Menantu Benalu

Menantu Benalu
Bab 45 ( Tidak semua bisa dibeli dengan uang )


__ADS_3

Angga dan Mommy Sandra masih bersitegang karena Angga menginginkan Jingga supaya segera angkat kaki dari rumahnya, tapi Mommy Sandra masih menahan Jingga untuk pulang karena mereka masih asyik bergosip serta membuat rencana supaya Jingga dapat meluluhkan hati Angga.


Mentari, Pak Hasan dan Bu Rima yang mendengar keributan dari lantai dua pun bergegas untuk melihatnya.


"Abang kenapa teriak-teriak?" tanya Mentari.


"Abang gak habis pikir dengan kelakuan Jingga yang sudah membawa dampak buruk terhadap Mommy dan Stella. Abang gak rela sayang, karena Mommy sama Stella jadi ikut-ikutan merokok," jawab Angga.


"Jingga, kamu memang keterlaluan, kenapa dari dulu kamu selalu membuat masalah serta membuat kami malu !!" teriak Pak Hasan.


"Aku yang justru malu karena mempunyai orangtua ca*cat seperti Bapak !!" teriak Jingga yang tidak mau kalah.


Plak


Bu Rima menampar pipi Jingga karena sudah merasa geram dengan perkataannya.


"Kamu keterlaluan Jingga, kamu harus ingat jika kamu tidak akan ada di dunia ini kalau tidak ada Bapak sama Ibu," ujar Bu Rima.


"Oooh..jadi kalian mau aku balas budi atas semua jasa kalian? baik kalau itu mau kalian, berapa yang harus aku bayar hemm? kalian belum tau kan kalau sekarang aku adalah CEO Angkasa Grup, Perusahaan nomor 1 yang saat ini sedang berada di puncak kejayaan," ujar Jingga, sehingga membuat Mommy Sandra dan Stella yang mendengarnya menjadi berbinar.


Jadi Jingga adalah pemilik perusahaan terkenal itu? aku tidak salah memilih dia untuk menjadi menantuku, batin Mommy Sandra.


"Apa segini cukup?" ujar Jingga dengan memberikan cek senilai 1 Milyar terhadap Bu Rima.


Bu Rima langsung saja merobek cek yang diberikan oleh Jingga tanpa melihat nominal yang tercantum di dalam cek tersebut.


"Apa kamu pikir semua bisa kamu beli dengan uang? ingat Jingga, suatu saat kamu pasti akan menyesal atas perlakuan kamu terhadap kami !!" ujar Bu Rima.

__ADS_1


"Mom, sebaiknya Jingga pulang saja, di sini Jingga sudah merasa gerah karena kehadiran manusia-manusia tidak berguna !!" ujar Jingga dengan memeluk tubuh Mommy Sandra dan Stella.


"Apa kami boleh ikut ke rumah kamu Jingga? Mommy dan Stella juga malas harus bertemu dengan mereka," ujar Mommy Sandra.


"Tentu saja Mom, dengan senang hati Jingga bakalan menerima kehadiran kalian berdua. Ayo sebaiknya kita berangkat sekarang, Mommy dan Stella tidak usah bawa baju ganti, karena Jingga banyak baju baru di rumah," ujar Jingga yang berjalan beriringan dengan Mommy Sandra dan Stella.


"Mom, Stella, kalian mau pergi kemana?" tanya Angga.


"Kami lebih baik pergi dari rumah ini, kamu sekarang sudah berubah Angga, kamu lebih menyayangi Istri dan Mertuamu dibandingkan Ibu dan Adik kandungmu sendiri," ujar Mommy Sandra.


"Mom, Angga tidak bermaksud seperti itu, bagaimanapun juga Mommy adalah Ibu Angga, tapi Mentari juga Istri Angga yang harus selalu Angga sayangi."


"Ya sudah kalau kamu lebih memilih Istri kamu, biarkan kami pergi, sepertinya memang kami tidak ada artinya di mata kamu," ujar Mommy Sandra dan Stella dengan berpura-pura menangis supaya Angga melarangnya untuk pergi.


"Baiklah kalau Mommy dan Stella mau pergi dari rumah ini, Angga tidak akan melarangnya."


