
Jingga tersenyum bahagia karena jebakan dia sudah berhasil.
"Akhirnya benteng pertahanan kamu runtuh juga Angga," ujar Jingga setelah selesai memuaskan hasrat Angga, lalu Jingga melepaskan Angga dan membiarkannya pergi ke kamar mandi.
Angga terus saja merutuki kebodohannya, dia meluapkan emosinya dengan meninju dinding di dalam toilet.
"Maafin Abang Mentari, Abang sudah mengkhianati pernikahan kita, kamu pasti akan membenci Abang jika mengetahui semuanya," gumam Angga dengan mengguyur dirinya di bawah air shower.
Setelah membersihkan diri, Angga memutuskan untuk langsung pulang, karena pikirannya saat ini sedang kacau.
"Akhirnya kamu keluar juga sayang," ujar Jingga yang mencoba kembali mendekati Angga.
"Jangan pernah menampakan diri di hadapanku lagi perempuan ja*lang, aku tau kalau semua ini adalah rencana busukmu, dan bodohnya aku karena telah masuk ke dalam jebakan wanita licik sepertimu !!" teriak Angga.
"Kamu tidak usah munafik Angga, kamu juga menikmatinya bukan? dan jangan harap aku akan pergi dari kehidupan kamu, lihat saja sekarang apa yang aku punya," ujar Jingga dengan memperlihatkan video me*sum mereka.
Angga mencoba merebut video tersebut dari tangan Jingga, tapi Jingga langsung saja memasukannya ke dalam pakaian da*lam dia, sehingga Angga mengurungkan niatnya.
"Kamu benar-benar licik Jingga, apa yang kamu mau dariku?"
"Aku mau kamu menikahiku dan menceraikan Mentari, gampang bukan."
"Jangan pernah bermimpi kamu, apa kamu pikir aku akan rela melepaskan berlian hanya demi batu kerikil seperti kamu?"
Jingga merasa sakit hati dengan perkataan Angga, sehingga dia semakin bertekad membuat hidup Mentari hancur.
"Apa kamu pikir setelah Mentari melihat Video me*sum kita, dia akan memaafkan dan masih bersedia untuk menerima kamu hemm? mana ada perempuan di Dunia ini yang akan rela jika Suaminya bermain gila di luar sana, dan aku yakin Mentari pada akhirnya akan meminta cerai," ujar Jingga dengan tertawa bahagia.
Angga terus memikirkan perkataan Jingga yang ada benarnya juga, sehingga membuat dia semakin menyesali perbuatannya.
__ADS_1
Aku harus bagaimana sekarang? apalagi Jingga mempunyai bukti video itu, aku sangat takut jika sampai Mentari mengetahuinya lalu meminta bercerai, aku sangat mencintai Mentari dan tidak mau sampai kehilangannya, batin Angga.
Angga memutuskan untuk meninggalkan Jingga yang masih tertawa bahagia, dan dia tidak peduli dengan setumpuk pekerjaan yang harus dia selesaikan.
Sesampainya di rumah, Angga langsung saja masuk ke dalam kamarnya kemudian membanting pintu sehingga membuat Mommy Sandra terlonjak kaget.
"Kenapa dengan Angga, kok jam segini dia sudah pulang? sepertinya dia ada masalah, sampai-sampai aku tanya juga Angga gak jawab apa-apa. Sebaiknya aku telpon Jingga saja, mungkin di tau sesuatu tentang kejadian yang telah menimpa Angga," gumam Mommy Sandra.
📞"Halo Mom," ucap Jingga yang terdengar bahagia ketika mengangkat telpon dari Mommy Sandra.
📞"Halo Sayang, kamu sepertinya sedang bahagia? apa yang sudah terjadi? apa Jingga mengetahui sesuatu tentang Angga yang tiba-tiba pulang dengan wajah yang ditekuk?" tanya Mommy Sandra.
📞"Jelas tau donk Mom, makanya Jingga bahagia, karena Angga sudah berhasil masuk ke dalam jebakan Jingga."
📞"Yang bener kamu sayang?"
📞"Bener Mom, makanya Angga jadi marah-marah, karena Jingga sudah merekam semua kejadian yang telah kita lakukan, kalau Angga tidak mau menceraikan Mentari, nanti Mentari sendiri yang akan meminta cerai jika sampai Mentari melihat video me*sum Jingga dan Angga," jelas Jingga.
