
David saat ini terus membujuk Stella untuk berlibur dengannya ke daerah Puncak. Awalnya Stella merasa ragu karena Mommy Sandra pasti tidak akan mengijinkannya, sehingga dia memutuskan untuk menelpon Mommy Sandra untuk meminta ijin.
📞"Mom, gak apa-apa kan kalau Stella pergi berlibur dengan David? kami pergi cuma 2 hari kok, mungpung lagi weekend," rengek Stella.
Mommy Sandra nampak berpikir.
Aku ijinin gak ya? nanti bagaimana kalau Stella dan David sampai kebablasan? tapi Stella bilang David kan Tuan muda dari keluarga kaya, jadil meskipun David ngapa-ngapain Stella gak apa-apa deh, kapan lagi punya besan orang kaya, orangtua Si Benalu kan miskin, batin Mommy Sandra.
📞"Ya sudah boleh deh, selamat bersenang-senang ya sayang."
📞"Makasih banyak ya Mom," ujar Stella dengan tersenyum gembira, kemudian dia menutup telponnya.
"Gimana sayang? Mommy kamu ngizinin kan?" tanya David.
"Iya sayang, tumben banget Mommy ngizinin aku buat pergi liburan sendirian, padahal biasanya kemana-mana aku selalu dikawal sama Mommy," ujar Stella.
"Kamu tenang saja, kan sekarang kamu sudah punya aku yang akan selalu siap bersedia mendampingi Tuan Putri Stella, ya sudah sekarang kita berangkat yuk, nanti takutnya kita kemalaman di jalan," ajak David dengan membukakan pintu mobil untuk Stella.
Untung saja Jingga mudah aku bohongi. Jingga sepertinya sudah bucin akut sama aku, dan aku akan terus memanfaatkannya. Dia percaya saja saat aku bilang mau pinjem mobilnya buat nganterin Ibu nengok saudaranya yang sakit di luar kota, padahal aku mau Honeymoon sama Stella, supaya dia tidak bisa terlepas dari genggamanku, batin David dengan tersenyum licik.
dua jam kemudian mereka berdua sampai di sebuah Hotel yang ternyata tempat Angga dan Mentari menginap juga.
"Kita sudah sampai sayang, yuk turun," ajak David dengan membukakan pintu mobil untuk Stella.
"Hotelnya bagus banget sayang, kamu pesan dua kamar kan?" tanya Stella.
"Tadinya aku mau pesen dua kamar sayang, tapi semuanya udah penuh, dan hanya satu kamar saja yang tersisa," jawab David dengan berbohong.
"Terus nanti tidurnya gimana donk? masa kita tidur satu ranjang, aku gak mau ya kalau harus satu ranjang sama kamu, nanti gimana kalau kamu macem-macem sama aku, mending kita pulang lagi aja yuk," rengek Stella.
"Masa kita pulang lagi sih sayang, ini udah jam sepuluh malam lho, lagian aku bisa tidur di sofa kan, udah sebaiknya kita masuk saja dulu," ajak David dengan menggandeng Stella untuk masuk ke dalam hotel.
__ADS_1
Mentari dan Angga yang merasa lapar memutuskan untuk turun mencari makanan. Ketika Angga dan Mentari keluar dari lift, mereka berdua hampir saja berpapasan dengan David dan Stella yang baru saja masuk ke dalam lift untuk naik ke lantai atas.
"Selamat datang di kamar kita sayang," ucap David ketika membuka pintu kamar hotel.
"Kok ini seperti kamar yang di reservasi untuk Honeymoon sih sayang? banyak kelopak bunga mawar juga di kasurnya." ujar Stella yang merasa heran dengan hiasan di kamar hotel tersebut.
"Mau gimana lagi sayang, hanya tinggal kamar ini yang tersisa," jawab David.
"Terus nanti kamu tidurnya dimana donk? di sini kan gak ada sofa? masa kita tidur satu ranjang? aku takut kalau nanti kita sampai kebablasan," ujar Stella yang sudah terlihat cemas.
"Nanti kita pake sekat guling aja, bisa kan? ya udah sebaiknya sekarang kamu mandi dulu gih, nanti gantian sama aku," ujar David.
