
Angga hari ini berencana untuk pulang setelah menyelesaikan semua pekerjaannya di Sulawesi yang harus memakan waktu selama satu bulan.
"Abang udah gak sabar pengen ketemu Mentari," gumam Angga dengan memasukan baju ke dalam kopernya.
Usia kandungan Mentari saat ini sudah menginjak bulan ke empat, kedua orangtua Mentari pun berniat untuk mengunjungi Anaknya.
"Pak, apa sebaiknya kita mengingatkan Mentari supaya mengadakan acara syukuran empat bulanan ya?" ujar Bu Rima.
"Iya Bu, sebaiknya acara syukuran kehamilan dilakukan saat kandungan menginjak empat bulan, karena katanya ruh bayi sudah ditiupkan ke dalam perut," jawab Pak Hasan.
"Ya sudah, sebaiknya kita ke rumah Mentari saja dulu, nanti kita bicarakan di sana, kita juga belum sempet menemui besan kan karena Bapak baru sembuh," ujar Bu Rima.
"Iya Bu, semoga saja besan kita memakluminya," ujar Pak Hasan.
Pak Hasan dan Bu Rima akhirnya berangkat menuju rumah Mentari dengan menggunakan angkot.
Setelah tiba di rumah Mentari, Kedua orangtua Mentari mengucapkan Salam dari luar gerbang.
"Assalamu'alaikum," ucap Bu Rima dan Pak Hasan.
Mommy Sandra yang mendengar ucapan Salam dari luar pagar pun bergegas untuk melihatnya.
"Sana pergi, kalau mau mengemis jangan di sini !!" usir Mommy Sandra.
"Maaf Bu, kami mau menemui Mentari," ucap Bu Rima.
"Memangnya kalian siapa nya Si Menantu Benalu?" tanya Mommy Sandra sehingga membuat kedua orangtua Mentari terkejut.
"Bu, Kenapa Bu Sandra memanggil Anak kami dengan sebutan Menantu Benalu? apa selama ini Bu Sandra belum Menerima Mentari?" tanya Bu Rima yang merasa tidak terima dengan penghinaan dari besannya.
"Ooooh..jadi kalian orangtuanya Si Menantu Benalu ya? pantes aja Anaknya udik, orangtuanya juga bentukannya kayak gitu, apalagi Bapaknya ca*cat, bikin malu keluarga aja sih," teriak Mommy Sandra, sehingga Mentari yang sedang memasak pun bergegas keluar.
__ADS_1
"Ibu, Bapak," ucap Mentari dengan tersenyum lalu membuka pintu pagar rumahnya.
"Heh Menantu Benalu, di suruh siapa kamu membukakan pintu pagar untuk mereka? di sini tidak menerima Pengemis !!" teriak Mommy Sandra.
"Apa maksud Nyonya? Kenapa Anda bicara seperti itu kepada kedua orangtua saya?" tanya Mentari.
Bu Rima dan Pak Hasan terlihat membulatkan mata mereka mendengar panggilan Mentari terhadap Mertuanya sendiri.
"Kenapa Mentari memanggil mertua Mentari dengan sebutan Nyonya?" tanya Bu Rima kepada Mentari, tapi Mentari hanya diam tanpa bisa menjawab pertanyaan Ibu nya.
"Jawab Nak, apa yang sebenarnya sudah terjadi sama Mentari? Apa sebenarnya Bu Sandra belum bisa menerima Mentari sebagai Menantunya?" tanya Bu Rima lagi.
"Maaf Bu," hanya kata itu yang terucap dari bibir Mentari.
"Ibu sudah tau jawabannya dari airmata yang Mentari keluarkan," ucap Bu Rima, sehingga Bu Rima dan Pak Hasan ikut menangis juga.
"Apa sudah cukup drama yang kalian perankan? orangtuanya aja ca*cat dan berpenampilan seperti gembel, pantesan aja Anaknya hanya bisa menjadi Benalu di rumah ini," sindir Mommy Sandra.
"Heh Menantu Benalu, sekarang kamu sudah berani ya sama saya?"
"Maaf Nyonya Sandra yang terhormat, Anda sudah keterlaluan, saya tau jika kami memang orang miskin, tapi tidak sepantasnya Anda berkata seperti itu terhadap Anak kami, karena kami sebagai orangtuanya tidak pernah rela," ujar Bu Rima.
"Sebaiknya kita pergi dari rumah ini Nak, untuk apa kamu bertahan jika hanya untuk hidup menderita dan dihina, Ibu dan Bapak saja tidak pernah bersikap kasar terhadap Mentari," ujar Pak Hasan.
