
Mommy Sandra memutuskan menelpon Jingga untuk memberitahukan perkembangan terbaru rumah tangga Angga dan Mentari.
📞"Halo Mom," ucap Jingga.
📞"Halo sayang, kenapa suara kamu terdengar lemas seperti itu?" tanya Mommy Sandra.
📞"Jingga lagi gak enak badan Mom. Tumben Mommy telpon pagi-pagi begini, pasti mau ngasih kabar terbaru kan tentang si Menantu Benalu?"
📞"Iya sayang, kemarin kan Angga pulang, tapi dia pulangnya sendirian, jadi kemungkinan besar Angga dan Si Benalu kembali bertengkar, dan ini adalah kesempatan kamu supaya bisa mendekati Angga."
📞"Serius Mom?" tanya Jingga yang tiba-tiba bersemangat.
📞"Tuh kan kamu jadi semangat dengernya, sebaiknya nanti kamu pergi ke kantor Angga, kalau perlu kamu jebak Angga supaya mau menikah dengan kamu."
📞"Oke Mom, Jingga pasti akan segera mendapatkan Angga," ujar Jingga dengan tersenyum licik, kemudian memutuskan panggilan telponnya.
Jingga memutuskan untuk bersiap-siap pergi ke Kantor Angga.
"Mau kemana kamu honey?" tanya David yang baru masuk ke dalam kamar Jingga dengan membawakan bubur untuknya.
"Aku mau pergi ke suatu tempat sayang," jawab Jingga dengan memoleskan make up pada wajahnya.
"Sebaiknya kamu istirahat dulu, aku takut kalau kamu sampai kenapa-napa, apalagi kandungan kamu masih lemah," ujar David yang kini memeluk tubuh Jingga dari belakang.
"Kamu tenang saja sayang, aku mau pergi bersenang-senang dulu, jadi sebaiknya kamu tidak usah mengkhawatirkanku. Aku berangkat dulu ya sayang, kamu tidak usah mengantarku karena aku sudah pesan taksi online." Aku tidak mau David tau kalau aku pergi ke Kantor Angga, bisa-bisa David menggagalkan rencanaku, lanjut Jingga dalam hati.
"Sebaiknya kamu makan dan minum obat dulu honey, aku tidak mau kalau sampai Anakku kenapa-napa," ujar David.
"Kamu tenang saja sayang, bayi dalam kandunganku sangat kuat seperti Ibunya, nanti aku sarapan di jalan saja," ujar Jingga dengan mengecup sekilas bibir David.
Aku harap kamu tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan oranglain Jingga, karena aku takut suatu saat nanti semua itu akan berbalik kepadamu, ucap David dalam hati.
Satu jam kemudian Jingga sampai di kantor Angga, dia langsung saja menemui OB yang biasa mengantarkan kopi untuk Angga.
"Mbak, kopi buat Pak Angga udah di antar belum?" tanya Jingga.
"Belum Bu, ini baru saja mau saya antar," jawab OB.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu Mbak sekarang bikinin teh manis dulu buat saya, dan kopi buat Pak Angga simpan saja dulu di sini," ujar Jingga.
Setelah OB tersebut pergi membuatkan teh manis untuk Jingga, Jingga bergegas memasukan obat perangsang ke dalam kopi Angga.
"Bu ini teh nya," ujar OB tersebut.
"Oh iya terimakasih, sebaiknya Mbak segera antar kopi ini ke ruangan Pak Angga ya," ujar Jingga, lalu dia tersenyum licik.
Jingga memutuskan untuk menunggu reaksi obat pada tubuh Angga dengan berdiri di depan ruangan Angga.
"Aku sebaiknya masuk sekarang, dan aku akan merekam semuanya supaya Angga tidak dapat mengelak semuanya," gumam Jingga lalu bergegas masuk ke dalam ruangan Angga.
Benar saja ketika Jingga masuk, Angga sudah terlihat gelisah dan kepanasan.
"Kenapa badanku terasa panas sekali, dan aku tidak bisa menahan hasratku. Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan," ujar Angga dengan terus mondar mandir.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Jingga dengan memeluk tubuh Angga, sehingga Angga mati-matian menahan sesuatu yang sudah bergejolak hebat.
"Ngapain kamu ke sini Jingga? sekarang aku minta kamu pergi dari sini Jingga !!" teriak Angga.
