Menantu Benalu

Menantu Benalu
Bab 38 ( Rencana licik Jingga )


__ADS_3

Anak buah Jingga yang ditugaskan untuk mengikuti Mentari pun hendak melaporkan hasil kerjanya kepada Jingga.


Tok tok tok


Jingga mendengar pintu ruang kerjanya di ketuk dari luar.


"Masuk," ujar Jingga kepada orang yang sudah mengetuk pintu.


"Bagaimana hasil kerja kamu hari ini?" tanya Jingga kepada Anak buahnya.


"Ini hasil kerja saya hari ini Bos," ujar Anak buah Jingga dengan menyerahkan fhoto Mentari dan Fajar yang sebelumnya sudah ia cetak.


"Kerja bagus, ini bayaran kamu sayang," ujar Jingga dengan memberikan amplop coklat yang berisi uang.


"Kalau begitu saya permisi dulu," ujar Anak buah Jingga.


"Tunggu David, apa kamu ada acara nanti malam?" tanya Jingga.


"Tidak ada Bos, memangnya apa yang akan Bos tugaskan lagi kepada saya?" tanya David.


"Kalau begitu nanti malam kamu bisa datang ke rumahku kan? aku ingin kamu memuaskan hasratku lagi seperti kemarin," bisik Jingga di telinga David yang ternyata adalah Berondong yang Jingga menangkan saat Arisan berondong kemarin.


"Tentu saja, dengan senang hati aku akan melayanimu Bos cantik," jawab David dengan melu*mat bibir Jingga, sehingga Jingga mendes*ah.


"Stop David, jangan di sini, aku tidak mau kalau ada yang melihat perbuatan kita, apalagi hari ini aku baru pertama kali masuk kerja," ujar Jingga.


"Baiklah cantik, sampai jumpa nanti malam, aku pasti akan datang untuk memuaskan hasratmu," bisik David ditelinga Jingga, sehingga membuat bulu kuduk Jingga meremang, lalu David pun keluar dari ruang kerja Jingga.


"Kamu memang luar biasa David, aku jadi tidak sabar untuk menunggu nanti malam," gumam Jingga dengan menggigit bibir bawahnya


Jingga hari ini telah resmi menjadi pimpinan perusahaan Angkasa Grup, karena Fajar sengaja membiarkan Jingga merasa di atas awan, sebelum dia menghempaskan Jingga ke jurang kesengsaraan.

__ADS_1


Jingga kini melihat satu persatu fhoto Mentari dan Fajar yang terlihat seperti berpelukan.


"Aku punya ide untuk menghancurkan hidupmu Mentari, tunggu saja tanggal mainnya, karena aku pasti akan merebut semua yang kamu punya, termasuk Suamimu," gumam Jingga dengan tertawa licik.


......................


Di rumah Mentari, saat ini Fajar masih bersitegang dengan Mommy Sandra, tapi Mommy Sandra masih bersikukuh menuduh Mentari dan Fajar berselingkuh.


"Mas Fajar, maaf ya, sebaiknya mas Fajar pulang saja, Mentari tidak mau ada lagi keributan."


"Tapi Mbak, Mertua Anda sudah menuduh kita berselingkuh, dan saya tidak terima atas tuduhannya," jawab Fajar.


"Apa kamu bilang? aku Mertua si Menantu Benalu itu? aku gak sudi punya Menantu udik seperti dia. Asal kamu tau ya dia itu cuma pembantu di rumah ini."


"Bu, apa Anda tidak punya hati? apa Anda tidak merasa kasihan terhadap Menantu Anda sendiri yang pada saat ini tengah hamil muda? dan satu lagi, sebaiknya jaga bicara Anda, karena Anda bisa saya laporkan kepada pihak berwajib dengan tuduhan pencemaran nama baik sebab Anda sudah menuduh kami berdua berselingkuh tanpa bukti apa pun," ujar Fajar.


"Silahkan saja laporkan, aku tidak takut dengan ancaman kamu," jawab Mommy Sandra.


"Kamu jangan tertipu dengan penampilan seseorang Stella, bisa saja kan mobil mewah yang dia pakai adalah milik majikannya, dan bisa jadi kenyataannya dia adalah seorang Supir," ujar Mommy Sandra.


"Ya sudah deh Stella gak jadi ngegebet dia, takutnya dia beneran Supir. Kalau begitu lebih baik Stella sama David saja," ujar Stella.


"Siapa David? Mommy baru denger."


