
"Kapan kamu akan menjelaskan semua yang terjadi selama ini didalam hidup kamu May?"
Tanya Mamah Seli setelah hampir 3 minggu membiarkan putrinya berdiam diri didalam kamarnya.
"Maafkan Mayra Mah,Pah.Mayra sudah melakukan kesalahan besar"lirih Mayra.
"Kami akan memaafkan kamu Nak.Tapi tolong jelaskan semua yang terjadi selama ini hingga Ardi menceraikan kamu dan membuat kamu terlibat kasus kriminal?"
Setelah menghela nafas yang cukup panjang dan dalam.Akhirnya Mayra pun menceritakan bagaimana dirinya dulu mulai terlibat cinta terlarang dengan Arman.
Lalu bagaimana dirinya harus mengambil keputusan besar saat harus memilih menggugurkan kandungan nya demi kelangsungan hidupnya dan demi menyelesaikan pendidikan tanpa gangguan karena harus mengurus bayi hasil hubungan nya dengan Kakak iparnya sendiri.
Mayra pun akhirnya jujur mengenai hubungan Ardi dan adik iparnya,yaitu Realyn.Dan Mayra pun akhirnya jujur kepada kedua orang tua nya jika Realyn harus kehilangan kesucian nya karena ulah dirinya yang dengan tega nya memasukan obat perangsang diminuman Ardi maupun Realyn sewaktu Ardi dan Realyn pergi keluar negri untuk melakukan inseminasi.
Namun ternyata setelah dua kali mencoba masih gagal dan hasilnya Realyn tetap hamil dengan cara yang normal,dengan berhubungan badan dengan Ardi tentunya.
Bu Seli pun sampai pingsan untuk kedua kalinya setelah mendengar semua pengakuan dari Mayra.Sedangkan Pak Hardi sendiri merasa bersalah dan merasa malu pada keluarga mantan besan nya itu.
Dia tidak menyangka jika selama ini putrinyalah yang bermasalah.Namun seluruh keluarganya malah selalu menyalahkan Ardi.Pak Hardi juga tidak menyangka jika putrinya mampu mencelakakan wanita hamil yang tidak lain adalah Realyn,adik sekaligus istri kedua yang kini menjadi istri satu satunya untuk Ardi.
__ADS_1
Pria yang tak lagi muda itu kini dalam kondisi yang sangat begitu terpuruk.Selain shock mendapati fakta tentang putri bungsunya.
Perceraian kedua putrinya secara bersamaan pun cukup membuat beban pikiran untuk dirinya di usia senjanya.Di usia yang harusnya tengah menikmati masa tua dengan bersantai bersama cucu cucu nya.
Namun dirinya kini malah menghadapi masalah yang begitu rumit dan pelik.Terlebih lagi dengan Permasalahan Mayra yang terjerat kasus hukum karena terbukti bersalah dengan sengaja menabrak Realyn.
*
*
"Sayang,kapan kamu akan bangun?anak kita sudah sehat dan sudah seminggu berada dirumah bersama dengan Mamah.Sekarang,dia tengah menunggu kepulanganmu.Ayo cepatlah bangun,agar dia bisa segera mendapatkan ASI darimu"lirih Ardi.
Namun Ardi tak pernah lelah untuk menemani dan memberi dukungan untuk sang istri agar segera terbangun dari tidur panjang nya.
Bahkan Ardi menyerahkan semua pekerjaan nya dikantor pada asisten pribadinya dan sesekali akan datang namun tidak lama,hanya sekedar mengecek dan melihat keadaan kantor dan perusahaan.
Selebihnya Ardi akan bekerja diluar kantor.Lebih tepatnya,Ardi bekerja dirumah sakit sembari menunggu dan merawat sang istri.
"Assalamu'alaikum"
__ADS_1
Seruan salam membangunkan Ardi dari lamunan nya dan segera menoleh sembari menjawab salam nya.
"Wa'alaikumsalam,Mamah sama siapa kemari?"
Tanya Ardi lalu bangkit dari duduknya dan menghampiri sang Mamah yang nampak kerepotan membawa tas bekal makanan dan juga menggendong sikecil putri dari Ardi dan juga Realyn.
Myesha Safeera Kurniawan.Akhirnya nama itu diambil oleh Ardi tanpa menunggu Realyn untuk menyelesaikan administrasi kependudukan.
Dan hal itu juga disarankan oleh kedua orang tuanya melihat keadaan Realyn yang masih belum menunjukan tanda tanda akan segera bangun.
"Sama supir Nak.Shasa rewel,sepertinya dia kangen sama kamu dan Mamah nya"
"Hey anak Ayah,kenapa rewel sayang?sini gendong sama Ayah ya?"
Ardi pun mengambil alih Myesha dari gendongan Mamah Putri dan menimang bayi mungil yang kini sudah bisa dipakaikan dress cantik berwarna pink lengkap dengan bando yang senada dengan dress yang dia kenakan.
*
*
__ADS_1
...🌸🌸🌸...