Menantu Benalu

Menantu Benalu
Bab 31 ( Siang pertama Mentari dan Angga )


__ADS_3

Mentari tiada hentinya mengucap syukur atas semua yang Allah SWT berikan kepadanya saat ini, lalu kemudian dia mengucapkan Salam pada saat pertama kali masuk ke dalam rumah barunya.


Tiba-tiba saja Angga yang berada di belakang Mentari mengangkat tubuh nya, lalu berjalan menuju kamar utama dengan menggendong tubuh Mentari.


"Abang mau ngapain? baru sembuh gak boleh angkat-angkat berat dulu Bang," ujar Mentari.


"Abang udah lapar nih mau buka puasa," jawab Angga dengan tersenyum dan membawa Mentari masuk ke dalam kamar mereka.


Angga langsung menurunkan Mentari ketika mereka berdua sampai di dalam kamar, dan lagi-lagi Mentari merasa takjub dengan kamarnya yang saat ini sudah di sulap menjadi kamar pengantin yang begitu indah.


"Abang kapan menghias kamarnya, kita kan baru pulang dari rumah sakit?" tanya Mentari.


"Abang kemarin minta bantuan kepada Asisten di kantor untuk mengurus dekor kamarnya, sayang suka kan?" tanya Angga. Mentari pun menganggukkan kepala serta tersenyum malu karena Angga mendekatkan wajahnya.


"Kenapa masih malu sayang, kita kan sudah dua minggu menikah, apa boleh Abang meminta hak Abang sebagai seorang Suami?" tanya Angga dengan berbisik di telinga Mentari. Dan Mentari lagi-lagi hanya menganggukan kepalanya.


"Maaf ya sayang, karena saat kita menikah Abang tidak bisa memberikan malam pertama untuk Mentari, sekarang Abang akan memberikan siang pertama untuk istri Abang yang cantik ini," ujar Angga dengan menci*um bibir Mentari, sehingga Mentari pun terbuai dengan semua yang dilakukan oleh Suaminya.


Pada Akhirnya siang itu menjadi siang pertama untuk pasangan yang sudah menjadi Suami-istri tersebut merasakan indahnya surga dunia.


......................


Di tempat lain Fajar tiba-tiba merasakan sesak dalam dadanya ketika mendapat laporan jika Angga sudah sembuh dan membawa Mentari pulang ke rumah baru mereka.


Ada rasa tidak rela pada saat Fajar membayangkan Mentari yang sudah dimiliki oleh Angga seutuhnya.


"Seharusnya aku tidak boleh seperti ini, seharusnya aku bahagia ketika mendengar perempuan yang aku cintai bahagia," ujar Fajar yang saat ini menyembunyikan tangisannya dengan menundukkan kepala di atas meja kerja nya.


Fajar merasa frustasi dengan perasaannya yang sudah mengalahkan akal sehatnya sehingga dia menumpahkan semuanya lewat tangisan.


ini terakhir kali kamu menangis Fajar, ikhlaskan Mentari yang sudah dimiliki oranglain, biarkan dia bahagia dengan Suaminya, ucap Fajar dalam hati, sehingga Fajar pun akhirnya memutuskan untuk menghentikan pengawasan yang selama ini dia lakukan terhadap Mentari.

__ADS_1


Mulai sekarang aku tidak akan mengawasimu lagi Mentari, karena kamu sudah mempunyai Suami yang akan selalu menjaga serta membahagiakanmu, biarlah aku menyimpan rasa cinta ini di dalam hatiku untuk selamanya. batin Fajar.


"Mulai saat ini aku harus fokus untuk membalas dendam terhadap Jingga dan Bram," gumam Fajar, lalu kemudian dia menghubungi Lastri.


📞"Selamat siang Tuan," ucap Lastri.


📞"Lastri apakah kamu sudah menjalankan misi kita?" tanya Fajar.


📞"Sudah Tuan, sebentar lagi tua bangka itu akan segera menuju neraka karena setiap hari saya sudah mencampurkan obat ke dalam minumannya," jawab Lastri.


📞"Kerja bagus Lastri, aku akan memberikan bonus untukmu," ujar Fajar dengan menutup sambungan telponnya.


Fajar menyuruh Lastri untuk memberikan obat kepada Bram supaya secara perlahan fungsi organ tubuhnya mati, dan itu akan mengakibatkan stroke bahkan kematian untuk orang yang mengkonsumsinya.


