
Jingga dipaksa oleh Mommy Sandra untuk menginap di rumah Mentari karena Mommy Sandra takut jika berada di rumah sendirian.
"Jingga nginep di sini saja ya, Mommy takut kalau harus sendirian di rumah," ujar Mommy Sandra.
"Ya sudah kalau begitu Jingga nginep di sini, lagian Supir Jingga juga gak bisa jemput karena ijin untuk mengantarkan Ibunya ke luar kota."
"Makasih ya sayang, Jingga benar-benar Menantu idaman deh," ujar Mommy Sandra dengan memeluk tubuh Jingga.
Jingga sebenarnya tidak suka dengan Mommy Sandra, tapi dia pura-pura suka saja supaya mendapatkan dukungan untuk meluluhkan hati Angga.
Kalau bukan karena keinginanku yang menginginkan kehidupan Mentari hancur, ogah banget harus deket-deket sama Nenek lampir yang cerewet dan mata duitan ini. Lihat saja nanti, kalau aku sudah berhasil mendapatkan Angga, aku bakalan masukin kamu ke Panti Jompo, batin Jingga.
Tiba-tiba saja terjadi pemadaman listrik sehingga Mommy Sandra yang merasa ketakutan terus saja memegangi tangan Jingga.
"Gimana nih Jingga, Mommy kan phobia gelap, kok pake acara pemadaman listrik segala sih, padahal Mommy udah gak kuat pingin BAB," ujar Mommy Sandra dengan berkali-kali buang angin, sehingga membuat Jingga merasa mual.
Aduh sumpah gue gak kuat banget, baunya bikin gue hampir pingsan, batin Jingga dengan terus memencet hidungnya.
"Jingga sekarang antar Mommy ke Toilet ya, Mommy udah gak kuat banget nih pengen buang hajat," rengek Mommy Sandra.
Jingga dengan terpaksa mengantar Mommy Sandra ke toilet. Setelah mereka berdua berada di depan pintu toilet, Mommy Sandra menyuruh Jingga untuk ikut menemaninya masuk ke dalam toilet juga, karena merasa ketakutan, dan saat ini satu-satunya cahaya yang menerangi mereka hanyalah handphone Jingga.
"Jingga, ayo temenin Mommy di dalam, Mommy udah gak kuat, mules banget nih," rengek Mommy Sandra.
"Jingga tunggu di sini saja ya Mom, soalnya Jingga gak bisa berada di ruang sempit lama-lama."
"Jingga kok tega banget sih sama Mommy, Mommy kan takut gelap."
"Ya udah gini aja deh, sekarang Mommy masuk ke dalam toilet, terus Mommy buka aja pintunya, Jingga bakalan terus nunggu Mommy di sini," ujar Jingga yang sudah merasa kesal dengan sikap Mommy Sandra.
"Awas ya, Jingga jangan tinggalin Mommy !!"
"Iya..iya, udah cepetan Mommy masuk, kalau sampai brojol di sini bisa berabe kan," ujar Jingga.
__ADS_1
Akhirnya Mommy Sandra masuk ke dalam toilet dengan pintu toilet yang sengaja di buka supaya bisa mendapatkan cahaya dari handphone Jingga. Jingga yang sudah tidak kuat mencium aroma tidak sedap pun langsung saja mengeluarkan semua isi perutnya.
"Akhirnya selesai juga," ujar Mommy Sandra dengan mengelus perutnya ketika ia keluar dari dalam toilet.
"Maafin Mommy ya Jingga, tadi Mommy makan jengkol, kamu pasti bau ya makanya sampai muntah."
"Gak apa-apa kok Mom, yuk sekarang kita tidur saja, kepala Jingga juga rasanya pusing banget."
"Tapi Jingga tidurnya sama Mommy juga ya, sepertinya listrik juga padamnya sampai pagi."
"Ya udah Jingga pasti bakalan selalu temenin Mommy."
Males banget sebenernya kalau harus tidur sama Nenek lampir, biasanya kan tiap malam tidur sama Pangeran. David, cepet pulang, aku udah kangen banget sama kamu, ucap Jingga dalam hati.
Jingga dan Mommy Sandra akhirnya bersiap untuk tidur. Baru juga beberapa menit mereka merebahkan tubuh di kasur, Mommy Sandra sudah terdengar mendengkur.
"Mom sudah tidur ya?" tanya Jingga, tapi tidak ada jawaban dari Mommy Sandra.
"Sepertinya Mommy sudah tidur, sebaiknya aku tidur juga," gumam Jingga.
