
Semenjak bertemu dengan Mentari dan melihat perlakuan dari Keluarga Angga, Fajar kembali menugaskan Anak buahnya supaya terus mengawasi Mentari karena Fajar takut jika Mentari sampai kenapa-napa, apalagi Jingga sudah mulai beraksi dengan membeli saham di Perusahan milik Mentari dan Angga, dan Fajar tau betul rencana licik Jingga.
Hari ini kedua orangtua Mentari memutuskan untuk pulang karena tidak bisa tinggal berlama-lama di rumah Mentari, sebab mereka juga mempunyai pekerjaan yang lumayan menghasilkan uang supaya tidak mengandalkan uang bulanan pemberian Mentari.
"Ibu sebenarnya gak mau ninggalin kamu Nak, tapi mau bagaimana lagi, Ibu sudah satu minggu tidak membuka warung, sedangkan Bapak juga sudah banyak yang telpon karena banyak yang berniat menjual rongsokan kepada Bapak," ujar Bu Rima.
"Ibu sama Bapak jangan terlalu mengkhawatirkan Mentari ya, insyaallah Mentari akan baik-baik saja."
"Apa sebaiknya Mentari ikut Ibu dan Bapak supaya tinggal di sana saja, Ibu takut kalau mereka akan kembali menyakiti Mentari."
"Bu, kalau Mentari tinggal di sana, siapa yang nanti akan mengurus kebutuhan Bang Angga? jarak dari rumah Ibu ke Kantor Bang Angga kan jauh, sedangkan dari sini jaraknya sudah lumayan dekat," ujar Mentari.
Bu Rima dan Pak Hasan terlihat murung karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk Putri mereka.
"Bu, Pak, memangnya jadi ya Ibu dan Bapak pulang sekarang? kenapa gak tinggal di sini saja sih Bu, Pak," ujar Angga.
"Kami bukannya tidak mau tinggal di sini Nak Angga, kami juga merasa khawatir terhadap Mentari yang saat ini tengah hamil, tapi Ibu dan Bapak juga punya pekerjaan lain di sana," jawab Pak Hasan.
"Iya Nak Angga, sebenarnya kami berat meninggalkan Mentari, tapi sebaik-baiknya rumah tangga, seharusnya tidak ada orang ke tiga yang ikut tinggal, meski pun itu adalah orangtua atau pun saudara, karena pasti akan ada masalah yang timbul sekecil apa pun itu," ujar Bu Rima yang sengaja mencoba untuk mengingatkan Angga supaya Angga mengerti jika dengan kedatangan Mommy Sandra dan Stella sudah mengakibatkan dampak buruk bagi Mentari.
"Untung saja Mommy dan Stella sangat menyayangi Mentari, jadi mereka tidak akan mungkin menyakiti Istri Angga walau pun mereka ikut tinggal di sini," ujar Angga yang sudah mulai termakan oleh mulut manis Mommy dan Adiknya.
Sepertinya Nak Angga sangat percaya terhadap Ibu dan Adiknya, sampai mulutku berbusa pun aku menjelaskan kepadanya, dia pasti tidak akan percaya. Ya Allah semoga ada seseorang yang Engkau kirimkan untuk selalu membantu Mentari, dan semoga saja keluarga Nak Angga bisa segera diberikan kesadaran dan menerima kehadiran Mentari dalam kelurga mereka, batin Bu Rima.
__ADS_1
"Ibu jangan terlalu banyak pikiran ya, untuk saat ini yang Mentari butuhkan adalah do'a dari Ibu dan Bapak," bisik Mentari ketika Bu Rima memeluknya.
"Ibu pasti akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk Mentari, jaga diri baik-baik ya Nak, Ibu tau kalau Mentari adalah perempuan yang kuat."
Akhirnya dengan berat hati Bu Rima dan Pak Hasan meninggalkan kediaman Mentari dengan di antar oleh Angga sekalian berangkat bekerja.
Mentari meneteskan airmata melihat kepergian kedua orangtuanya, rasanya ingin sekali Mentari ikut, tapi dia tidak mungkin meninggalkan Angga, apalagi saat ini Jingga hampir setiap hari datang ke rumah untuk menggoda Angga.
Mommy Sandra dan Stella yang melihat kepergian kedua orangtua Mentari dari lantai dua pun bersorak kegirangan, karena mereka akan kembali melakukan aksinya untuk mengerjai Mentari tanpa ada lagi penghalang.
