
Setelah terus merayu Jingga dengan berbagai macam cara, akhirnya David berhasil membujuk Jingga supaya dia bisa pergi untuk menemui Stella.
"Maafkan aku Jingga karena aku telah membohongi kamu, tapi aku sudah terlanjur jatuh cinta kepada Stella, dan aku sudah berniat untuk memilikinya" gumam David, lalu masuk ke dalam mobil mewah milik Jingga yang selalu dia pakai.
Setelah menempuh satu jam perjalanan, akhirnya David sampai di rumah yang di akui Stella sebagai rumahnya.
"Sepertinya dulu aku pernah ke sini untuk mengantar Jingga, semoga saja Jingga dan Stella tidak saling mengenal," gumam David kemudian membunyikan klakson mobilnya ketika dia berada di depan gerbang.
Stella berteriak dari teras supaya Mang Diman membukakan pintu pagar untuk David.
"Mang, cepetan buka gerbangnya," teriak Stella.
Setelah pintu gerbang di buka, David kemudian memarkirkan mobilnya di halaman rumah.
"Stella, mobilnya David bagus banget ya, Mommy jadi pengen nyobain naik juga deh," ujar Mommy Sandra dengan matanya yang terlihat berbinar.
"Jangan malu-maluin deh Mom, kayak orang kampung aja," sindir Stella.
"Permisi Tanteu, Stella, bagaimana kabarnya?" ujar David pada saat menghampiri Stella dan Mommy Sandra yang telah menunggunya di teras.
"Jadi ini ya yang namanya David? ternyata namanya setampan orangnya," puji Mommy Sandra.
"Terimakasih Tanteu atas pujiannya."
"Jangan panggil Tanteu, panggil saja Mommy," ujar Mommy Sandra dengan langsung menggandeng tangan David untuk masuk ke dalam rumah.
Stella langsung cemberut melihat Mommy Sandra yang terlihat enggan melepaskan tangannya dari David.
Kenapa sih Ibunya Stella ganjen banget sama aku, mana Stella udah cemberut karena tanganku terus saja di pegang oleh Ibunya, ucap David dalam hati.
"Ekhem, Mom bisa gak tangannya David Mommy lepasin dulu, kasihan nanti David merasa gerah," ujar Stella yang langsung menarik tangan Mommy Sandra.
__ADS_1
"Aduh, maaf ya Nak David, Mommy suka pengen nempel terus kalau lihat yang bening-bening."
"Mom, gak usah ganjen deh, ingat David itu calon Suami Stella," bisik Stella.
Kalau aja aku lebih dulu ketemu sama David, aku bakalan pepet terus tuh supaya David klepek-klepek sama aku, mana wajahnya ganteng, udah gitu badannya kekar sekali, Stella beruntung sekali bisa mendapatkan David, ucap Mommy Sandra dalam hati, karena Mommy Sandra sudah menyukai David pada pandangan pertama.
"Maaf Stella, kalau boleh tau ada apa ya tadi nyuruh aku untuk datang ke sini?" tanya David.
"David aku sekarang hamil anak kamu. Kamu lihat sendiri hasil testpack nya, dan aku berani bersumpah kalau aku tidak pernah melakukannya dengan oranglain," ujar Stella dengan memperlihatkan hasil tes kehamilan kepada David.
Bagaimana ini, kenapa aku jadi bingung. Aku sebenernya bahagia karena mempunyai alasan untuk menikahi Stella, tapi sekarang Jingga juga sedang hamil anakku, dan pasti jika aku memilih Stella, Jingga akan terus mendesak Angga supaya menikahinya, lalu Mentari akan kehilangan Suaminya, batin David yang kini berada dalam dilema.
"Kenapa kamu diam saja David? apa kamu masih ragu jika bayi yang ada dalam kandunganku adalah Anak kamu?" tanya Stella yang sudah merasa geram karena David belum juga mengambil keputusan.
"Maafkan aku Stella, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya butuh waktu untuk memikirkan semuanya?"