"Apa yang kamu lakukan? lepaskan tanganmu," ujar Angga dengan mendorong Jingga dan bergegas untuk masuk ke dalam kamar mandi, dan berniat untuk mengguyur tubuhnya.
Tapi Jingga menghalangi Angga, lalu kemudian mendorong tubuh Angga sehingga Angga terjatuh di sofa dengan posisi terlentang. Jingga tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan dia langsung saja naik ke tubuh Angga dengan melucuti semua baju yang dia kenakan.
"Kamu tenang saja sayang, aku akan membantumu," ujar Jingga dengan membuka semua pakaian Angga.
Akhirnya Angga yang sudah terpengaruh dengan obat perangsang pun melakukan hubungan terlarang dengan Jingga, dan kini Angga sudah masuk ke dalam jebakan yang Jingga buat.
......................
Di tempat lain, saat ini Mentari sedang berdzikir setelah sebelumnya melaksanakan Shalat Dhuha. Akan tetapi, tiba-tiba tasbih yang Mentari gunakan putus dan berceceran kemana-mana.
"Astagfirullah, kenapa perasaanku jadi tidak enak begini? semoga saja tidak ada sesuatu hal yang buruk yang menimpa keluargaku," gumam Mentari dengan memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sakit.
"Kamu kenapa Mentari?" tanya Fajar yang saat ini menghampiri Mentari.
"Aku tidak tau Mas, tiba-tiba perasaanku tidak enak dan hatiku terasa sakit," jawab Mentari.
__ADS_1
"Lho, tasbih kamu kenapa bisa sampai putus juga?" tanya Fajar.
"Iya Mas, Mentari juga tidak tau kenapa tiba-tiba tasbih yang Mentari pakai bisa putus. Semoga saja ini bukan pertanda buruk," ujar Mentari yang tiba-tiba meneteskan airmata.
"Kamu jangan terlalu banyak pikiran, sebaiknya sekarang kamu banyak berdo'a saja, lalu coba telpon keluarga kamu," usul Fajar.
Mentari akhirnya memutuskan untuk menelpon Angga, hingga beberapa kali Mentari mencobanya, Angga masih tidak menjawab juga telpon dari Mentari.
"Tidak biasanya Bang Angga mengabaikan teleponku, apa saat ini Bang Angga sedang meeting ya?" gumam Mentari.
"Gimana, Angga angkat telpon kamu gak?" tanya Fajar.
"Tidak Mas, padahal biasanya Bang Angga selalu mengangkat telpon Mentari sesibuk apa pun itu," jawab Mentari.
"Kamu berpikir positif saja dulu, mungkin saat ini Angga sedang sibuk, atau handphone nya ketinggalan di rumah," ujar Fajar mencoba untuk menenangkan Mentari yang masih terlihat gelisah.
"Sebaiknya Mentari juga coba telpon Ibu dan Bapak dulu Mas, Mentari takut jika sampai terjadi hal buruk kepada keluarga Mentari," ujar Mentari, lalu mencoba menelpon Ibunya.
📞"Assalamu'alaikum Nak," ucap Ibu Mentari.
📞"Wa'alaikumsalam Bu, Ibu dan Bapak apa kabar?" tanya Mentari.
📞"Alhamdulillah, Ibu sama Bapak baik-baik saja," jawab Bu Rima.
📞"Alhamdulillah kalau kabar Ibu dan Bapak baik."
📞"Kabar kamu bagaimana Nak? Apa Mertua Mentari masih suka menyakiti Mentari?"
📞"Alhamdulillah kabar Mentari juga baik-baik saja, tapi Mentari kemarin sempat mau tertabrak motor."
📞"Astagfirullah, tapi Mentari tidak kenapa-napa kan?"
📞"Alhamdulillah Mentari baik-baik saja Bu, tapi Mas Fajar yang sudah menolong Mentari harus di operasi dan sekarang Mas Fajar mengalami amnesia."
📞"Innalillahi..Mentari yang sabar ya Nak, semoga orang yang sudah menolong Mentari segera sembuh dan ingatannya segera pulih," ucap Bu Rima.
📞"Iya Amin Bu. Bu sudah dulu ya telponnya, Mentari mau menelpon Bang Angga dulu," ujar Mentari lalu menutup telponnya setelah mengucapkan Salam.
__ADS_1