
Satu minggu sudah Fajar di rawat di Rumah Sakit, dan hari ini rencananya Angga akan menjemput Mentari dan Fajar karena kebetulan sekarang hari minggu juga.
Angga merasa was-was karena akan bertemu dengan Istrinya, dia sudah merasa ketakutan kalau Mentari akan mengetahui pengkhianatan yang telah Angga lakukan.
Ketika sampai di Rumah Sakit, Mentari dan Fajar sudah terlihat menunggu kedatangan Angga.
"Assalamu'alaikum," ucap Angga.
"Wa'alaikumsalam," jawab Mentari dan Fajar.
Mentari merasa aneh dengan perubahan sikap Angga, karena pada saat Mentari hendak mencium punggung tangan Angga, Angga langsung mundur seakan-akan menghindari Mentari.
Maafin Abang Mentari, Abang merasa kotor, dan Abang merasa tidak pantas kamu hormati lagi, batin Angga.
"Abang baik-baik saja kan?"
"iya," jawab Angga singkat.
"Ayo Fajar, sebaiknya kamu saja yang duduk di depan," ajak Angga, lalu membukakan pintu belakang untuk Mentari.
Mentari semakin aneh dengan perubahan sikap Suaminya, karena biasanya Angga selalu ingin dekat dengan Mentari, tapi sekarang Angga terkesan menghindari Mentari, sehingga membuat Mentari merasakan sakit hati.
Ada apa dengan Angga ya? kenapa aku merasa jika dia berusaha untuk menghindari Mentari? apa ada sesuatu yang terjadi? kasihan Mentari, pasti sekarang dia merasa sedih, batin Fajar.
Sesampainya di rumah, Angga kembali membukakan pintu untuk Mentari, tapi Angga berjalan terlebih dahulu, dan langsung masuk ke dalam rumah dengan meninggalkan Mentari dan Fajar.
"Kamu yang sabar ya Mentari, mungkin saat ini Angga sedang mempunyai masalah," ucap Fajar mencoba untuk menghibur Mentari.
"Iya Mas Fajar, tapi tidak biasanya sikap Bang Angga berubah, Mentari takut jika mimpi Mentari menjadi kenyataan," ujar Mentari dengan berlinang airmata.
__ADS_1
"Kamu jangan terlalu banyak pikiran, kasihan bayi yang ada dalam kandungan kamu kalau Ibunya bersedih."
Angga diam-diam melihat Mentari dan Fajar yang masih berdiri diluar rumah. Angga merasa bersalah karena melihat Mentari meneteskan airmata.
"Maafin Abang Mentari, kamu pasti sedih karena perubahan sikap Abang. Abang tidak pantas menyentuh kamu lagi, tubuh Abang sudah kotor," gumam Angga.
Mentari memutuskan untuk mengajak Fajar masuk ke dalam rumahnya, tapi belum juga mereka berdua masuk, Mommy Sandra dan Stella sudah terlebih dahulu menghalangi pintu.
"Kalian mau apa datang ke sini lagi? dasar pasangan selingkuh gak tau malu, pergi sana, jangan sampai kalian mengotori rumah ini dengan perbuatan tidak senonoh kalian !!" teriak Mommy Sandra.
"Apa maksud Nyonya? ini adalah rumah saya juga, jadi Anda tidak berhak mengusir saya," jawab Mentari.
"Heh, kamu itu hanya Menantu Benalu di rumah ini, jadi kamu harus tau diri !!" tambah Stella.
Jadi selama ini perlakuan keluarga Angga seperti ini terhadap Mentari? kasihan sekali Mentari, dia pasti merasa tersiksa, batin Fajar.
Angga yang mendengar keributan langsung saja keluar dari kamarnya.
"Mommy mencoba untuk mengusir pasangan selingkuh tidak tau malu ini Angga,"
"Apa maksud Mommy pasangan selingkuh?"
"Selama satu minggu ini Si Menantu Benalu kan tidak ada di rumah, lalu pulang-pulang membawa selingkuhannya kemari, jadi sekarang dia sudah tidak bisa menyangkalnya lagi," ujar Mommy Sandra dengan tertawa bahagia, karena yakin jika Angga akan mendukung perbuatannya.
"Kenapa Mommy memanggil Mentari dengan sebutan Menantu Benalu?" tanya Angga yang merasa geram.