"Maaf Bu, Pak, tapi sekarang Mentari adalah seorang Istri, dan tidak sepantasnya seorang Istri meninggalkan rumah tanpa ijin dari Suaminya karena Mentari bisa berdosa Pak, Bu," ucap Mentari dengan berderai airmata.
Bu Rima dan Pak Hasan langsung memeluk Anak yang sangat mereka sayangi, sampai akhirnya sebuah mobil berhenti di depan rumah Mentari, dan ternyata itu adalah Angga.
"Assalamu'alaikum, Sayang, kenapa semuanya ada di luar?" tanya Angga dengan heran.
Mommy Sandra yang melihat Angga pun langsung menghampirinya.
__ADS_1
"Kami sengaja menunggu kedatangan kamu Nak, apalagi Menantu kesayangan Mommy ini sudah tidak sabar menunggu kedatangan Suaminya," ujar Mommy Sandra yang kembali berpura-pura baik.
"Apa seperti itu sikap Anda terhadap Putri kami apabila ada Suaminya, dan perlakuan Anda terhadap Mentari akan berubah jika Nak Angga tidak ada?" tanya Bu Rima yang merasa geram terhadap Mommy Sandra.
"Ibu kenapa berbicara seperti itu? tentu saja saya sangat menyayangi Mentari, Mentari itu kan Menantu saya, jadi sudah seharusnya saya menyayangi Mentari seperti Putri kandung saya sendiri," ujar Mommy Sandra dengan merangkul tubuh Mentari kemudian mencubit serta berbisik di telinganya.
"Awas saja kalau kamu berani mengadu kepada Angga !!" bisik Mommy Sandra di telinga Mentari.
Bu Rima memutuskan untuk mengadu kepada Angga tentang perbuatan Mommy Sandra terhadap Mentari, karena beliau tidak rela jika Anak nya terus-terusan dihina oleh Mertuanya sendiri.
"Anda sungguh bermuka dua ya Nyonya, tadi ketika Nak Angga tidak ada Anda selalu memanggil Mentari dengan sebutan Menantu Be_," ucapan Bu Rima terhenti karena Mentari memotongnya.
"Abang pasti cape ya, sebaiknya kita masuk sekarang yuk, ayo Bu, Pak, kita masuk, Mentari tadi sudah masak makanan kesukaan Abang lho," ujar Mentari dengan menggandeng tangan Angga yang masih diam mematung karena mencerna kata-kata Bu Rima, lalu Mentari memberikan kode kepada Bu Rima dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Abang sebaiknya sekarang istirahat dulu, kasihan pasti Abang cape setelah melakukan perjalanan jauh. Bu, Pak Mentari ke kamar dulu ya sebentar," ujar Mentari.
Sesampainya di dalam kamar, Angga langsung memeluk tubuh Istrinya dengan erat, lalu kemudian berjongkok untuk mencium perut Mentari.
"Kalian tidak nakal kan selama Ayah pergi? terimakasih ya karena kesayangan Ayah sudah menjaga Bunda selama Ayah gak ada," ujar Angga, sehingga Mentari yang melihat perlakuan Angga pun langsung meneteskan airmata karena merasa terharu.
"Sayang, kamu baik-baik saja kan? kenapa menangis hemm? kok Abang lihat sekarang sayangnya Abang kurusan sih?" Angga memberondong Mentari dengan banyak pertanyaan.
"Alhamdulillah Mentari baik-baik saja Bang, ini adalah tangisan bahagia, karena Mentari merasa sangat bersyukur mempunyai Suami yang begitu sayang sama Mentari dan kedua calon Bayi kita. Mungkin akhir-akhir ini Mentari sering mengalami mual muntah lagi, makanya Mentari kurusan karena hanya makan sedikit saja," jawab Mentari dengan kembali berbohong.
"Oh iya, Abang mau makan atau mandi dulu?" tanya Mentari.
"Abang mau sayang jelaskan kepada Abang kenapa tadi Ibu berkata seperti itu? Apa selama Abang tidak ada Mommy dan Stella sudah bersikap tidak baik kepada Mentari?" tanya Angga dengan memegang bahu Mentari.
"Alhamdulillah Bang, Mommy dan Stella bersikap baik kok kepada Mentari."
Maafin Mentari Bang, karena Mentari lagi-lagi berbohong kepada Abang, Mentari tidak mau jika Abang dan Mommy kembali bertengkar dan mereka akan semakin membenci Mentari, karena bagaimanapun juga Mommy adalah Ibu kandung Abang yang sepatutnya Abang hormati, ucap Mentari dalam hati.
__ADS_1