Meminjam Rahim Adikku

Meminjam Rahim Adikku
Bab.32


__ADS_3

Lagi lagi jantung Realyn dibuat tidak baik baik saja oleh perbuat Ardi yang kembali mendaratkan satu kecupan diwajah Realyn.


Bukan hanya jantungnya yang dibuat tidak baik baik saja oleh perbuatan Ardi saat ini namun kaki ini mampun membuat mata Realyn melotot sempurna kala bibir tebal nan kenyal milik Ardi mendarat sempurna dibibir ranum milik Realyn.


Hingga beberapa saat tubuh Realyn dibuat membeku oleh perbuatan Ardi.Pasalnya dia sama sekali tidak pernah menyangka jika sang kakak akan melakukan itu dalam keadaan sadar sesadar sadarnya.


Merasa tidak mendapatkan respon diwanitanya,Ardi pun mau tidak mau melepat pangutan diantara keduanya.


"Bang?"lirih Realyn menundukan kepalanya,guna menyembunyikan rona merah diwajahnya.


Sumpah demi apa,meski kaget tapi tidak bisa Realyn pungkiri jika hatinya bersorek bahagia mendapat serangan dadakan itu.


'Ah,hati.Apa kamu masih baik baik saja setelah in?'batin Realyn.


"Kenapa?kamu tidak suka?maaf,jika Abang sudah kelewatan.Abang hanya sudah tidak bisa lagi menyembunyikan rasa ini"tanya Ardi penuh dengan perasaan khawatir dan takut.


Takut jika setelah ini sang adik akan merasa risih dan kemudian akan menjaga jarak dengan nya.Sungguh hal yang jauh lebih menakutkan dibandingkan seandainya harus berpisah dengan Mayra.


Deg...


'Ya tuhan,haruskah mulai saat ini aku ganti jantung agar setiap bersama Bang Ardi tidak akan merasakan jantung yang tidak baik baik saja ini?'batin Realyn lagi.


"Ma_maksud Abang apa?menyembunyikan apa?"tanya Realyn memberanikan diri mendongakkan kepalanya dan menatap sang Kakak saat dia bertanya.

__ADS_1


"Perasaan yang seharusnya tidak Abang miliki Dek.Perasaan yang sudah mati matian Abang coba lenyapkan.Perasaan yang tidak seharusnya dimiliki seorang Abang pada Adiknya.Maaf jika Abang sudah lancang memiliki perasaan ini"lirih Ardi yang membuat Realyn mendadak bingung dan tidak bisa mencerna setiap ucapan Ardi hingga harus kembali bertanya.


"Perasaan?perasaan apa Bang?tolong jelaskan agar aku mengerti"tanya Realyn lagi namun...


Greepppp


Bukan jawaban yang Realyn dapat,melainkan sebuah pelukan yang begitu erat membelenggu tubuhnya kini.


Belum lagi usai keterkejutan Realyn akan sikap Ardi saat ini,Realyn kembali dikejutkan oleh tubuhnya yang tiba tiba meremang saat Ardi menenggelamkan wajahnya diceruk leher Realyn dan berbisik dengan suara paraunya.


"Aku mencintaimu Dek.Bukan sebagai Kakak pada Adiknya,tapi sebagai seorang pria pada wanitanya"


Deg....


Memenuhi pikiran nya,hingga tidak ada celah untuknya memikirkan hal lain.Bahkan Realyn melupakan konsekuensi dari apa yang dia lakukan bersama Ardi saat ini.


Bagaimana jika kedua orang tuanya tahu apa yang kedua anaknya lakukan.Bahkan bisa saja Mamah Putri atau Papah Reza terkena serangan jantung jika mengetahui sang putri tengah hamil oleh putra sulung mereka.


Gila,bwnar benar gila.Namun saat ini semua kekhawatiran itu seakan tertutup oleh sebuah rasa yang tengah membuncah dihati masing masing.


Sebuah rasa yang sudah lama terkubur rapat kini harus bertumpah ruang bagai banjir bandang yang menerjang apapun yang menghdang.


Ardi sudah tidak mampu lagi menutupi perasaan cintanya pada sang adik yang dia simpan sejak sang adik memasuki sekolah menengah atas.

__ADS_1


Penampilan Realyn yang kian hari kian dewasa mampun menumbuhkan perasaan yang berbeda dalam diri pria yang sejak lahir sudah dibesarkan oleh Papah Reza itu.


Namun sekuat tenaga Ardi menyimpan rasa itu karena tidak ingin membuat kedua orang tua yang sudah dengan ikhlas menerima kehadiran nya dan menyayangi nya dengan tulus.


Merasa jika perasaan nya sebuah kekeliruan maka Ardi pun mencoba memulai sebuah hubungan dengans seseorang namun gagal.


Hingga kesempatan melupakan Realyn pun tiba saat sang adik memutuskan study diluar.Bahkan demi melancarkan aksi melupakannya itu.


Ardi bahkan membatasi berkomunikasi dengan sang adik meski rasa rindu begitu menyiksanya.Hingga pada Akhirnya Ardi bertemu dengan Mayra.


Seorang gadia yang sejenak bisa mengalihkan dunianya yang sejak awal hanya ada tentang Realyn kini bisa sedikit melupa dengan kehadiran gafia itu.


Merasa sudah saling cocok dan menerima kekurangan satu sama lain.Akhirnya Ardi pun memutuskan untuk menikahi Mayra tepat disaat sang adik tengah menghadapi ujian yang sama sekali tidak bisa ditinggalkan.


Jika ditinggalkan maka harus mengulang lagi.Hingga dengan berat hati Realyn pun absen dari hari yang bersejarah untuk sang kakak.


Namun tidak pernah Realyn duga sebelumnya jika hal itu disengaja oleh sang kakak agar dirinya mantap memulai hidup dengan wanita pilihan nya tanpa bayang bayang sang adik tercinta.


*


*


...🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2