Pada saat Jingga memutuskan untuk pindah kamar, Mommy Sandra terus saja memeluknya sehingga Jingga tidak dapat pergi kemana-mana.
Sial banget sih aku hari ini, awas saja kamu Nenek Lampir, setelah aku berhasil mendapatkan Angga, aku akan membuat kamu menjadi Pembantu di rumah ini, umpat Jingga dalam hati.
......................
Stella saat ini menangis menyesali perbuatan yang sudah dia lakukan bersama David.
"Kenapa kamu tega merampas kesucian yang selama ini aku jaga David," ujar Stella dengan memukuli David.
"Sayang, apa kamu lupa kalau semalam kamu yang sudah memaksaku untuk melakukan semua itu," jawab David.
"Tapi semalam ada yang aneh dalam tubuhku, aku merasa kepanasan dan gejolak yang begitu hebat pada tubuhku, sehingga aku menginginkan sentuhan. Apa kamu yang sudah merencanakan semua ini?" tanya Stella.
__ADS_1
"Maafkan aku Stella, aku terpaksa melakukannya, karena aku benar-benar mencintai kamu."
"Tapi tidak begitu caranya David, kita kan bisa menikah terlebih dahulu. Aku kecewa sama kamu, bagaimana nanti kalau aku sampai hamil?"
"Kamu tenang saja ya, aku akan mempertanggungjawabkan semua yang telah aku lakukan sama kamu, karena aku benar-benar mencintai kamu sayang," ujar David dengan memeluk tubuh Stella.
Kamu sekarang sudah tidak bisa terlepas dariku Stella, karena aku yakin kalau sebentar lagi kamu akan hamil Anakku. Mau tidak mau, nanti kamu harus menerimaku sebagai Suami kamu meskipun kamu mengetahui identitas dan pekerjaanku yang sebenarnya kalau aku hanyalah Anak orang miskin yang bekerja sebagai seorang Supir, batin David dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Ya sudah, sebaiknya sekarang kita turun ke bawah untuk sarapan," ajak David.
"Tapi aku susah berjalan, karena ini sangat sakit," ujar Stella dengan malu-malu.
"Maafkan aku ya sayang, kamu kesakitan karena baru pertama kali melakukannya, nanti juga kamu tidak akan merasa kesakitan lagi," ujar David dengan senyumannya yang menggoda, sehingga membuat hati Stella meleleh dibuatnya.
"Terus kita makannya gimana donk?" tanya Stella.
"Kita pesen saja makanannya supaya di antar ke sini. Ya sudah sekarang kamu mandi ya, biar aku bantu ke kamar mandi," ujar David dengan mengangkat tubuh Stella dan membawanya ke dalam kamar mandi.
David berkali-kali mencoba menelpon layanan hotel untuk memesan makanan, tapi saat ini sedang terjadi gangguan, sehingga akhirnya dia memutuskan turun ke lantai bawah untuk membeli makanan.
David kembali berpapasan dengan Mentari dan Angga yang hendak sarapan juga.
"Mas gimana Istrinya tidak kenapa-napa kan?" tanya Mentari.
"Alhamdulillah Istri saya baik-baik saja Mbak," jawab David.
"Alhamdulillah kalau begitu," ucap Mentari.
David sebenarnya sudah mengenal Mentari lewat Jingga, karena beberapa kali David pernah Jingga suruh untuk memata-matai Mentari.
David bergegas memesan makanan, karena dia tidak mau kalau Stella sampai kelaparan, tapi dia tidak mendapatkan kursi untuk duduk karena semua meja di Restoran sudah penuh.
"Mas lagi bingung nyari tempat duduk ya? kalau mau gabung di sini aja gak apa-apa, kami tidak keberatan kok," ujar Mentari.
__ADS_1
"Terimakasih ya Mbak, Mas. Mungkin karena waktunya sarapan makanya semua meja penuh," ujar David yang kini ikut bergabung bersama Angga dan Mentari untuk menunggu makanan pesanannya.
Mentari sepertinya perempuan yang baik, tapi kenapa Jingga begitu membenci Adik kandungnya sendiri dan terobsesi ingin menghancurkan hidupnya, padahal Mentari sudah sangat hancur oleh perbuatan Jingga yang sudah menyabotase mobil Fahri, sehingga Suami Mentari meninggal. Kasihan sekali nasib Mentari, karena mungkin sebentar lagi dia juga akan kehilangan Suaminya, ucap David dalam hati, karena David tau betul semua kegilaan yang akan Jingga lakukan, karena semua hal tentang kehidupan Jingga, sudah Jingga ceritakan semuanya kepada David.