Menantu Benalu

Menantu Benalu
Bab 69 ( David berada dalam Dilema )


__ADS_3

Stella merasa geram dengan perkataan Mentari yang telah mengatakan jika David sudah mempunyai Istri, sehingga Stella langsung saja berniat untuk menampar Mentari.


"Apa maksud kamu Menantu Benalu? jangan asal bicara kamu, David itu calon Suamiku, jadi tidak mungkin jika dia sudah mempunyai Istri !!" teriak Stella dengan melayangkan tangannya, tapi sebelum tangan Stella sampai di pipi Mentari, Fajar sudah terlebih dahulu mencekal pergelangan tangan Stella.


"Kamu jangan pernah sedikit pun berbuat kurang aja kepada Mentari, karena aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitinya !!" tegas Fajar yang merasa tidak rela jika ada orang yang menyakiti Mentari.


"Dasar pasangan kumpul kebo, kemana-mana nempel saja kayak perangko," sindir Stella.


David yang melihat kelakuan asli Stella yang sangat kasar sampai membulatkan matanya.


Apa selama ini aku telah salah menilai Stella, karena yang sekarang aku perhatikan, Stella begitu kasar terhadap Mentari, batin David.


"Sayang, kenapa kamu diam saja melihat aku di bully oleh mereka," rengek Stella.


"Tapi sayang, bener perkataan Mas Fajar, kamu jangan kasar ya terhadap Mentari," ujar David.


"Kenapa sih setiap lelaki yang dekat dengan si Menantu Benalu selalu melindunginya," ujar Stella dengan menghentak-hentakkan kaki nya.


"Kamu kok daritadi menyebut Mbak Mentari dengan sebutan Menantu Benalu, memangnya apa hubungan kalian sebenarnya?" tanya David yang mulai kepo.


"Asal kamu tau ya sayang, si Menantu Benalu itu Istrinya Bang Angga, Kakak ku," jelas Stella.


Degg


Jantung David berdetak dengan kencang, karena dia sedikit pun tidak pernah mengira jika Stella adalah Adik dari Suami Mentari.


Apa? jadi Stella Adik Angga? berarti Jingga sudah kenal dengan Stella. Aku harus bagaimana? bisa-bisa Jingga marah besar kepadaku jika tau aku akan menikah dengan Stella, ucap David dalam hati.


Ketika David merasa tegang, Angga terdengar mengucapkan Salam dari luar rumah, sehingga membuat David ingin menangis karena sekarang situasinya menjadi semakin rumit untuk David.


"Abang baru pulang?" tanya mentari dengan mencium punggung tangan Angga.


"Iya sayang, tumben semuanya pada ngumpul di sini, memangnya ada acara apa?" tanya Angga.

__ADS_1


"Mentari baru pulang nengok Ibu sama Bapak Bang," jawab Mentari.


"Terus bagaimana kondisi Ibu dan Bapak sekarang? kenapa Mentari gak nginep aja di sana, nanti kan Abang bisa menyusul," ujar Angga.


"Mentari kasihan sama Abang, besok kan Abang kerja, jadi kalau berangkat kerja dari sana nanti kejauhan Bang."


"Makasih ya sayang, kamu memang pengertian, nanti kalau Abang libur kerja kita menginap di sana ya. Lho ini bukannya Mas David yang ketemu sama kita di Puncak ya?"


"Jadi Kak Angga sudah kenal juga sama David?" tanya Stella.


"Iya Stella, terus kenapa kamu bisa kenal sama David juga? kalian kenal dimana?" tanya Angga.


"Kami sudah pacaran selama beberapa bulan ini," jawab Stella dengan tersenyum bahagia.


"Apa? yang benar saja kamu Stella, Kakak gak setuju kamu berhubungan dengan Suami orang," ujar Angga yang merasa geram.


"Kenapa Kak Angga tidak setuju?"


"Karena Kakak gak mau jika kamu di cap sebagai Pelakor," jawab Angga.


"Lalu siapa perempuan yang saat itu menginap di hotel dengan David? karena Kakak jelas sekali mendengar jeritan dari kamar tempat David menginap, dan ketika Kakak tanya, David bilang itu adalah suara Istrinya," jelas Angga.


Stella bingung harus menjawab apa, karena jika dia jujur sama Angga, Angga pasti akan murka.


"David, sekarang aku minta penjelasan dari kamu, sebenarnya kamu sudah nikah atau belum? aku tidak mau jika kamu sampai mempermainkan Stella !!" tegas Angga.


