
Angga dan Mentari memulai makan siang mereka yang sebelumnya telah tertunda ,dan Angga terlihat begitu lahap memakan masakan Mentari.
"Pelan-pelan Bang makannya, nanti keselek lho," ujar Mentari.
"Habis Abang udah kangen banget sama masakan Istri Abang," ujar Angga yang masih terlihat sibuk mengunyah, sehingga membuat Mentari tersenyum karena bahagia melihat Angga yang begitu lahap.
"Sayang, besok Abang sudah masuk kerja, gak apa-apa kan kalau Mentari Abang tinggalin sama Mommy dan Stella?" tanya Angga.
"Ya enggak apa-apa dong Bang, Mommy dan Stella kan Ibu dan Adik Mentari juga," jawab Mentari.
"Kamu tidak usah takut Angga, Mommy juga gak bakalan makan Istrimu, lagian rumah kamu sebesar ini, jadi kalau Mommy gak mau ketemu sama dia juga bisa, kamu juga urus perusahaan peninggalan Daddy kamu dengan baik dan jangan sampai membuatnya bangkrut," celetuk Mommy Sandra yang ternyata sudah berada di belakang mereka berdua.
Kenapa aku lupa sih, rencananya aku kan mau pura-pura baik sama si Menantu Benalu, batin Mommy Sandra.
"Mommy harus tau kalau uang untuk membeli rumah ini juga memakai uang Mentari, dan Perusahaan bukan hanya milik Angga, karena Angga sudah menggabungkannya dengan Perusahaan Mentari peninggalan dari mendiang Fahri," ujar Angga.
"Jangan-jangan Anak yang di kandung nya juga bukan anak kamu, tapi Anak dari mantan Suaminya yang sudah meninggal," ujar Mommy Sandra yang lagi-lagi sudah keceplosan.
"Mom, cukup !!" teriak Angga dengan menggebrak meja makan.
"Bang, Mentari mohon, Abang jangan melawan Mommy," ujar Mentari dengan menitikkan airmata, karena sejujurnya Mentari merasa sakit hati dengan perkataan Mertuanya, tapi dia berusaha untuk menutupi semuanya, karena bagaimanapun juga Mommy Sandra adalah Mertuanya yang harus ia hormati.
"Tapi Mommy sudah keterlaluan sayang, dan Abang gak rela jika Mentari sampai sakit hati."
"Jadi kamu rela kalau Mommy yang sakit hati? kamu tega Angga, sejak mengenal perempuan ini kamu jadi berubah, Mommy gak tau harus berbicara apa lagi sama kamu," ujar Mommy Sandra yang berpura-pura menangis.
"Bang, sebaiknya Abang minta maaf sama Mommy, walau bagaimanapun juga Mommy adalah Ibu kandung Abang yang harus selalu Abang hormati," ujar Mentari.
"Ini semua juga gara-gara kamu Menantu Benalu," ujar Mommy Sandra yang sudah tidak dapat membendung kekesalannya terhadap Mentari.
"Mom, sekarang juga Angga minta Mommy minta maaf sama Mentari," ujar Angga, tapi Mommy Sandra malah berlalu meninggalkan Mentari dan Angga kemudian masuk ke dalam kamarnya.
"Mommy kenapa?" tanya Stella yang saat ini sedang tiduran dengan memainkan ponsel.
__ADS_1
"Mommy kesel sama si Menantu Benalu itu, dia selalu cari muka di depan Kakak kamu," jawab Mommy Sandra.
"Bukannya Mommy mau pura-pura baik sama dia di depan Kak Angga?" tanya Stella.
"Mommy udah gak tahan pengen marah-marah sama dia karena Angga terus saja membela si Menantu Benalu."
"Terus rencana kita gimana donk?" tanya Stella lagi.
"Kamu makanya bantuin Mommy mikir, jangan cuma main handphone saja."
Stella pun nampak berpikir, lalu kemudian dia kembali angkat suara.
"Bagaimana kalau besok kita pura-pura akan pergi dari rumah ini, Kak Angga pasti bakalan larang kan, terus kita pura-pura Minta maaf juga tuh sama si Benalu di depan Kak Angga."
"Ide bagus sayang, tumben otak kamu berfungsi," ujar Mommy Sandra dengan tertawa licik.
