Menantu Benalu

Menantu Benalu
Bab 37 ( Tuduhan Selingkuh )


__ADS_3

Mentari akhirnya pamit kepada Fajar untuk bergegas pulang, karena dia takut dimarahi oleh Mertuanya. Akan tetapi, baru saja Mentari melangkahkan kaki, kepalanya kembali terasa pusing.


Fajar yang masih berada di sana pun bergegas menangkap tubuh Mentari yang akan terjatuh ke belakang, dan lagi-lagi adegan tersebut tidak luput dari pengawasan Anak buah Jingga yang terus memotret Mentari dan Fajar.


"Mbak tidak kenapa-napa kan? sebaiknya saya antar pulang saja ya, saya bukan orang jahat kok, saya benar-benar tulus ingin membantu Mbak," ucap Fajar.


"Apa saya tidak merepotkan Mas?" tanya Mentari.


"Tidak sama sekali Mbak, silahkan masuk," ujar Fajar dengan membukakan pintu mobil untuk Mentari.


"Terimakasih banyak mas," ucap Mentari.


"Iya, sama-sama," jawab Fajar dengan tersenyum.


Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil, Fajar kembali angkat suara.


"Maaf, kalau boleh tau, nama Mbak siapa ya?" tanya Fajar berpura-pura tidak mengetahui nama Mentari.


"Perkenalkan Mas, nama saya Mentari," jawab Mentari dengan menelungkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Nama saya Fajar," ucap Fajar dengan senyum yang merekah di bibirnya.


"Kalau boleh saya tau, kenapa Mbak berjualan? padahal Mbak kan sedang hamil muda, dan seharusnya Mbak banyak istirahat, Apa Suami Mbak yang menyuruh Mbak untuk berjualan?" tanya Fajar.


"Bukan Mas, malah Suami saya tidak mengetahui kalau saat ini saya sedang berjualan, tapi yang menyuruh saya untuk berjualan adalah Mertua saya," jawab Mentari.


Aduh, kenapa aku sampai keceplosan mengatakan yang sebenarnya kepada Mas Fajar? tapi kenapa aneh sekali ya karena aku bisa merasa senyaman ini dengan orang yang baru saja aku kenal? batin Mentari.


"Oh, jadi seperti itu ceritanya," ucap Fajar dengan manggut-manggut.


"Astagfirullah, maaf sekali ya Mas, saya tidak ada maksud untuk menjelek-jelekan mertua saya, tidak seharusnya juga saya menceritakan tentang keluarga saya kepada oranglain, apalagi kepada orang yang baru saya kenal. Mungkin saja beliau ingin saya mandiri mas, makanya beliau menyuruh saya untuk berjualan," ujar Mentari.


Aku sudah lama mengenalmu Mentari, bahkan aku selalu membawa fhoto mu kemanapun aku pergi, batin Fajar.


"Mbak tenang saja, saya orangnya gak ember kok," ucap Fajar dengan terkekeh.


"Tapi tidak seharusnya saya menceritakan kehidupan pribadi saya, apalagi kepada lawan jenis, saya kan sudah mempunyai Suami," ujar Mentari dengan tertunduk sedih karena dia tidak mungkin menceritakan semua kebenarannya terhadap Suaminya.

__ADS_1


Aku tau Mentari, kalau saat ini kamu sedang sedih, aku juga merasakan sakit melihatmu yang harus berjuang sendirian, ingin rasanya aku merengkuh tubuhmu dan mendengarkan semua keluh kesahmu, batin Fajar.


"Oh iya Mbak, apa saya boleh meminta nomor handphone Mbak?" tanya Fajar.


"Maaf, untuk apa ya Mas?" Mentari malah balik bertanya.


"Supaya saya nanti gampang menghubungi Mbak jika ingin memesan makanan," jawab Fajar.


"Maaf saya kira untuk apa, kalau begitu mas bisa catat nomor saya," ucap Mentari dengan tersenyum malu karena sudah berprasangka buruk terhadap Fajar.


"Apa bisa Mbak menolong saya untuk memasukan nomor nya? soalnya saya takut gak fokus nyetir nya," ujar Fajar.


"Boleh Mas, maaf ya saya lancang buka handphone nya."


"Iya gak apa-apa, kan saya yang nyuruh, buka aja Mbak, handphonenya gak di kunci kok."


Mentari terkejut, ketika membuka handphone Fajar, karena Fajar memasang foto Mentari di layar utama handphonenya.


Aduh kenapa aku lupa kalau aku pake Foto Mentari sebagai wallpaper, batin Fajar.