Mommy Sandra merasa terkejut, karena dia kira Angga akan mendukungnya.
"Jadi kamu tidak marah meskipun sudah mengetahui Istri kamu main gila diluar sana, dan membawa selingkuhannya ke sini? kamu benar-benar sudah dibutakan oleh cinta, Angga."
__ADS_1
"Mommy sudah salah paham kepada Mentari dan Fajar, karena selama satu minggu ini Mentari merawat Fajar di Rumah Sakit, dan Fajar yang sudah menyelamatkan Mentari ketika Mentari hampir tertabrak motor. Jadi Angga harap Mommy jangan menuduh Mentari yang tidak-tidak."
"Kamu jangan mau dibodohi oleh Istri kamu Angga, sebelumnya Lelaki ini sudah pernah datang ke sini mengantarkan Mentari, jadi pasti kemarin mereka berdua sudah janjian. Kalau memang Fajar dirawat di Rumah Sakit, kenapa harus Istri kamu yang merawatnya. Apa kamu yakin kalau Mentari dan Fajar tidak melakukan hal yang tidak senonoh waktu kamu tidak ada?" ujar Mommy Sandra mencoba memprovokasi Angga.
"Mentari merawat Fajar karena Fajar hilang ingatan, bahkan KTP dan handphone nya hilang, makanya Angga membawa Fajar untuk tinggal di sini sampai kondisinya pulih dan ingatan dia kembali. Mentari juga sudah menceritakan kalau dulu Fajar sudah menolongnya, dan Angga percaya kepada Istri Angga," karena Angga lah yang sudah mengkhianati Mentari dan melakukan hal yang tidak senonoh di belakang Mentari, lanjut Angga dalam hati.
"Mommy bener-bener gak habis pikir dengan jalan pikiran kamu Angga, memangnya kamu pikir rumah kita penampungan apa? kamu bisa kan menyewakan kontrakan untuk dia?"
"Tapi saat ini kondisi Fajar masih belum sembuh Mom, dan tolong Mommy mengerti situasi saat ini. Angga mohon Mommy jangan memperkeruh suasana," ujar Angga.
"Terserah kamu Angga, Mommy sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ayo Stella sebaiknya kita masuk saja, lama-lama Mommy bisa darah tinggi kalau terus-terusan berada di sini."
"Angga, perkataan Ibu kamu benar, tidak seharusnya aku tinggal di rumah ini, sebaiknya aku pergi saja dari sini, nanti aku bisa meminta bantuan kepada Polisi untuk mengetahui identitasku."
"Tidak Fajar, sudah kewajiban kami merawat kamu sampai kamu benar-benar sembuh dan ingatan kamu kembali. Mentari, tolong antarkan Fajar ke kamarnya," ujar Angga, kemudian masuk kembali ke kamarnya.
Mentari masih diam mematung melihat perubahan Angga yang terlihat acuh kepadanya.
"Mentari, kamu baik-baik saja kan?"
"Eh iya Mas Fajar, ayo Mentari antar ke kamar Mas Fajar."
Aku kasihan melihat Mentari yang terlihat sedih, tapi di sisi lain aku bahagia karena tidak harus melihat kemesraan Mentari dan Angga. Ampuni hamba Ya Allah, karena hamba sudah mempunyai pikiran jahat, batin Fajar.
"Mas Fajar, ini kamarnya, maaf ya jika Mas Fajar kurang nyaman. Kalau ada perlu apa-apa, Mas Fajar bisa memanggil Mentari."
"Terimakasih banyak ya Mentari, aku harap kamu tidak terlalu banyak pikiran," ujar Fajar yang dijawab anggukan kepala serta senyuman oleh Mentari.
Mentari mencoba untuk masuk ke dalam kamarnya, rasanya dia ingin sekali bertanya kenapa sikap Angga menjadi berubah, tapi Mentari takut jika Angga marah, sehingga Mentari memilih untuk duduk di tepi ranjang, karena Angga saat ini sedang tertidur dengan membelakangi Mentari.
__ADS_1
Ya Allah, cobaan apa lagi yang menimpa rumah tangga hamba? berikanlah hamba kesabaran dalam menjalani semua ujian ini, karena sesungguhnya Engkau tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan Umat-Mu, ucap Mentari dalam hati.