Stella akhirnya masuk ke dalam kamar mandi, dan David mempunyai kesempatan untuk memasukan obat perang*sang ke dalam minuman Stella yang sebelumnya sudah di pesan oleh David.
"Lihat saja nanti Stella, karena kamu yang akan memohon-mohon padaku untuk menyentuhmu," gumam David dengan tersenyum licik.
Ketika Stella keluar dari dalam kamar mandi, David langsung berdiri karena sekarang gilirannya untuk mandi.
"Sayang kamu minum dulu teh nya ya mungpung masih hangat, aku mau mandi dulu," ujar David dengan masuk ke dalam kamar mandi.
"Kok setelah minum teh badanku menjadi panas begini ya," gumam Stella dengan membuka kembali baju yang baru saja dia pakai.
David yang baru keluar dari kamar mandi pun begitu terpesona melihat lekuk tubuh Stella yang begitu mulus, karena saat ini dia hanya mengenakan b*ra dan celana da*lam saja.
"Sayang, kamu kenapa membuka pakaian kamu? kamu gak berniat untuk menggodaku kan?" tanya David berpura-pura tidak tau penyebabnya.
"Gak tau kenapa badanku rasanya kepanasan, aku gak kuat sayang, ujar Stella yang langsung melu*mat bibir David.
Cepat sekali reaksi obatnya, bagus deh jadi aku gak perlu nunggu lama, batin David.
"Stella jangan seperti ini, bukannya kamu tidak mau kalau kita tidur satu ranjang?" ujar David yang saat ini sudah Stella dorong ke atas kasur.
__ADS_1
"Aku gak kuat sayang, aku mohon sentuh aku," ujar Stella dengan wajah yang memelas.
"Apa kamu yakin tidak akan menyesal?" tanya David.
"Aku tidak akan menyesal sayang," ujar Stella dengan membuka handuk yang melilit pada pinggang David.
"Jangan salahkan aku sayang, karena kamu sendiri yang memintanya," ujar David yang kini memulai permainannya.
Stella meringis kesakitan ketika David memulai semuanya.
"Ternyata kamu masih vir*gin sayang." Akhirnya kamu jatuh juga ke dalam pelukanku Stella, aku sangat beruntung sekali karena baru kali ini merasakannya karena biasanya aku memuaskan hasrat Tanteu-tanteu yang kurang kehangatan dari Suaminya, lanjut David dalam hati dengan terus menciumi seluruh tubuh Stella, sampai akhirnya mereka berdua sama-sama terkapar tidak berdaya setelah melakukan aktifitas olahraga malam selama dua jam.
Keesokan paginya Stella terbangun, dan dia langsung menjerit ketika melihat tubuhnya yang tidak mengenakan sehelai benang pun sehingga membuat David terbangun juga.
Mentari dan Angga yang saat ini berada di sebelah kamar David juga mendengar jeritan Stella, sehingga Angga dan Mentari bergegas mengecek asal suara karena merasa khawatir dengan suara perempuan yang menjerit tadi.
Tok..tok..tok.
"Assalamu'alaikum," ucap Mentari dengan mengetuk pintu kamar yang saat ini ditempati oleh Stella dan David.
David yang merasa terkejut dengan ketukan pintu kamarnya, langsung saja keluar hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya.
"Wa'alaikumsalam," jawab David dengan membuka pintu.
"Astaghfirullah," ucap Mentari dengan menutup kedua matanya menggunakan tangan.
"Maaf Mbak ada perlu apa ya?" tanya David.
Angga yang melihat David tidak mengenakan baju pun langsung maju untuk menghampiri David karena dia tau kalau Mentari pasti merasa risih melihat aurat lelaki lain.
"Maaf Mas tadi kami mendengar suara jeritan dari dalam kamar Mas, makanya kami khawatir dan bergegas ke sini untuk menanyakannya," ujar Angga.
__ADS_1
"Oh..itu tadi suara Istri saya Mas, dia tadi menjerit karena ketakutan melihat kecoa," jawab David sekenanya.
"Alhamdulillah kalau tidak terjadi sesuatu hal yang buruk, kalau begitu kami permisi dulu, maaf jika kami sudah mengganggu Mas," ujar Angga dengan menggandeng Mentari untuk kembali ke dalam kamar mereka.