"Kenapa saya merasa fhoto ini mirip saya ya Mas? tapi kalau dilihat-lihat perempuan di handphone Mas Fajar lebih cantik," ujar Mentari dengan tersenyum, lalu memasukan nomor handphonenya.


"Alhamdulillah, Mas kan orang baik, jadi Allah SWT pasti akan memberikan jodoh yang baik juga," ujar Mentari.


"Amin, makasih banyak ya Mbak, semoga dia jodoh saya, karena sekarang dia masih Istri oranglain, batin Fajar.


"Iya Amin, pasti saya do'ain, semoga kalian berdua langgeng," ujar Mentari yang tidak tau kalau perempuan yang Fajar maksud adalah Mentari sendiri.


"Amin, amin, amin," ucap Fajar.


"Alhamdulillah sampai juga, terimakasih banyak ya Mas, maaf kalau saya ngerepotin, Assalamu'alaikum," ucap Mentari dengan turun dari mobil Fajar.


"Wa'alaikumsalam," jawab Fajar, kemudian dia melihat keranjang Mentari yang ketinggalan di jok belakang mobilnya, sehingga Fajar memutuskan untuk turun dan memberikan keranjangnya kepada Mentari.


Ketika Mentari sampai di halaman rumah, Mertuanya terlihat bertolak pinggang menatap Mentari.


"Bagus ya, aku suruh jualan, tapi malah pacaran !!" bentak Mommy Sandra.

__ADS_1


"Apa maksud Nyonya? saya tidak pacaran, tapi saya memang baru pulang dagang," jawab Mentari.


"Siapa yang menyuruh kamu untuk berbicara? kamu sebaiknya diam saja kalau majikan sedang berbicara, kalau bukan pacaran apa maksudnya kamu turun dari mobil mewah itu? apalagi di antar sama lelaki, ayo cepat ngaku siapa lelaki itu?" bentak Mommy Sandra.


"Mas Fajar tadi hanya mencoba untuk menolong Mentari yang pusing Nyonya, saya berani bersumpah jika kami tidak mempunyai hubungan apa pun, kami juga baru pertama kali bertemu," jawab Mentari dengan menangis.


"Sedikit-sedikit mewek, kamu itu jangan cengeng jadi perempuan, lagian hamil juga manja banget, aku juga dulu hamil gak manja kayak kamu," ucap Mommy Sandra.


"Maaf Mentari, ini keranjangnya ketinggalan," ujar Fajar.


"Terimakasih mas," ucap Mentari.


Prok prok prok


Mommy Sandra bertepuk tangan melihat Fajar dan Mentari.


"Kamu mau menyangkal apa lagi Menantu Benalu? sekarang sudah jelas kalau selingkuhan kamu datang untuk menghampiri kekasihnya," sindir Mommy Sandra.


"Maaf Nyonya, apa maksud Anda?" tanya Fajar yang terlihat heran.


"Kalian mengaku saja, sudah berapa lama kalian berselingkuh?" tanya Mommy Sandra.


"Sepertinya Anda sudah salah Faham, karena saya dan Mbak Mentari baru kali ini bertemu. Saya hanya mencoba menolong nya karena tadi Mbak Mentari merasa pusing," ujar Fajar.


"Mana ada maling ngaku, yang ada nanti penjara makin penuh," teriak Mommy Sandra.


Tiba-tiba Stella yang habis shoping pun datang, dan dia langsung terpesona melihat wajah Fajar yang rupawan.


"Ya ampun, mimpi apa Stella semalam, kok bisa sih Stella bertemu pangeran tampan," ucap Stella dengan mata yang berbinar.


"Stella, kamu jangan bikin malu, ayo masuk, jadi perempuan kok gak ada harga dirinya," bisik Mommy Sandra dengan menarik tangan Stella yang terus saja memandang Fajar.


"Mommy apaan sih tarik-tarik, gak tau apa Stella sedang menikmati pemandangan indah dan menyejukkan mata."


"Asal kamu tau, dia itu selingkuhan si Menantu Benalu," ujar Mommy Sandra.


"Please deh Mom, jangan ngada-ngada kalau ngomong, mana mau Babang tampan ini sama si Benalu, yang ada dia bakalan ketularan sial, perkenalkan Bang, nama saya Stella Anastasya yang cantik jelita tiada tara," ujar Stella dengan mengulurkan tangan kepada Fajar, tapi Fajar tidak menghiraukannya.

__ADS_1


Fajar terus saja melihat Mentari yang menangis, dia tidak rela melihat perempuan yang begitu dia cintai meneteskan airmata.


Kamu harus kuat Mentari, karena mulai saat ini aku akan terus ada untukmu, dan akan terus berusaha menjagamu, meskipun tidak dapat memilikimu, batin Fajar.


__ADS_2