
"Kamu bilang apa barusan?"
Tanya Ardi menatap tak percaya jika sang istri membalas ungkapan cintanya.Bahkan kini kedua tangan kekarnya menangkup wajah cantik Realyn demi mendapat jawaban yang lebih jelas lagi.
"U_ulangi,co_coba ulangi apa yang kamu bilang barusan?"
Tanya Ardi lagi dengan sedikit menuntun.
"Aku juga Mas Ardi,aku juga cinta sama kamu.Sungguh"
Jawab Realyn pada akhirnya.Kini keduanya pun sudah tidak bisa lagi memendap perasaan mereka saat ini.
Tidak Realyn pungkiri jika kebersamaan mereka selama ini telah menumbuhkan benih benih cinta didalam hatinya.
Namun status nya sebagai seorang adik untuk Ardi membuat Realyn harus sekuat tenaga menutupi perasaannya demi menjaga hubungan persaudaraan diantara mereka.
Tapi setelah mendengar semua pengakuan Ardi padanya,rasanya tidak ada lagi yang akan menghalangi cinta keduanya.
Namun dengan begitu,mereka tidak bisa langsung berbahagia begitu saja.Mereka masih harus berjuang satu kali lagi untuk mendapatkan restu dari sang Papah yang mungkin saja belum mengetahui apa yang menimpa putra dan putrinya saat ini.
Ardi pun menarik tubuh mungil sang istri masuk kedalam pelukan nya.Pelukan pertama mereka setelah mengkui perasaan satu sama lain.
Kini bukan lagi pelukan seorang Abang terhadap Adiknya namun mulai saat ini pelukan itu akan berbeda,menjadi pelukan dari suami untuk istrinya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang,terima kasih.Terima kasih karena sudah membalas perasaanku padamu"
"Aku juga berterima kasih,karena Mas masih menjaga perasaan itu untuk aku"
Jawab Realyn yang langsung mendapatkan ciuman mesra dikening nya dari Ardi.Realyn mendongakkan kepala agar bisa melihat wajah Ardi dari jarak yang lebih dekat lagi.
Deg...
Jantung keduanya tiba tiba saja berdisko ria didalam sana saat netra mereka bertemu dan saling mengunci.
Ardfi semakin memajukan wajahnya menjadi semakin lebih dekat lagi dengan wajah Realyn.Realyn sendiri yang seakan mengerti dengan maksud Ardi mendekatkan wajahnya.
Langsung spontan menutup kedua matanya hingga sesuatu yang terasa kenyal dan sedikit lembab itu menempel sempurna di atas bibir ranum nya.
Bak gayung bersambut,ciuman itu semakin menuntun dan semakin berani saat Realyn membalas ciuman nya.
Dan ciuman yang awalnya hanya sekedar kecupan pun kini berubah menjadi ciuman yang cukup panas dan menuntut.
Tidak Ardi pungkiri jika saat ini dia begitu memenginginkan lebih dari sekedar berciuman saja.
Hubungannya dengan Mayra yang sejak malam panasnya dengan Realyn menjadi renggang membuatnya tidak mendapatkan pelepasan selama beberapa bulan terakhir ini.
Rasa lelah karena harus hidup didua atap yang berbeda juga menjadi faktor penyebab utamanya.Dan saat berada dirumah Mayra hanya tidur lebih lama yang Ardi butuhkan.
__ADS_1
Tidak jarang juga Ardi menolak ajakan sang istri untuk melakukan nya karena dilanda rasa lelah yang teramat sangat melanda tubuhnya.
"Sa_sayang,bo_bolehkah malam ini aku menengok anak kita?"
Tanya Ardi disela deru nafas yang memburu setelah pangutan keduanya terlepas.
Dengan wajah yang merona dan juga nafas yang masih ngos ngosan,Realyn menganggukan kepalanya lalu menunduk malu.
Seperti mendapatkan oase ditengah tengah gurun pasir,Ardi langsung berjingkrak kegirangan didalam hatinya.
Dengan perlahan Ardi pun menuntun Realyn agar terbaring diranjang yang mereka tempati saat ini.Ardi tak henti hentinya menatap netra sang istri demi meyakinkan jika malam ini dirinya bisa menyetuh sang istri lebih jauh lagi.
"Kamu yakin?jika malam ini aku boleh melakukan nya?"
Tanya Ardi lagi untuk meyakinkan sang istri agar tidak ada penyesalan dikemudian hari.
Dengan perasaan yang gugup dan juga canggung Realyn kembali menganggukan kepalanya.
"Lakukanlah,malam ini aku milikmu Mas".
*
*
__ADS_1
...🌸🌸🌸...