Menantu Benalu

Menantu Benalu
Bab 51 ( Membuat keretakan dalam rumah tangga Mentari dan Angga )


__ADS_3

Mentari baru kali ini bangun kesiangan, dan ketika dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ternyata Angga sudah tidak ada di dalam kamar mereka.


Mentari melihat jam weker yang berada di sampingnya, dan ternyata waktu sudah menunjukan pukul 07.00.


"Astagfirullah, kenapa aku sampai bangun kesiangan, Bang Angga juga udah gak ada, mungkin dia udah berangkat bekerja. Apa semalam Bang Angga tidur di sini? mungkin dia masih marah, makanya pergi kerja gak pamit dulu. Gara-gara kemarin kecapean aku sampai bangun kesiangan, Ampuni hamba Ya Allah, aku sampai gak Shalat subuh, mana sekarang udah jam tujuh," gumam Mentari yang masih saja menyesali semuanya.


Mentari akhirnya membersihkan diri, kemudian dia melaksanakan Shalat Dhuha.


"Apa aku masak saja buat Bang Angga? terus aku anterin makanannya ke kantor dan meminta maaf atas semua kesalahpahaman yang telah terjadi. Semoga saja Bang Angga mempercayaiku," ujar Mentari, kemudian bergegas menuju dapur.


Ketika Mentari keluar dari kamarnya, Mommy Sandra terlihat sedang menikmati sarapan bubur yang sempat di belikan oleh Angga sebelum berangkat kerja. Angga juga membelikannya untuk Mentari, bahkan Angga menulis permintaan maaf pada secarik kertas yang dia simpan di bawah bubur untuk Mentari. Tapi seperti biasa, Mommy Sandra tidak tinggal diam dan langsung merobek, lalu membuang kertas permintaan maaf Angga, bahkan bubur untuk Mentari dari Angga pun dia makan juga.


"Buburnya enak banget nih, Angga tahu aja selera Mommy nya. Akhirnya Angga bisa membuka matanya juga, karena selama ini dia sudah dibutakan oleh cinta," sindir Mommy Sandra kepada Mentari, tapi Mentari hanya membiarkannya tanpa berniat untuk membalas perkataan Mommy Sandra.


Jadi Mommy dibeliin bubur sama Bang Angga? kenapa Bang Angga tega tidak membelikannya untukku juga? batin Mentari dengan menitikkan airmata, karena saat ini dia telah salah paham terhadap Angga.


"Kamu harus kuat Mentari, kamu tidak boleh lemah demi kedua bayi yang ada dalam perut kamu. Mungkin saat ini Bang Angga masih marah, makanya dia tidak peduli kepadaku, sebaiknya aku bergegas memasak supaya bisa mengantarkan makan siang buat Bang Angga," gumam Mentari, mencoba untuk menyemangati dirinya sendiri.


Satu jam kemudian, Mentari selesai memasak nasi dan lauknya. Mentari bergegas memasukannya ke dalam rantang, lalu membawa rantang tersebut ke dalam kamar ketika dia hendak berganti pakaian karena dia tidak mau kejadian kemarin terulang kembali sehingga Mentari menjadi lebih waspada.


Ketika Mentari selesai berganti pakaian, dia melangkahkan kaki untuk segera berangkat ke tempat kerja Angga.


"Heh Menantu Benalu, kamu mau keluyuran kemana lagi hemm?" tanya Mommy Sandra, tapi Mentari diam tanpa menjawab pertanyaan Mertuanya, lalu dia bergegas menuju kantor Angga.

__ADS_1


"Dasar budeg, ditanya juga bukannya jawab malah pergi gitu aja, dasar Menantu gak ada akhlak. lihat saja kamu, aku pasti akan segera menyingkirkan kamu dari hidup Angga," ujar Mommy Sandra yang merasa geram terhadap Mentari, sampai-sampai dia menendang meja yang ada di hadapannya.


"Awww sakit banget sih, kakiku jadi sakit kan gara-gara si Menantu Benalu. Si Menantu Benalu pasti akan mengantarkan makanan untuk Angga, sekarang juga aku harus segera menelpon Jingga supaya masuk ke dalam ruang kerja Angga dan menggodanya, jadi ketika Si Menantu Benalu itu masuk, dia akan salah paham terhadap Angga, dan pasti hubungan mereka akan semakin retak," gumam Mommy Sandra dengan tersenyum licik.


