.

__ADS_1


__ADS_2