
Mentari saat ini menangis dalam pelukan Angga, dia tidak tau harus berkata apa lagi. Apakah dia harus percaya dengan apa yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri, atau hati kecilnya sebagai seorang Istri yang percaya jika Suami yang sangat dia cintai tidak mungkin mengkhianatinya? semua itu membuat Mentari berada dalam dilema.
"Sayang, kenapa Mentari diam saja?" tanya Angga.
"Apakah Mentari harus percaya dengan perkataan Abang?"
"Apa sekarang Mentari meragukan Abang? Mentari harus ingat kalau Abang adalah Suami dan Imam Mentari.
Mentari menghembuskan napas panjang, sebelum dia kembali angkat bicara.
"Sekarang Mentari bertanya, Apa kemarin Abang lebih percaya kepada Istri Abang atau lebih percaya dengan apa yang Abang lihat dengan mata kepala Abang sendiri? sekarang Abang meminta kepada Mentari untuk tidak meragukan Abang, terus kemarin apa yang sudah Abang lakukan terhadap Mentari? Abang juga sudah meragukan perkataan Istri Abang kan?" tanya Mentari mencoba untuk mengeluarkan semua uneg-uneg yang ada dalam hatinya.
Angga diam tanpa berbicara sepatah kata pun, dia memikirkan perkataan Mentari yang ada benarnya juga.
"Rumah tangga itu harus didasari dengan Saling percaya Bang, tadi sendiri Abang berkata jika semua yang Mentari lihat tidak seperti yang Mentari pikirkan. Lalu kemarin Abang kemana saja ketika Mentari berkata seperti itu juga kepada Abang?"
"Abang bener-bener minta maaf sayang, Abang menyesal, tadi Abang juga sudah menulis permintaan maaf Abang pada secarik kertas yang Abang simpan di bawah bubur yang Abang belikan untuk Mentari, Apa Mentari belum membacanya?" tanya Angga.
Jelas saja aku tidak akan pernah membacanya, karena sepertinya Ibu Abang sendiri yang sudah membuang kertas serta memakan buburnya, padahal aku sudah salah paham terhadap Suamiku sendiri, dan sepertinya mereka sedang berusaha untuk membuat rumah tanggaku retak. Baiklah, mulai sekarang aku akan mengikuti permainan kalian, batin Mentari.
"Sayang, Abang mohon jangan diem aja. Abang tau Mentari sudah kecewa kepada Abang, dan Abang bener-bener minta maaf karena kemarin sudah membentak Mentari. Mulai sekarang Abang akan berusaha untuk mempercayai semua perkataan Mentari dibandingkan oranglain, meskipun itu adalah Ibu kandung Abang sendiri. Abang tidak apa-apa jika harus di cap sebagai Anak durhaka, karena sejatinya yang akan selalu ada untuk kita adalah pasangan kita, karena ada saatnya kita akan berpisah dengan Anak dan orangtua kita, meskipun kata orang Suami dan Istri itu ada bekasnya, tapi yang akan menemani hari-hari tua kita nanti adalah pasangan kita," ujar Angga panjang lebar sehingga membuat hati Mentari menghangat.
"Maafin Mentari juga ya Bang, mungkin kesalahpahaman ini terjadi karena kita berdua sudah terbawa emosi," ujar Mentari dengan mencium punggung tangan Suaminya.
"Mulai sekarang kita harus lebih saling percaya ya sayang," ujar Angga dengan mencium kening Mentari.
Angga kini mengambil rantang makanan yang terjatuh, dan dia menggandeng Mentari untuk duduk di sofa.
"Sayang masak apa buat Abang?"
"Tapi tadi Rantangnya sudah jatuh Bang."
"Yang penting kan dalamnya masih bersih sayang, Abang sudah lapar banget nih, yuk makan, Abang mau Mentari suapi."
__ADS_1
"Manja banget sih Suamiku ini, ya udah sekarang Abang buka mulutnya, makan yang banyak ya."
"Sayang juga ikutan makan, sini Abang suapi," ujar Angga dengan menyuapi Mentari juga.
Alhamdulillah Ya Allah, karena kesalahpahaman ini sudah dapat diselesaikan, batin Mentari.
Mereka berdua akhirnya makan siang dengan ditemani canda dan tawa.
Dan setelah selesai makan, Angga merebahkan kepalanya di pangkuan Mentari dengan memeluk pinggang serta menciumi perutnya, sedangkan Mentari terus mengelus lembut kepala Angga dan memijatnya.