"Mommy dan Stella bukan Anak kecil lagi yang harus selalu Angga jaga, kalian ini perempuan dewasa yang sudah mempunyai pilihan dalam hidup, dan jika Mommy berharap Angga akan mengusir Istri Angga sendiri, Mommy salah, karena rumah ini adalah rumah Mentari juga, dan Angga membelinya dari hasil keuntungan perusahaan Angga dan Mentari," tegas Angga.


Angga akhirnya mengajak Mentari beserta Mertuanya untuk beristirahat, dan meninggalkan Jingga, Mommy Sandra dan Stella yang masih terlihat mematung dengan perkataan Angga.


"Mom, Stella, gimana, apa jadi ikut ke rumah Jingga?"


"Kalau kami ikut sekarang nanti Mentari makin keenakan donk tinggal di rumah ini, dia pasti merasa bebas menjadi Ratu di sini, dan Mommy gak rela," jawab Mommy Sandra.


"Benar juga sih Mom, kalau begitu Jingga setiap hari bakalan datang ke rumah ini, nanti Jingga juga bakalan bawain barang-barang branded buat Mommy dan Stella."


"Makasih ya sayang, kamu memang Menantu idaman Mommy. Ya sudah, kalau Jingga mau pulang sekarang biar Mommy antar ke depan," ujar Mommy Sandra dengan menggandeng tangan Jingga, sedangkan Stella tidak ikut karena harus mengangkat telpon dari pacarnya David.

__ADS_1


Stella dan David baru saja jadian tadi siang, dan Stella tidak mengetahui jika David adalah Supir sekaligus lelaki simpanan Jingga.


📞"Sayang, maaf ya aku baru bisa angkat telpon sekarang, tadi soalnya di rumah ngadain acara pengajian, jadi aku ikutan ngaji deh," ujar Stella dengan berbohong supaya David mengira jika dia adalah perempuan Saleha.


📞"Iya, gak apa-apa sayang, aku seneng banget karena ternyata calon Istriku adalah perempuan Saleha," ujar David. Aku memang sering bergonta ganti pasangan, bahkan memuaskan hasrat perempuan yang menginginkan kehangatan, tapi aku juga ingin mempunyai Istri yang Saleha dan gadis baik-baik, lanjut David dalam hati.


David kemudian mendapatkan telpon dari Jingga supaya menjemputnya di rumah Mentari, karena tadi David sengaja Jingga suruh untuk menunggu di Restoran yang berada di dekat rumah Mentari.


📞"Sayang sudah dulu ya Mama aku telpon, soalnya tadi Mama pergi belanja, jadi sekarang Mama pasti nyuruh aku buat jemput," ujar David yang sengaja mencari alasan.


📞"Ya sudah, hati-hati ya sayang," ujar Jingga lalu kemudian menutup telponnya.


"Aku sudah tidak sabar ingin segera menikah dengan Tuan muda yang kaya raya seperti David," gumam Stella dengan tersenyum kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur.


David mengaku sebagai Tuan Muda dari keluarga kaya raya untuk mendekati Stella, karena Stella pasti tidak akan mau menjadi kekasihnya apabila mengetahui jika David hanyalah orang miskin dan berprofesi sebagai seorang Supir.


......................


Jingga kini telah berada di dalam mobil bersama David, dan dia terlihat cemberut karena David telat menjemputnya.


"Kenapa sih Honey kamu cemberut," ujar David dengan mengecup sekilas bibir Jingga.


"Kamu kemana dulu? kenapa telat jemput aku?" rengek Jingga.


"Tadi aku mules Honey jadi harus ke Toilet dulu," jawab David.


"Kamu gak bohong kan? mana handphone kamu," pinta Jingga, karena Jingga curiga jika David masih berhubungan dengan Tanteu-tanteu senang yang menginginkan dipuaskan oleh David.

__ADS_1


"Kamu cek saja sendiri Honey, aku gak berhubungan dengan siapa pun selain kamu," ujar David. Memangnya aku bodoh, tentu saja aku sudah menghapus riwayat panggilan telpon dengan Stella, serta mengganti nama Stella dengan nama lelaki, batin David dengan tersenyum.


__ADS_2