
Setelah pergi dari rumah Mentari, Fajar kembali melanjutkan perjalanan menuju rumahnya yang dulu pernah di tempati oleh mendiang Dewi dan kedua Anaknya.
Sesampainya di depan gerbang, Pak Tarno penjaga rumah tersebut langsung membukakan pintu gerbang untuk majikannya.
"Selamat sore Tuan Muda," sapa Pak Tarno.
"Selamat sore juga Pak, Oh iya Pak sebaiknya sekarang Bapak ikut saya masuk buat temani saya dan Bi Sumi makan ya," ajak Fajar yang memang selalu baik terhadap siapa pun tanpa memandang status sosial.
"Terimakasih banyak Tuan Muda, siap laksanakan, nanti saya nyusul setelah menutup gerbang," jawab Pak Tarno dengan memberikan hormat, sehingga membuat Fajar tersenyum.
"Assalamu'alaikum Bi Sumi," ucap Fajar ketika masuk ke dalam rumah dengan menjinjing kantong keresek masakan Mentari.
"Wa'alaikumsalam Tuan Muda, kelihatannya Tuan Muda sedang bahagia ya?" tanya Bi Sumi.
"Bukan hanya bahagia Bi, tapi saya bahagia sekali, karena hari ini saya sudah bertemu dengan perempuan yang paling spesial dalam hidup saya," jawab Fajar dengan senyuman yang terus merekah di bibirnya.
"Alhamdulillah, Bibi ikut seneng Tuan, semoga saja Tuan bisa segera menikah dengan gadis pujaan hati Tuan," ucap Bi Sumi.
"Amin, semoga saja ya Bi," karena perempuan tersebut masih menjadi istri oranglain. Saat ini aku tidak akan merebut Mentari dari Angga karena yang aku lihat Mertua dan Adik iparnya saja yang tidak menerima kehadiran Mentari, tapi jika sampai aku mendengar Angga menyakiti Mentari, aku tidak akan segan-segan untuk merebut Mentari dari Angga, dan akan berusaha untuk membahagiakannya, lanjut Fajar dalam hati.
"Oh iya Bi, Bibi udah masak nasi kan?" tanya Fajar, karena sebelum Fajar sampai di rumah, dia sempat menyuruh Bi Sumi untuk memasak nasi.
"Sudah Tuan, apa mau Bibi siapkan sekarang?" tanya Bi Sumi.
"Ya sudah kalau begitu Bibi persiapkan semuanya, sekarang saya mau mandi dulu, dan sekalian juga bibi keluarin masakan yang Fajar bawa ya," ujar Fajar dengan menyerahkan kantong keresek berisi masakan Mentari.
"Siap Tuan," jawab Bi Sumi.
Fajar sebenarnya sudah melarang semua pegawainya untuk memanggil Tuan, tapi mereka merasa tidak enak jika harus memanggil Fajar dengan sebutan nama saja.
Senyuman masih mengembang di bibir Fajar ketika dia mengingat pertemuan pertamanya dengan Mentari.
__ADS_1
"Meskipun kamu tidak dapat aku miliki, tapi aku akan menjagamu dengan do'a," gumam Fajar.
Setelah Fajar selesai membersihkan diri, Fajar langsung saja melaksanakan Shalat Ashar.
"Ya Allah, semoga Mentari senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan dan juga stok sabar yang banyak. Hamba tau jika perasaan ini salah karena dia sudah memiliki Suami, tapi seberapa kuat pun hamba berusaha untuk melupakannya, maka perasaan itu menjadi semakin bertambah besar. Ampunilah semua dosa hamba yang telah mencintai Istri oranglain," ucap Fajar dalam do'anya.
Fajar ingin sekali mengetahui keadaan Mentari, sehingga akhirnya dia memutuskan untuk mengirimkan pesan, meskipun dia tau kalau Mentari tidak akan membalas pesan nya.
📤"Mentari bagaimana keadaan kamu sekarang?"
📤"Mentari sudah makan belum?"
"Astagfirullah, kenapa aku sampai mengirimkan pesan seperti itu? pasti Mentari mempunyai pikiran buruk terhadapku, padahal kami baru saja bertemu, sebaiknya aku segera menghapus pesannya," gumam Fajar, lalu bergegas menekan tanda hapus, tapi sayangnya Mentari sudah keburu membuka pesan tersebut.