📞"Halo cantik, Mommy ada berita penting buat kamu," ujar Mommy Sandra.


📞"Berita apa Mom?" tanya Jingga.


📞"Kamu sekarang ada di kantor Angga kan?"


📞"Iya Mom, aku baru saja sampai. Tadinya aku males buat godain Angga lagi, karena kemarin dia menolak bahkan sampai menghinaku, tapi karena semalam Mommy bilang Angga dan Mentari sedang bertengkar, jadi aku mempunyai celah untuk mendekati Angga."


📞"Pokoknya kamu jangan menyerah, apalagi si Menantu Benalu saat ini sedang menuju ke sana untuk mengantarkan makanan. Jingga nanti masuk ke dalam ruangan Angga sebelum si Benalu datang, dan buat seakan-akan Angga dan Jingga sedang bermesraan, jadi si Menantu benalu akan mengira kalau Angga berselingkuh, dan semakin merasa sedih. Semoga saja dengan begitu dia mulai menyerah dengan rumah tangganya," ujar Mommy Sandra.


Jingga kembali memoleskan make up pada wajahnya serta menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya supaya Angga bisa terpikat.


Seperti biasa, Jingga masuk ke dalam ruangan Angga tidak mengetuk pintu, bahkan dia sengaja membuka pintu tersebut, supaya jika Mentari datang ke sana, Mentari akan langsung melihat adegan yang akan dilakukan Jingga pada Angga.


Angga terlihat melamun dengan memegangi kepalanya yang terasa sakit, sehingga pada saat Jingga masuk ke dalam ruangannya, Angga tidak tau jika Jingga saat ini sudah berada di belakang kursinya.


Secara perlahan Jingga memijit kepala Angga, dan Angga diam saja tanpa berbicara apa-apa karena dia sedang memikirkan Mentari, sehingga dia berkhayal jika Mentarilah yang saat ini sedang memijit kepalanya.


"Sayang, Abang merindukanmu, bahkan Abang merasakan pijatan Mentari pada kepala Abang. Maafin Abang ya sayang, karena kemarin sudah membentak Mentari," gumam Angga dengan masih memejamkan matanya.

__ADS_1


Jingga yang melihat Mentari dari kejauhan berjalan menuju ruang kerja Angga pun langsung saja naik ke atas paha Angga lalu mendudukkan bokongnya di sana. kemudian Jingga melu*mat bibir Angga yang masih memejamkan matanya. Angga masih saja membayangkan Mentari, dan dia secara tidak sadar membalas ciuman Jingga.


Mentari begitu syok ketika hendak mengucapkan salam dan membuka lebar pintu Angga, tubuhnya bergetar hebat Melihat pemandangan yang saat ini ada di depan matanya, sampai akhirnya rantang makanan Mentari terjatuh.


Prang


Suara Rantang yang terjatuh membuat Angga tersadar dari khayalannya. Angga langsung saja membuka kedua matanya, dan dia terlihat syok karena saat ini Jingga berada di atas pangkuannya dengan kancing kemeja yang sudah terbuka sehingga menampakkan gunung kembarnya.


Angga gelagapan begitu melihat Mentari yang berada di depannya dengan menutup mulut serta tangisannya yang sudah pecah.


"Kenapa Abang tega melakukan semua ini kepada Mentari? kenapa Abang tega mengkhianati cinta kita?" tanya Mentari dengan menangis histeris.


"Abang bisa jelasin semuanya sayang, ini semua tidak seperti yang Mentari pikirkan," ujar Angga dengan bangkit dari duduknya serta mendorong tubuh Jingga hingga terjatuh di atas lantai.


Mentari hendak berlari dari ruang kerja Angga, tapi Angga menahan pergelangan tangannya.


"Sekarang juga kamu pergi dari ruanganku Jingga !!" teriak Angga.


Jingga yang sudah merasa berhasil membuat keretakan dalam rumah tangga Mentari pun langsung saja keluar dengan senyum penuh kemenangan.


Angga bergegas menutup pintu lalu memeluk tubuh Mentari dengan erat.


"Abang minta maaf sayang, semua itu tidak seperti yang Mentari pikirkan," ujar Angga yang saat ini mencoba untuk menjelaskan semua kesalahpahaman yang telah terjadi.

__ADS_1


__ADS_2