Menantu Benalu

Menantu Benalu
Bab 33 ( Kedatangan keluarga Angga )


__ADS_3

Sudah satu bulan Angga berada di luar negeri, setiap hari Angga dan Mentari hanya berkomunikasi lewat Video call, sehingga Angga dan Mentari sama-sama memendam rindu yang sudah tidak dapat terbendung lagi.


Angga pun berencana akan pulang ke Indonesia dengan membawa Ibu serta Adiknya untuk tinggal di sana, karena Mommy Sandra sudah menjual rumah mereka yang berada di Australia.


Mentari akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah nya supaya bisa menyambut kedatangan Angga bersama Ibu dan Adiknya yang memutuskan akan menetap di Indonesia serta tinggal di rumah Angga dan Mentari, dan sebelumnya Angga sudah meminta ijin terlebih dahulu terhadap Mentari. Mentari yang baik hati tentu saja tidak merasa keberatan, justru Mentari merasa bahagia karena akan mempunyai teman di rumah jika Angga berangkat kerja.


Bu Rima dan Pak Hasan sudah berencana akan ikut ke rumah Mentari untuk menyambut kedatangan besan mereka, tapi Pak Hasan mendadak sakit sehingga kedua orangtua Mentari belum bisa menemui besan mereka.


Saat ini Mentari sibuk memasak untuk Angga dan keluarganya, untung saja hari ini dia tidak terlalu mengalami mual dan muntah yang berlebihan.


Sejak awal Mentari dan Angga menikah, Angga sudah berencana untuk mengambil pembantu dari Yayasan, tapi Mentari menolaknya karena dia lebih suka mengerjakan semuanya sendiri.


Setelah selesai memasak, Mentari bergegas mandi lalu kemudian memoles wajah cantik nya dengan sedikit make up, dan tidak lama kemudian terdengar suara bel pintu yang berbunyi.


Ketika membuka pintu, Mentari langsung berhambur memeluk Suami yang sangat ia rindukan, Angga pun memeluk Mentari dengan erat serta menghirup aroma tubuh perempuan yang sangat ia cintai.


Ekhem


Tiba-tiba suara deheman terdengar dari belakang tubuh Angga, sehingga Mentari dan Angga bergegas melepaskan pelukannya karena mereka baru ingat kalau Mommy dan Adik Angga juga berada di sana.


Mentari bergegas mencium punggung tangan Mertuanya, tapi ketika Mentari hendak memeluk tubuh Mertua serta Adik iparnya mereka terlihat memundurkan badan lalu bergegas masuk ke dalam rumah.


Angga yang melihat kekecewaan di mata Mentari pun langsung merangkul tubuh istri nya.


"Maafkan Mommy dan Stella ya sayang, mereka memang seperti itu, mungkin karena mereka juga belum mengenal Mentari," ujar Angga.


"Iya tidak apa-apa Bang, semoga saja dengan seiring waktu Mommy dan Stella bisa menerima Mentari sebagai bagian dari keluarga ini," ujar Mentari dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


Mentari kemudian menata makanan di meja makan, setelah itu mereka berempat terlihat duduk untuk memulai makan siang.


"Makanan apa ini? Stella gak mau makan Mom, kelihatannya juga makanannya gak enak gitu."


"Makanya kalau masak itu yang bener, jadi pembantu kok gak becus masak," sindir Mommy Sandra terhadap Mentari.


"Mom, Mentari itu bukan pembantu di rumah ini, dia itu Istri Angga sekaligus menantu Mommy, jadi tidak sepantasnya Mommy berkata seperti itu," ujar Angga dengan meninggikan suaranya.


"Kamu sudah berani membentak Mommy hanya demi wanita ini Angga? Mommy itu Ibu yang sudah melahirkan kamu, tidak sepantasnya kamu juga melawan Mommy, Apa kamu mau menjadi Anak durhaka?"


Angga hendak menjawab perkataan Mommy nya, tapi Mentari bergegas memeluk tubuh Angga lalu melarang nya untuk kembali berbicara supaya situasi tidak semakin memanas.


"Bang, Mentari mohon, jangan membalas perkataan Mommy lagi, Mentari tidak mau Abang menjadi Anak durhaka, karena Surga ada di bawah telapak kaki Ibu," ujar Mentari dengan mengelus dada Angga.