"Menantu Benalu, kami datang, siap-siap kamu untuk kembali menderita," ujar Mommy Sandra dan Stella dengan tertawa terbahak-bahak.
Mentari memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya karena saat ini badannya terasa pegal-pegal. Baru saja Mentari merebahkan diri di atas kasur, Mommy Sandra sudah memanggilnya untuk mencucikan baju miliknya serta baju Stella.
"Heh Menantu Benalu, kamu sudah berhenti menjadi Ratu di rumah ini, sekarang kamu balik lagi menjadi upik abu, cepetan cuci semua baju kotor kami, dan besok kamu juga harus mulai berjualan lagi. Ingat kamu butuh biaya untuk melahirkan !!" teriak Mommy Sandra dengan melemparkan setumpuk pakaian kotor ke tubuh Mentari.
Semoga saja suatu saat Mommy dan Stella akan menyayangiku, batin Mentari dengan senyuman yang terus terpancar dari bibirnya.
Setelah selesai mengerjakan semuanya, Mentari mendapatkan kembali sebuah pesan dari Fajar.
📥"Assalamu'alaikum Mbak, maaf jika saya mengganggu waktunya, apabila Mbak sudah mulai berjualan lagi, saya mau pesan makanan buat santunan di Panti Asuhan," ujar Fajar.
📤"Wa'alaikumsalam Mas Fajar, insyaallah besok saya sudah mulai jualan, memangnya Mas Fajar mau pesan berapa box?" tanya Mentari.
__ADS_1
📥"Saya pesan 200 box saja Mbak, nanti kalau bisa Mbak Mentari datang juga ke Panti Asuhan Mutiara Bunda, biar Supir saya yang jemput sekalian nanti saya bayar di sana," ujar Fajar.
📤"Insyaallah Mas, besok saya siapkan semuanya," balas Mentari.
Mentari akhirnya mencatat semua bahan yang harus dia beli, kemudian dia berniat untuk menyuruh Mang Diman berbelanja bahan-bahan yang diperlukan.
Jingga saat ini datang kembali ke rumah Mentari untuk melancarkan aksinya menukar vitamin milik Mentari dengan obat perusak saraf yang bisa berdampak buruk untuk Mentari bahkan janin yang berada dalam kandungan Mentari.
"Mommy, Stella, Jingga datang," ujar Jingga dengan menenteng paper bag yang berisikan barang-barang branded untuk menarik simpati Mommy Sandra dan Stella supaya selalu mendukungnya mendapatkan Angga.
Mommy Sandra dan Stella yang mendengar suara Jingga langsung saja menghampirinya.
"Sayang, akhirnya kamu datang juga, daritadi Mommy sama Stella sudah menunggu kedatangan kamu lho. Kamu bawa apalagi ini?"
"Biasa Mom, itu koleksi tas mahal Jingga, semoga Mommy dan Stella suka ya, Jingga belinya dari luar Negeri lho, nanti kapan-kapan Jingga ajak shoping juga keluar Negeri, biar gak bosen lihat Menantu Benalu terus setiap hari," ujar Jingga dengan melirik ke arah Mentari yang hendak menghampiri Mang Diman.
Mentari yang merasa geram dengan perkataan Jingga pun langsung angkat bicara.
"Setidaknya meskipun aku di panggil Menantu Benalu, tapi aku punya harga diri karena tidak pernah menggoda Suami orang serta menjilat keluarganya," sindir Mentari dengan meninggalkan mereka bertiga yang terlihat geram mendengar perkataan Mentari.
"Sudah sayang, Jingga tidak usah mendengarkan perkataan Menantu tidak tau diri itu. Oh iya katanya kamu punya rencana? apa sekarang rencana kamu sayang?" tanya Mommy Sandra.
"Lihat Mom, Jingga sudah mendapatkan ini," ujar Jingga dengan memperlihatkan obat yang sangat mirip dengan vitamin.
__ADS_1
"Lho, bukannya itu vitamin yang selalu Si Menantu Benalu minum ya?" tanya Mommy Sandra.
"Tuh kan Mommy aja ngira nya gitu, tapi ini sebenarnya obat untuk merusak syaraf, jadi jika Si Benalu meminum ini, maka secara perlahan syarafnya akan terganggu, dan kemungkinan besar dia akan menjadi gila," ujar Jingga, sehingga mereka bertiga tertawa puas dan segera menukar vitamin Mentari dengan obat tersebut ketika Mentari keluar menemui Mang Diman.