......................


Pagi ini Bram merasakan hal yang aneh pada tubuhnya, karena pada saat dia bangun, Bram tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.


"Mas kamu kenapa?" tanya Lastri.


"Aku tidak tau, kenapa semua badanku tidak bisa digerakkan," jawab Bram.


"Ya sudah, kalau begitu aku akan telpon Dokter dulu," ujar Lastri.


Setelah beberapa saat, Dokter akhirnya datang untuk memeriksa kondisi Bram, kemudian Dokter menyarankan supaya Bram dibawa ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena diagnosis awal Bram mengalami gejala stroke.


"Aku tidak mau lumpuh Lastri, aku tidak mau menjadi orang yang tidak berguna," teriak Bram masih dengan posisi terbaring.


"Kamu harus sabar mas," karena secara perlahan aku akan mengirim kamu ke dalam neraka, lanjut Lastri dalam hati.


Semakin hari kondisi Bram semakin parah, tapi Lastri tidak mau membawanya ke Rumah Sakit, apalagi saat ini Bram sudah tidak bisa bicara.

__ADS_1


"Sebaiknya aku menyerahkan tua bangka ini kepada Istri sah nya, aku sudah cape mengurusinya," gumam Lastri, lalu kemudian dia menelpon Jingga untuk membawa Bram dari rumahnya.


📞"Ada apa kamu meneleponku perempuan ja*lang?" tanya Jingga.


📞"Aku mau mengembalikan Suamimu, kalau kamu mau kamu bisa mengambilnya ke rumahku," jawab Lastri kemudian menutup panggilannya.


"Apa yang sudah terjadi, kenapa perempuan itu ingin mengembalikan mas Bram kepadaku? apa dia sudah mulai bosan? tapi lumayan lah daripada aku kesepian," ujar Jingga dengan bergegas menuju rumah Lastri.


Sesampainya di rumah Lastri, Jingga merasa syok melihat keadaan Bram saat ini yang sudah tidak bisa apa-apa.


"Kenapa kamu ingin mengembalikannya kepadaku setelah kondisinya begini? aku tidak mau mempunyai suami yang ca*cat, lebih baik kau urus saja dia !!" ujar Jingga.


"Aku hanyalah istri siri nya, jadi kamu yang punya tanggung jawab untuk mengurusnya, aku juga sudah cape mengurusnya selama sebulan ini," jawab Lastri.


"Kamu pikir kamu bisa seenaknya mengembalikan sesuatu yang sudah tidak berguna lagi?" tanya Jingga.


"Kamu beruntung Jingga, karena dia masih mempunyai perusahaan, jadi jika kamu bersedia mengurusinya, perusahaan itu bisa kamu ambil alih," jawab Lastri.


Jingga yang sudah membayangkan bisa berkuasa di perusahaan milik Bram pun langsung berbinar mendengarnya, dan tanpa berpikir lagi, dia kemudian membawa Bram pulang ke rumahnya.


"Dasar perempuan bodoh, dia pikir selama ini Bram yang memiliki hak penuh atas perusahaan, dia sepertinya belum tau kalau Bram hanya memiliki dua puluh persen saja saham di Angkasa grup, karena pemilik sebenarnya adalah Tuan Fajar," ujar Lastri dengan tertawa.


......................


Mentari dan Angga memutuskan untuk mengadakan acara syukuran rumah baru mereka yang akan di selenggarakan bersama dengan acara pernikahan mereka secara Negara.


"Bang, kenapa kita gak langsung ke KUA saja buat mengesahkan pernikahan kita, Mentari malu kalau harus ngundang banyak orang, apalagi status kita di buku nikah nanti Janda sama perjaka," rengek Mentari yang saat ini berada di dalam dekapan Suaminya.


"Tidak apa-apa sayang, itu kan hanya sebuah status, buktinya Abang sendiri kan yang pertama untuk Mentari, meskipun Mentari Janda tapi rasa pera*wan," bisik Angga, sehingga membuat Mentari malu.


"Tapi kita gak usah ngundang banyak orang ya, cukup tetangga yang dekat saja," ujar Mentari.

__ADS_1


"Ya sudah gimana sayangnya Abang saja," jawab Angga yang mengikuti semua kemauan Istrinya.


__ADS_2