Menantu Benalu

Menantu Benalu
Bab 65 ( Kejujuran Angga )


__ADS_3

Mentari dan Angga saat ini sudah berada di dalam kamarnya, kemudian Mentari mencoba memberanikan diri untuk berbicara kepada Suaminya.


"Bang, Mentari minta maaf jika Mentari mempunyai kesalahan kepada Abang baik secara sengaja atau pun tidak disengaja, tapi Mentari mau bertanya kepada Abang, Apa sebegitu jijik nya Abang kepada Mentari, bahkan untuk menatap wajah Mentari saja Abang terlihat enggan?" tanya Mentari dengan berlinang airmata.


Angga yang melihat Mentari menangis, langsung saja mendekap tubuh nya dengan erat, dia tidak pernah menyangka jika perbuatannya yang sudah menghindari Mentari malah menyebabkan luka di hati Mentari serta membuat Mentari salah paham terhadap Angga.


"Maafin Abang ya sayang, Abang tidak ada niat sedikit pun untuk menyakiti hati Mentari, tapi Abang merasa bersalah karena Abang telah masuk ke dalam jebakan yang dibuat oleh Jingga."


Rasanya hati Mentari bagai tertusuk ribuan duri, hatinya hancur berkeping-keping karena mendengar pengakuan yang keluar dari mulut Angga sendiri.


"Jadi video yang tadi Kak Jingga perlihatkan itu benar adanya?"


Angga hanya diam membisu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari bibirnya.


"Diam nya Abang berarti membenarkan semuanya. Mentari tau jika semua itu bukan sepenuhnya kesalahan Abang, karena Kak Jingga adalah perempuan licik yang akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan semua yang dia mau.


"Maafin Abang karena sudah membuat Mentari menangis."


"Mentari lebih baik menangis karena mendengar kejujuran dari Abang, daripada Mentari harus tertawa bahagia di balik sebuah kebohongan."


"Apa sekarang Mentari masih mau menerima Abang serta memaafkan semua kesalahan Abang?"


Mentari terlihat diam, dia memikirkan baik-baik langkah selanjutnya yang akan dia ambil.


Kalau aku sampai bercerai dengan Bang Angga, bagaimana nanti dengan nasib bayi yang saat ini berada dalam kandunganku, aku gak mau jika mereka sampai terlahir tanpa Ayah. Sebenarnya hatiku sangat sakit dengan kejujuran Bang Angga, tapi jika aku sampai menyerah dengan rumah tanggaku, pasti Mommy Sandra dan Kak Jingga akan merasa senang karena rencana mereka untuk memisahkan aku dengan Bang Angga sudah berhasil, batin Mentari yang saat ini berada dalam dilema.


Mentari beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar sebelum kembali angkat bicara.

__ADS_1


"Mentari hanyalah perempuan biasa yang akan merasakan sakit juga jika mendengar Suaminya sudah melakukan hal yang tidak senonoh dengan perempuan lain, apalagi perempuan itu adalah Kakak Mentari sendiri. Akan tetapi, Mentari akan mencoba untuk mengikhlaskan semuanya, karena sejatinya semua orang pernah melakukan kesalahan. Allah SWT selalu memaafkan hambanya yang melakukan dosa besar sekali pun, apalagi Mentari sebagai umatnya. Namun, Mentari berharap Abang tidak akan melakukan lagi kesalahan yang sama, karena mungkin itu akan berakibat fatal pada pernikahan kita nantinya."


"Terimakasih ya sayang karena sudah memaafkan Abang, Abang benar-benar di jebak oleh Jingga, dan Jingga sudah memasukan obat perangsang ke dalam minuman Abang."


"Mentari percaya sama Abang, karena selama ini Abang adalah sosok Suami yang baik. Mulai sekarang apa pun yang terjadi, Mentari minta Abang selalu jujur. Abang juga harus lebih berhati-hati lagi ya, Mentari tau betul sifat Kak Jingga yang akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang dia mau."


"Terimakasih banyak ya sayang, Abang pasti akan lebih waspada lagi, Abang takut kalau sampai kehilangan Mentari dan Anak-anak kita," ujar Angga dengan terus memeluk tubuh Mentari.


......................


Di kamar Fajar, Fajar terus saja memikirkan Mentari yang tadi hampir pingsan saat melihat video tidak senonoh yang dilakukan oleh Jingga dan Angga.