"Kenalan Stella tadi saat di Kampus Mom, cowoknya ganteng banget lho, nanti deh kapan-kapan Stella kenalin sama Mommy," jawab Stella.


"Mentari, kamu yang sabar ya, aku tau ini semua berat untukmu, tapi aku harap kamu selalu kuat," bisik Fajar, supaya tidak terdengar oleh Stella dan Mommy Sandra yang masih sibuk bergosip.


"Makasih banyak ya Mas Fajar, insyaallah saya akan selalu bersabar serta ikhlas dalam menghadapi semua ujian hidup," jawab Mentari.


"Jaga diri baik-baik ya, kalau begitu aku pamit dulu sebelum Mak Lampir kembali ngamuk," ujar Fajar dengan setengah berlari, lalu melambaikan tangan disertai senyuman kepada Mentari.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Mas Fajar," gumam Mentari dengan tersenyum juga.


Mommy Sandra dan Stella yang baru menyadari kalau Fajar sudah tidak ada di sana pun langsung geram.


"Kemana Selingkuhan kamu Menantu Benalu?" tanya Mommy Sandra, tapi Mentari tidak menjawab pertanyaannya.


"Heh, Mommy ngomong sama kamu Benalu, kamu budeg ya?" ujar Stella.


"Maaf saya tidak merasa berselingkuh Nyonya Sandra dan Nona Stella yang terhormat, jadi saya tidak mempunyai kewajiban untuk menjawab pertanyaan kalian. Kalau begitu saya permisi dulu," ujar Mentari dengan masuk ke dalam rumah.


"Dasar Menantu Benalu, udah miskin, udik, gak ada sopan-sopan nya juga," teriak Mommy Sandra.


"Jelas lah Mom dia gak sopan, orang dia cuma lulusan SMP, jadinya kurang Pendidikan tuh si Benalu," ujar Stella.


"Bisa-bisa Mommy darah tinggi kalau terus meladeni dia, jangan sampai kulit Mommy yang cantik ini menjadi keriput gara-gara marah-marah sama si Menantu Benalu," ujar Mommy Sandra dengan mengusap-usap wajahnya.


"Ya sudah, kalau begitu kita masuk yuk Mom, Stella juga sudah lapar nih."


Stella dan Mommy Sandra yang melihat Mentari tengah makan siang di meja makan pun kembali angkat bicara.


"Hey Menantu Benalu, ngapain kamu makan di sini, harusnya kamu sadar diri kalau pembantu itu tempat makannya di dapur !!" teriak Mommy Sandra.


Mentari yang tidak mau berdebat pun akhirnya pergi ke dapur untuk melanjutkan makannya.


"Bang Angga, Mentari kangen, Kapan Abang pulang?" gumam Mentari dengan berlinang airmata.


Pagi tadi Angga berpamitan kepada keluarganya untuk perjalanan bisnis keluar kota. Awalnya Angga berniat untuk membawa Mentari supaya ikut dengannya, tapi Mommy Sandra melarang Angga dengan alasan kehamilan Mentari yang masih trimester pertama jadi Mentari tidak boleh terlalu kecapean dan melakukan perjalanan jauh, padahal kenyataannya Mommy Sandra dan Stella tidak mau jika harus mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, dan saat Angga pergi, mereka mempunyai kesempatan untuk mengerjai Mentari.


Setelah selesai makan dan membersihkan semua piring kotor bekas makan Mertua dan Adik iparnya, Mentari pun bergegas membersihkan diri, lalu kemudian mengerjakan Shalat Ashar.


Mentari terlihat menangis di dalam do'anya, saat ini ujian rumah tangga yang dia alami bukanlah dari Suaminya, melainkan dari Mertua dan Adik iparnya, sehingga Mentari terlihat bingung dalam menghadapi semuanya, karena dia juga tidak mau jika sampai Angga tau sehingga dapat menyebabkan keributan.

__ADS_1


"Ya Allah, hanya pada-Mu tempat hamba mengadu, maafkan hamba jika terlalu banyak mengeluh dalam menghadapi semua cobaan dalam hidup hamba, berikanlah kekuatan, keikhlasan serta kesabaran dalam menghadapi semua ujian ini, berikanlah kesadaran terhadap Mertua serta Adik ipar hamba supaya mereka bisa menerima hamba dengan tangan terbuka, sesungguh-Nya Engkau adalah Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Mengetahui," sebait do'a Mentari.


__ADS_2