"Kenapa sekarang kamu malah berkata membutuhkan waktu, apa kamu berpikir juga tentang konsekuensi yang akan terjadi kepadaku pada saat kamu merenggut kehormatanku waktu itu?" tanya Stella dengan berlinang airmata, tapi Mommy Sandra hanya diam saja dengan terus memandangi wajah David tanpa berniat membuka suara untuk membantu Stella.
"Mom, kenapa sekarang Mommy malah diam aja kayak patung? tadi kan Mommy yang maksa Stella supaya segera meminta David untuk bertanggungjawab," ujar Stella, tapi Mommy Sandra masih terlihat fokus memandangi wajah tampan David.
David yang merasa diperhatikan terus oleh Mommy Sandra pun bergidik ngeri.
Kenapa sih dengan Ibunya Stella, daritadi kok terlihat nafsu sekali memandangi wajahku, masa Nenek-nenek aja sampai terpikat oleh pesonaku sih, ucap David dalam hati.
"Mom, bantu Stella ngomong donk, tadi Mommy kan udah janji," ujar Stella dengan menarik tangan Mommy Sandra.
"Apaan sih Stella, Mommy tuh lagi fokus memandangi ciptaan Tuhan yang begitu indah untuk di pandang."
"Apa maksud Mommy berbicara seperti itu? jangan bilang kalau Mommy naksir juga sama David," ujar Stella.
"Mommy hanya mengaguminya saja Stella, tapi sayangnya Mommy tidak bisa memilikinya," celetuk Mommy Sandra sehingga membuat Stella semakin geram.
__ADS_1
"Tadi aja sebelum ketemu sama David, Mommy berkata kalau Mommy akan mengancam David kalau sampai David tidak mau bertanggungjawab sama Stella, bahkan Mommy mau melaporkan David ke Polisi."
"Kapan Mommy berkata seperti itu? kamu jangan mengada-ngada deh. Maaf ya Nak David, Stella sepertinya berniat menjatuhkan reputasi Mommy saja," ujar Mommy Sandra dengan cengengesan.
"Stella, aku pasti akan bertanggungjawab sama kamu, tapi aku minta waktu dulu untuk berpikir, dan aku juga harus membicarakan semuanya dengan keluargaku, aku mohon pengertianmu ya sayang," ujar David dengan menggenggam erat tangan Stella, tapi Mommy Sandra langsung melepaskan tangan Stella, lalu sekarang tangannya yang beralih menggenggam tangan David.
"Mommy kok jadi genit begini sih, Mommy harus ingat kalau David itu calon Menantu Mommy," tegas Stella.
"Kenapa jadi kamu yang sewot sih Stella, Nak David aja gak kenapa-napa Mommy pegangin," ujar Mommy Sandra yang sudah terpikat oleh pesona seorang David.
Stella dan Mommy Sandra terus saja berdebat memperebutkan David, sampai akhirnya terdengar suara seseorang yang mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum," ucap Mentari dan Fajar pada saat masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam," jawab David, karena Mommy Sandra dan Stella enggan menjawab Salam Mentari.
Degg
Kenapa Mentari bisa berada di rumah ini? batin David kini bertanya-tanya.
"Lho, ini bukannya Mas David ya? yang waktu ketemu sama aku dan Bang Angga di Puncak itu kan?" tanya Mentari.
"Eh iya Mbak Mentari, gimana kabarnya Mbak Mentari, sehat kan?" tanya David.
"Alhamdulillah sehat Mas, kalau Mas David sendiri bagaimana? kenapa Mas David bisa berada di rumah ini?" ujar Mentari yang merasa heran.
"David itu calon Suami aku, jadi kamu jangan berani godain dia !!" ujar Stella.
Mentari merasa heran karena waktu di puncak David bilang sudah mempunyai seorang Istri.
"Bukannya Mas David sudah menikah ya?" tanya Mentari, sehingga membuat David merasa ketakutan jika kebohongannya selama ini akan segera terbongkar.
__ADS_1