"Lho kok udah kebaca sih?" pasti Mentari bakalan marah nih, nanti deh aku pikirkan lagi cara untuk menjelaskannya," ucap Fajar, kemudian dia memutuskan untuk keluar dari kamarnya menuju meja makan.
"Kenapa belum pada makan Bi Sumi, Pak Tarno?" tanya Fajar.
"Ya sudah kalau begitu mari kita makan, jangan lupa baca do'a dulu," ujar Fajar pada saat melihat Pak Tarno yang hendak memasukan makanan ke dalam mulutnya tanpa membaca do'a terlebih dahulu.
"Tuh denger Tarno, baca do'a dulu, lagian kamu main masukin aja," ujar Bi Sumi.
"Iya Sum maaf, habisnya lauknya kelihatan enak banget," ujar Pak Tarno sehingga membuat Fajar yang melihat perdebatan Bi Sumi dan Pak Tarno tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"Enak banget ya masakannya, kalau ini sih seperti hasil masakan Restoran bintang lima," ujar Pak Tarno.
"Iya ya Enak banget, Bibi aja baru pertama kali makan masakan seenak ini lho Tuan, ngomong-ngomong Tuan beli dari mana?" tanya Bi Sumi.
"Dari pujaan hati aku Bi," jawab Fajar dengan tersenyum.
"Duh enak banget Tuan kalau nanti Tuan nikah sama perempuan yang jago masak, berarti tiap hari bisa makan enak," ujar Tarno.
__ADS_1
"Jadi masakan aku gak enak gitu?" ujar Bi Sumi.
"Masakan Sumi tetep nomor satu di hati Kang Mas Tarno Subagyo," jawab Tarno sehingga membuat Bi Sumi tersipu malu.
"Terus kapan Pak Tarno dan Bi Sumi mau meresmikan hubungannya?" tanya Fajar, sehingga membuat Pak Tarno dan Bi Sumi tersedak secara bersamaan.
"Hadeuh..kompak banget sih, keselek juga sampai berjamaah," sindir Fajar.
"Habisnya Tuan muda bikin saya malu saja," ujar Bi Sumi.
"Kenapa Bibi harus malu? Fajar tau kok kalau kalian berdua saling mencintai, memang apa yang menjadi masalahnya? bukannya Pak Tarno dan Bi Sumi sudah sama-sama dewasa, jadi tunggu apa lagi, jangan sampai Bibi dan Pak Tarno kebablasan karena tergoda bujuk rayu Syetan, apalagi kalian di sini tinggal berdua lho," tutur Fajar.
"Iya Tuan muda saya juga pengen secepatnya melamar Sumi, tapi uang hasil menabung saya buat nikah habis di pakai untuk berobat Si Mbok kemarin," ujar Pak Tarno.
"Kalau masalahnya tentang uang, insyaallah Fajar bisa bantu kok, Pak Tarno tenang saja, nanti Fajar yang biayain semuanya," ucap Fajar sehingga Bi Sumi dan Pa Tarno terlihat bahagia.
......................
Di kediaman Jingga, saat ini Jingga sudah terlihat cantik dengan memakai lingerie yang sangat seksi. Jingga juga memoleskan make up yang tebal pada wajahnya, karena dia tidak percaya diri jika tidak memakai make up.
David kini telah berada di Pos Satpam, dan Satpam menghubungi Jingga terlebih dahulu mau menerima tamunya atau tidak.
📞"Maaf Nyonya, di sini ada Pemuda yang bernama David, katanya dia sudah janjian dengan Nyonya, apa Nyonya berkenan menerimanya? tanya Pak Kirman.
📞"Tentu saja aku akan menerimanya, suruh dia untuk cepat masuk," jawab Jingga.
"Silahkan masuk Mas, Nyonya Jingga katanya sudah menunggu Anda," ujar Pak Firman.
"Apa gue bilang tadi, loe sih gak percaya, mulai sekarang panggil gue Tuan, karena sebentar lagi gue bakalan jadi majikan loe," ujar David lalu bergegas masuk ke dalam rumah Jingga.
"Sombong amat sih tuh orang, jangan sampai dia jadi majikan aku. Lagian Nyonya Jingga juga gak punya hati banget sih, udah tau Bayi nya sedang sakit sampai di rawat pula, ini malah mau ***-***," gerutu Pak Firman.
__ADS_1