"Sayang, bagaimana kalau sekarang kita jalan-jalan ke Puncak?" tanya Angga.
"Memangnya Abang udah selesai kerjanya?"
"Alhamdulillah Abang udah menyelesaikan semuanya karena Abang sudah berniat untuk pulang cepat supaya bisa mengajak Mentari jalan-jalan. Anggap saja kita melakukan Babymoon. Abang sebenarnya semalam sudah boking hotel di sana, jadi sekarang kita tinggal berangkat mungpung weekend."
"Ya udah, Mentari ikut Abang aja."
......................
Saat ini Jingga dan Mommy Sandra tengah melakukan pesta untuk merayakan keberhasilan mereka yang sudah membuat rumah tangga Mentari dan Angga menjadi retak.
Jingga tidak tau kalau Mentari dan Angga sudah berbaikan, karena tadi ketika Angga mengusirnya, Jingga bergegas menemui Mommy Sandra untuk memberitahukan kabar keberhasilannya.
"Kalau tadi Mommy lihat reaksi Mentari, pasti Mommy langsung tertawa. Jingga bener-bener puas karena sudah berhasil membuatnya menangis," cerita Jingga sehingga membuat mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
"Makasih banyak ya sayang, kamu memang bisa di andalkan, Mommy bangga deh sama kamu."
"Pasti donk Mom, Jingga bakalan terus pepet Angga sampai Angga bertekuk lutut kepada Jingga. Oh ya Mom, Stella belum pulang dari kampus ya?" tanya Jingga yang tidak melihat keberadaan Stella di sana.
"Stella sekarang sedang sibuk dengan pacar barunya yang bernama David," jawab Mommy Sandra.
Degg
__ADS_1
Jantung Jingga rasanya berhenti berdetak ketika mendengar nama David.
Apa David yang di maksud Mommy adalah David kekasihku? tapi kan nama David di Dunia ini banyak, batin Jingga.
"Nama kepanjangannya David apa Mom?" tanya Jingga.
"Kalau itu sih Mommy kurang tau, tapi setau Mommy, kalau David itu seorang Tuan muda dan Anak dari Pengusaha yang kaya raya."
Kalau David pacar Stella adalah Anak orang kaya, berarti dia bukan David kekasihku, karena David Kekasihku kan Anak Yatim serta tulang punggung keluarga, belum lagi dia mendapat penghasilan juga cuma mengandalkan pemberianku, batin Jingga yang saat ini merasa lega.
Jingga dan Mommy Sandra saat ini sedang menunggu kepulangan Angga dan Mentari, karena mereka ingin melihat drama keributan yang nanti akan terjadi dengan rumah tangga Angga dan Mentari.
"Mom, kok Angga maupun Mentari belum ada yang pulang ya? masa sih mereka sudah baikan, padahal jelas-jelas tadi Mentari menangis karena sudah melihat Angga dan Jingga berciuman," ujar Jingga.
"Apa Mommy telpon Angga saja ya? pura-pura menanyakan keberadaannya saat ini?"
"Ide bagus tuh Mom, Jingga juga rasanya udah jenuh menunggu kabar terbaru masalah Angga dan Mentari.
Mommy Sandra akhirnya mengeluarkan handphone, kemudian bergegas menelpon Angga.
Angga yang saat ini tengah tertidur karena merasa kecapean setelah melakukan aktifitas Babymoon bersama Istrinya, terpaksa bangun karena mendengar suara handphonenya berbunyi.
📞"Ada apa Mom?" tanya Angga dengan suara khas bangun tidur.
📞"Angga kamu dimana sekarang? kenapa belum pulang? kok kamu suaranya seperti baru bangun tidur saja?" Mommy Sandra memberondong Angga dengan pertanyaan.
📞"Angga lagi Babymoon sama Mentari Mom, udah dulu ya Mom, Angga masih ngantuk," ujar Angga dengan menutup telponnya.
"Sebaiknya aku matikan saja handphonenya supaya gak ada yang gangguin acara Babymoon kami," gumam Angga kemudian melanjutkan kembali tidurnya dengan memeluk Mentari.
"Apa yang Angga bilang Mom?" tanya Jingga yang sudah merasa penasaran karena wajah Mommy Sandra terlihat pucat.
"Rencana kita gagal total Jingga, saat ini Angga dan Mentari sedang Babymoon, itu artinya mereka berdua sudah baikan," jawab Mommy Sandra sehingga mereka berdua menangis dengan berpelukan.
__ADS_1