"Sayang, sebaiknya kita ke kamar saja, Abang cape ditambah pusing juga, biarin aja Mommy dan Stella, kamu tidak usah menghiraukan mereka mau makan atau tidak itu terserah mereka," ujar Angga dengan menggandeng Mentari masuk ke dalam kamar mereka.


Mommy Sandra dan Stella yang sudah merasa lapar pun dengan tidak tahu malu nya langsung memakan masakan Mentari setelah Angga dan Mentari masuk ke dalam kamar.


"Bagus juga tuh julukan Mommy buat si Mentari, terus apa rencana Mommy?" tanya Stella.


"Kita harus pura-pura baik di depan Angga terhadap si Menantu Benalu, tapi kalau di belakang Angga kita harus mengerjainya habis-habisan, sampai dia tidak kuat dan meminta bercerai dari Angga," jawab Mommy Sandra.


"Ide bagus tuh Mom, Stella setuju, jadi kalau kita pura-pura baik di depan Bang Angga terhadap si Benalu, Bang Angga tidak akan percaya jika si Benalu ngadu yang macam-macam tentang kita."


Stella dan Mommy Sandra kemudian tertawa bahagia dengan rencana mereka yang akan menyingkirkan Mentari dari kehidupan Angga.


......................

__ADS_1


"Sayang, Abang bener-bener minta maaf atas perlakuan Mommy dan Stella terhadap Mentari ya," ujar Angga dengan memeluk tubuh Mentari.


"Tidak apa-apa Bang, ada peribahasa yang bilang tak kenal maka tak sayang, tadi Abang sendiri kan yang bilang mungkin Mommy dan Stella bersikap seperti itu karena belum mengenal Mentari."


"Makasih ya sayang, Abang beruntung memiliki Istri yang begitu pengertian, Oh ya si Kembar gak nakal kan waktu Ayah nya gak ada?" tanya Angga.


"Alhamdulillah Bang, paling Mentari ngerasain mual pagi-pagi saja, malah hari ini Mentari sama sekali gak ngerasain mual, makanya tadi Mentari masak," ujar Mentari.


"Mungkin mereka tau kalau Ayahnya mau pulang, Abang jadi lapar pengen nengokin si Kembar," celetuk Angga dengan terkekeh.


"Dimana-mana juga kalau lapar pengen makan Bang."


"Iya, ini juga pengen makan kamu, udah sebulan kan Abang puasa," ujar Angga dengan tersenyum, kemudian langsung saja melancarkan aksinya.


Satu jam kemudian Angga dan Mentari membersihkan diri, lalu mereka keluar menuju meja makan. Ketika Angga membuka tudung saji, ternyata yang tersisa hanyalah piring kosong, karena semua makanan yang Mentari masak sudah habis dimakan oleh Mommy Sandra dan Stella.


"Lho kok habis? kayaknya ada kucing gede kepalanya yang makan," ujar Angga dengan tertawa.


"Hus, Abang gak boleh bicara seperti itu, Mentari malah seneng kalau makanan nya habis, berarti Mommy dan Stella menyukainya."


"Tadi aja mereka ngeledek masakan kamu sayang, eh kenyataannya dihabisin juga kan, sepertinya mereka baru tau kalau Istri Bang Angga yang cantik ini masakannya enak, makanya Abang betah di rumah. Terus kita makan apa dong sayang? habis makan kamu Abang jadi lapar beneran," ujar Angga dengan tersenyum, sehingga membuat Mentari malu.


"Ya udah kalau begitu Mentari masak dulu ya, masih banyak kok stok Ayam di kulkas yang tinggal goreng."


"Ya sudah Abang bantuin," ujar Angga dengan mengekor di belakang Mentari.


Mentari dan Angga terlihat tertawa bahagia, dengan Angga yang terus saja memeluk tubuh Mentari dari belakang serta terus menggodanya.

__ADS_1


Mommy Sandra yang melihat kebahagiaan Anak serta menantu nya pun terlihat mengepalkan tangan.


"Silahkan saja kalian tertawa dengan puas, karena sebentar lagi tawa kamu akan berubah menjadi tangisan, Menantu Benalu," ujar Mommy Sandra dengan tersenyum licik.


__ADS_2