......................
Keesokan paginya, ketika mau sarapan, Angga dan Mentari memanggil Mommy Sandra dan Stella, tapi Angga dibuat terkejut karena mereka berdua pura-pura menangis dengan menyeret koper.
"Kami sebaiknya pergi saja dari sini supaya tidak mengganggu kebahagiaan kamu Nak,"
jawab Mommy Sandra.
"Kenapa Mommy berkata seperti itu? Mommy dan Stella sama sekali tidak mengganggu Angga dan Mentari.
"Iya Mom, Mentari malah seneng dengan kedatangan Mommy dan Stella, jadi Mentari punya temen kalau Abang kerja."
"Apa kamu masih mau memaafkan Mommy setelah kejadian kemarin? Mommy bener-bener menyesal."
"Mommy tidak berbuat kesalahan apa pun terhadap Mentari, jadi Mommy jangan sampai mempunyai pemikiran seperti itu, karena sekarang Mommy dan Stella adalah keluarga Mentari juga."
"Terimakasih ya sayang," ucap Mommy Sandra dengan berpura-pura baik kepada Mentari.
__ADS_1
"Gitu dong akur, jadi Angga bakalan tenang kalau ninggalin kerja," ujar Angga dengan tersenyum.
Akhirnya Mommy Sandra dan Stella menyimpan kembali koper mereka ke dalam kamar, lalu kemudian mereka berempat melakukan sarapan.
"Sayang, gak apa-apa kan kalau Restoran Abang jual buat tambahan modal?" tanya Angga.
Mentari sebenarnya berat untuk menjual Restoran peninggalan Bu Asih, tapi dia juga tidak mau membuat Angga kecewa.
"Iya tidak apa-apa Bang, lagian Mentari juga sudah gak bisa ngecek ke Restoran karena kehamilan Mentari saat ini."
"Terimakasih ya sayang, semoga keuangan perusahaan kembali stabil," ucap Angga.
"Iya Amin Bang."
"Kalau begitu Abang berangkat dulu ya, Mentari jaga diri baik-baik sama jaga buah hati kita juga," ujar Angga dengan memeluk serta mencium kening dan perut Mentari.
"Iya pasti Bang, Mentari akan selalu menjaga buah hati kita, Abang juga hati-hati ya, semoga semua pekerjaannya lancar," jawab Mentari dengan mencium punggung tangan Angga.
Mommy Sandra dan Stella hanya melihat keharmonisan rumah tangga Mentari dan Angga dengan tatapan sinis.
Dan setelah kepergian Angga, Mommy Sandra dan Stella kembali berulah.
"Heh Menantu benalu, kamu jangan seneng dulu ya, jangan harap kami sudi menerima kamu sebagai bagian dari keluarga ini, apalagi sekarang kamu sudah tidak punya apa-apa lagi, ditambah kamu juga tidak punya pekerjaan, jadi kamu harus sadar diri kalau kamu hanyalah Benalu yang mengandalkan uang Suami !!" teriak Mommy Sandra, sehingga Mentari tersentak kaget.
"Tapi Mom, Bang Angga saat ini Suami Mentari, jadi sudah menjadi sebuah kewajiban seorang Suami menafkahi Istrinya," jawab Mentari dengan suara yang lirih.
"Enak saja kamu panggil aku dengan sebutan Mommy, mulai sekarang jika tidak ada Angga kamu harus panggil aku Nyonya, aku gak sudi punya menantu udik kayak kamu !!"
"Iya, kamu juga harus panggil aku Nona !!" tambah Stella.
Mentari hanya bisa menangis mendengar penghinaan yang dilontarkan oleh Mertua dan Adik iparnya, tapi dia tidak mau melawan mereka, karena Mentari tidak mau mereka berdua semakin membenci Mentari.
Mentari saat ini memutuskan untuk masuk ke dalam kamar, tapi Mommy Sandra melarangnya.
__ADS_1
"Heh Menantu Benalu, mau kemana kamu? enak saja main pergi gitu aja, sekarang kamu beresin semua piring kotor ini, rumah juga belum di pel kan, kami mau tidur dulu, jadi kamu selesaikan pekerjaan rumah dengan baik !!" ujar Mommy Sandra yang kemudian berlalu masuk ke dalam kamar bersama Stella.