"📞Iya donk Mom, dan yang lebih penting si Menantu Benalu itu akan pergi dari kehidupan Angga." Dan nanti giliran kamu Nenek lampir yang akan aku singkirkan juga, lanjut Jingga dalam hati.
......................
Mentari masih mencoba untuk menghubungi Angga, sampai akhirnya dengan perasaan takut, Angga mencoba mengangkat telpon dari Mentari.
📞"Assalamu'alaikum Bang, Alhamdulillah akhirnya telpon Mentari, Abang angkat juga."
📞"Wa'alaikumsalam sayang. Sayang maafin Abang ya."
📞"Kenapa Abang tiba-tiba meminta maaf kepada Mentari? memangnya apa kesalahan yang telah Abang lakukan sama Mentari?" tanya Mentari yang merasa heran dengan permintaan maaf Angga yang secara tiba-tiba, padahal seingat Mentari, Angga tidak melakukan kesalahan apa pun.
__ADS_1
Maafin Abang karena belum bisa mengatakan yang sebenarnya kepada Mentari, karena Abang takut jika Mentari akan kecewa kepada Abang, kemudian Mentari meminta cerai, batin Angga.
📞"Abang kan tadi tidak mengangkat telpon Mentari, makanya Abang meminta maaf," ujar Angga dengan suara parau.
📞"Gak apa-apa Bang, Mentari tau kalau Abang sibuk, tapi tadi perasaan Mentari gak enak banget, apalagi tiba-tiba tasbih yang Mentari gunakan putus dan hati Mentari juga entah kenapa terasa sangat sakit. Abang nangis ya? kenapa suara Abang terdengar seperti orang yang lagi menangis?"
Mentari sepertinya mempunyai firasat buruk dengan perbuatan bejat yang telah aku lakukan. Maafin Abang Mentari, maafin Abang, Abang sangat menyesali semuanya, batin Angga dengan frustasi sehingga dia terus saja mengusap rambutnya secara kasar.
📞"Abang menangis karena kangen banget sama Mentari." Maafin Abang sayang, karena Abang sudah berbohong, lanjut Angga dalam hati.
📞"Mentari dan Si kembar juga kangen banget sama Abang. Abang do'ain aja ya semoga Mas Fajar cepet sembuh, jadi Mentari bisa cepet-cepet pulang."
📞"Iya sayang, Abang pasti akan selalu berdo'a semoga Fajar cepat sembuh, dan kita bisa secepatnya berkumpul kembali," Dan Abang juga akan selalu berdo'a supaya rumah tangga kita tidak akan pernah hancur, lanjut Angga dalam hati.
📞"Sayang, sudah dulu ya telponnya, Abang banyak pekerjaan, jaga hati dan diri Mentari untuk Abang, dan jaga juga si kembar kesayangan kita, Assalamu'alaikum."
📞"Insyaallah Bang, Abang juga jangan lupa Shalat sama makan ya, Wa'alaikumsalam."
Fajar yang mendengarkan pembicaraan Mentari dan Angga lagi-lagi merasakan sesak dalam dadanya. Mentari yang melihat wajah Fajar berubah menjadi pucat pun bergegas menghampirinya.
"Mas Fajar kenapa? apa ada yang sakit? Mentari lihat wajah Mas Fajar terlihat pucat. Apa Mentari perlu memanggilkan Dokter untuk memeriksa Mas Fajar?" Mentari memberondong Fajar dengan pertanyaan.
"Tidak perlu Mentari, aku baik-baik saja," karena yang sakit hatiku Mentari, jadi Dokter tidak akan bisa menyembuhkannya, lanjut Fajar dalam hati.
"Mas Fajar sekarang makan dulu ya, sini Mentari suapi. Mas Fajar harus makan yang banyak biar kita bisa cepat pulang."
"Tapi aku tidak tau harus pulang kemana, saat ini aku masih belum mengingat apa pun. Handphone dan dompetku juga masih belum ditemukan."
"Mas Fajar jangan terlalu banyak pikiran ya, Mas juga tidak perlu khawatir, karena nanti Mas Fajar akan ikut ke rumah Mentari dan tinggal di sana sampai ingatan Mas Fajar kembali pulih."
__ADS_1
Fajar yang mendengar perkataan Mentari merasa bahagia karena akan tinggal bersama perempuan yang sangat dicintainya, tapi di sisi lain Fajar juga merasa sedih karena setiap hari harus melihat kebersamaan Mentari dan Angga.