"Kasihan Mentari, saat ini dia pasti merasa terpukul dengan semua yang dia alami. Aku tau kalau Mentari hanya berpura-pura tegar di hadapan semua orang, tapi sebenarnya hatinya sangatlah rapuh," gumam Fajar.


Ingatan Fajar tentang Jingga juga secara perlahan mulai kembali. Fajar sekarang sudah mengingat jika Jingga adalah Pelakor yang sudah merebut Suami Kakak kandungnya, sehingga menyebabkan Dewi meninggal dunia.


Keesokan pagi nya, Mentari dan Angga terlihat keluar dari kamar mereka dengan bibir yang merekah dari keduanya, sehingga membuat Mommy Sandra dan Stella yang sudah berada di meja makan merasa geram, karena rencana mereka untuk memisahkan Angga dan Mentari belum berhasil.


"Mom, katanya Kak Jingga sudah memperlihatkan video me*sumnya kepada Mentari, tapi kok mereka berdua terlihat baik-baik saja," bisik Stella.


Fajar yang baru keluar dari kamarnya, lalu melihat Mentari dan Angga yang tersenyum kepadanya pun membalas senyuman Mentari dan Angga.


Aku tau kalau senyuman kamu itu palsu Mentari, karena aku bisa melihat luka dari pancaran mata kamu, ucap Fajar dalam hati.


"Mas Fajar, mari kita sarapan," ajak Mentari kemudian mereka berlima memulai sarapan dengan keheningan tanpa ada seorang pun yang berbicara. Akan tetapi, tiba-tiba Stella merasakan gejolak yang hebat pada perutnya, sehingga Stella berlari menuju kamar mandi untuk kembali memuntahkan isi perutnya.


Mommy Sandra yang merasa cemas terhadap Stella memutuskan untuk menyusul Stella.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa? kamu udah telat datang bulan belum?" tanya Mommy Sandra dengan antusias, karena dia yakin kalau saat ini Stella tengah hamil muda.


"Kenapa Mommy menanyakan tentang datang bulan? memangnya apa hubungannya dengan Stella yang saat ini mual sama muntah?" Stella balik bertanya karena dia tidak kepikiran kalau sudah hamil anak David.


"Kamu tuh gak kepikiran gitu kalau sekarang kamu hamil Anak David? waktu kamu ke Puncak sama David, kamu kan baru saja selesai datang bulan, dan ini sudah satu bulan lebih," jelas Mommy Sandra.


"Apa mungkin Stella hamil Mom? soalnya Stella belum datang bulan lagi, bagaimana kalau nanti Kak Angga sampai tau, dia pasti murka dengan kelakuan Stella yang sudah tidak bisa menjaga diri."


"Kamu tenang saja, nanti kita beli testpack untuk membuktikan kamu hamil atau tidak, dan kalau kamu terbukti hamil, kamu harus secepatnya meminta pertanggungjawaban kepada David."


"Tapi Stella takut kalau David tidak mau bertanggungjawab, Stella gak mau Mom kalau hamil di luar nikah, apa nanti kata orang, semua orang pasti akan mencemooh Stella," ujar Stella dengan menangis.


"Kalau sampai David menolak untuk bertanggungjawab, kita ancam saja dia kalau kita akan melaporkan perbuatannya kepada Polisi."


"Jangan donk Mom, nanti kalau sampai David di penjara, Anak Stella gak ada Ayahnya donk."


"Mommy cape ngomong sama kamu, maksud Mommy tuh kita hanya gertak sambel saja sama David supaya dia mau menikahi kamu."


"Jadi Stella harus bawain sambel gitu kalau nanti ketemu sama David?"


"Astaga Stella, Mommy ngidam apa sih dulu sampai punya Anak dodol kayak kamu?"


"Dodol itu bukannya oleh-oleh khas dari Garut ya Mom?" tanya Stella balik nanya.


"Udah cukup, jangan bicara lagi. Mommy pusing denger kamu bicara," ujar Mommy Sandra dengan pergi meninggalkan Stella.


"Kalau pusing kan tinggal minum obat ya? di sini siapa sih yang bo*doh? aku atau Mommy?" gumam Stella yang masih belum mengerti juga perkataan Mommy Sandra.

__ADS_1


__ADS_2