Mommy Sandra yang daritadi melamun dengan terus memandangi wajah tampan David, kini ikut angkat bicara.


"Kamu gak usah khawatir Angga, Nak David itu masih single, dan waktu di Puncak perempuan yang menginap bersama Nak David adalah Stella," ujar Mommy Sandra tanpa tahu malunya.


"Astagfirullah, Mommy kenapa ngizinin Stella pergi berdua bersama lelaki yang bukan muhrimnya, apa Mommy tidak takut jika Stella sampai kenapa-napa," ujar Angga yang merasa geram dengan pola pikir Ibunya.


"Kamu gak usah kolot Angga, jaman sekarang udah biasa sepasang kekasih jalan berdua," jawab Mommy Sandra dengan entengnya.

__ADS_1


"Tapi bagaimana kalau Stella hamil?" tanya Angga.


"Ya kita tinggal nikahin saja, Stella juga sekarang memang sudah hamil," ujar Mommy Sandra yang sudah keceplosan sehingga langsung menutup mulutnya.


"Apa? jadi benar yang dikatakan Mommy, kamu sekarang sedang hamil Stella?"


Stella terlihat gemetar ketakutan, sehingga David bergegas memeluk tubuhnya.


"Kak Angga, saya benar-benar minta maaf atas kesalahan yang telah kami lakukan, dan saya akan bertanggungjawab kepada Stella, kalau perlu saya akan menikahinya sekarang juga," ujar David.


"Memang sudah seharusnya kamu bertanggungjawab kepada Stella, David. Dan aku ingin supaya kalian berdua secepatnya menikah, sebelum kandungan Stella semakin membesar," ujar Angga.


"Kalau cepet-cepet nanti Stella dan David gak bisa ngerayain pestanya dengan meriah donk? padahal Mommy ingin mengadakan pesta pernikahan Stella dan David dengan mewah, terus nanti kita ngundang wartawan juga supaya Pernikahan mereka jadi trending topik," cerocos Mommy Sandra.


Angga yang merasa geram dengan keinginan Mommy Sandra pun, langsung naik pitam.


"Mom stop bicara yang aneh-aneh, Stella sekarang sudah hamil, apa Mommy mau Stella melahirkan Anaknya tanpa seorang Ayah? semua itu akan membuat keluarga kita malu Mom. Kalau begitu sekarang juga Angga bakalan panggil penghulu untuk menikahkan Stella dan David," ujar Angga.


David merasa senang dengan pernikahannya yang akan diselenggarakan secara dadakan itu, karena dia juga tidak perlu banyak mengeluarkan uang, tapi dia juga sekaligus sedih, karena saat ini bukan hanya Stella saja yang hamil Anaknya, tapi Jingga juga saat ini sedang membutuhkan David.


Bagaimana ya nanti reaksi Jingga jika dia tau kalau aku akan menikah dengan Stella? dia kan udah bucin sama aku. Maafkan aku ya Jingga, kamu sendiri yang telah memilih untuk menjebak Angga supaya mengakui Anak yang saat ini sedang kamu kandung, batin David.


Fajar dan Mentari tidak ikut berkomentar, karena mereka merasa tidak berhak ikut campur urusan keluarga Angga.


"Mentari sebaiknya kita memasak saja ya buat acara Pernikahan David dan Stella nanti malam," ajak Fajar.


"Ya sudah Mas Fajar ke dapur saja duluan, nanti Mentari menyusul."


Mentari yang melihat Angga terus saja memijit keningnya yang terasa sakit, langsung saja ikut memijit kepala Angga.


"Sebaiknya sekarang Abang istirahat dulu ya, Abang yang sabar, Mentari tau jika semua ini berat untuk Abang, tapi Abang harus ikhlas."


"Terimakasih ya sayang, kamu memang Istri yang pengertian, Abang bahagia bisa memiliki Istri seperti Mentari," ujar Angga dengan mencium punggung tangan Mentari.

__ADS_1


Dari kejauhan Fajar yang melihat adegan itu lagi-lagi merasakan sesak dalam dadanya.


Bangun kamu Fajar, bagi Mentari saat ini kamu adalah Kakaknya, jadi jangan pernah bermimpi mengharapakan cinta dari dia. Jika diibaratkan kamu adalah Pungguk yang merindukan rembulan, karena cinta kamu bertepuk sebelah tangan, batin Fajar.


__ADS_2