
Angga masih diperjalanan dengan perasaan was-was karena saat ini dia terjebak kemacetan padahal waktu sudah menunjukan pukul 15.00 dan acara akan dimulai pada pukul 16.00.
"Semoga saja aku bisa sampai tepat waktu, kalau aku tau pemegang saham yang baru itu adalah Jingga, aku lebih baik gak berangkat kerja aja sekalian," gumam Angga.
Setelah Angga susah payah melewati kemacetan akhirnya dia sampai di rumah telat waktu, dan pastinya Jingga bersama rekan kerja Angga lainnya sampai secara bersamaan.
Acara akan segera dimulai, semua yang hadir tinggal menunggu kedatangan Angga saja.
"Assalamu'alaikum, mohon maaf semuanya jika saya sudah terlambat," ujar Angga.
"Wa'alaikumsalam," jawab semua orang yang telah berada di rumah Angga, dan mata Mentari kini terlihat berbinar melihat kedatangan Suaminya yang sudah dia tunggu-tunggu.
Tapi tiba-tiba Jingga berada di samping Angga, lalu pura-pura hendak terjatuh sehingga Angga replek merangkul pinggang ramping Jingga.
"Kak Jingga," ujar Mentari, lalu bergegas menghampiri Angga dan Jingga.
"Kakak gak kenapa-napa kan?" tanya Mentari.
Kenapa si Mentari gak cemburu lihat Suaminya memeluk tubuhku, batin Jingga.
Angga yang menyadari bahwa dia telah memeluk Jingga kemudian dengan spontan melepaskan pelukannya sehingga Jingga terjatuh.
"Awww, Angga kasar banget sih, pantatku jadi sakit tau," rengek Jingga dengan suara yang dibuat manja.
"Yuk sayang sebaiknya Mentari duduk lagi, Abang juga mau ganti baju dulu," ajak Angga kepada Mentari tanpa menghiraukan Jingga yang mengaduh kesakitan.
Mang Diman pegawai baru Angga yang bertugas untuk menjaga gerbang serta merangkap menjadi tukang kebun pun mencoba untuk menolong Jingga dengan mengulurkan tangannya.
"Ayo Neng pegang tangan Mamang, biar Mamang bisa bantu untuk berdiri," ujar Mang Diman.
Jingga yang tadinya hendak memegang uluran tangan Mang Diman berubah pikiran karena melihat wajah Mang Diman yang ternyata sudah Kakek-kakek.
__ADS_1
"Gak usah, gue bisa sendiri," jawab Jingga dengan ketus, lalu kemudian di mencoba untuk berdiri. Namun, karena hells yang dipakai Jingga terlalu tinggi akhirnya Jingga hilang keseimbangan lalu terjatuh di atas tubuh Mang Diman.
"Aduh mimpi apa Mang Diman semalam sampai dapat rejeki nomplok seperti ini," gumam Mang Diman.
"Kamu dapat rezeki, aku yang dapat musibah," ujar Jingga yang mencoba untuk kembali berdiri dari tubuh Mang diman.
Jingga tidak menyangka karena dia saat ini dibantu berdiri oleh dua orang perempuan yaitu Mommy Sandra dan Stella.
"Ayo cantik Mommy bantu bangun, perkenalkan nama Mommy adalah Sandra, Ibu kandungnya Angga."
"Dan aku Stella, Adiknya Kak Angga," ujar Stella dan Mommy Sandra yang terlihat begitu manis memperlakukan Jingga, beda dengan perlakuan mereka terhadap Mentari.
Mentari yang melihat perlakuan Mommy Sandra dan Stella terhadap Jingga pun terlihat meneteskan airmata karena merasa sakit hati atas perlakuan tidak adil dari Mertua serta Adik iparnya.
Kenapa Mommy Sandra dan Stella bisa bersikap baik terhadap Kak Jingga, padahal mereka baru mengenalnya. Sedangkan kepadaku, kenapa mereka masih tidak menyukaiku, padahal aku adalah Menantu serta Kakak ipar di rumah ini dan sudah tinggal selama satu bulan lebih bersama mereka, aku juga selalu melakukan yg mereka mau, batin Mentari kini bertanya-tanya.
Pak Hasan dan Bu Rima yang melihat Mentari menitikkan airmata langsung saja menghampirinya.
Jingga yang mendapat perlakuan manis dari keluarga Angga pun langsung senang.
"Perkenalkan Tanteu, Stella, Namaku Jingga. Aku adalah Kakaknya Mentari."
Mommy Sandra dan Stella langsung mengajak Jingga ke ruang keluarga untuk bergosip, padahal acara empat bulanan Mentari baru saja dimulai.
"Panggilnya Mommy aja ya jangan Tanteu. Jadi Jingga Kakaknya si Menantu Benalu? tapi gaya kalian berbeda banget ya, Jingga kelihatan berkelas dan elegan, barang-barang yang Jingga pakai juga terlihat bermerek," ujar Mommy Sandra.
Sepertinya Mertua dan Adik Ipar Mentari tidak suka dengan Mentari, aku jadi mempunyai cara untuk mendekati Angga lewat mereka, batin Jingga dengan tersenyum licik.
"Makasih banyak ya Mom, Jingga banyak lho koleksi tas branded di rumah, nanti kalau Mommy dan Stella mau, kalian main saja ke rumah Jingga, kalian bisa pilih tas dan barang-barang yang kalian suka," ujar Jingga.
"Beneran boleh? kamu baik banget sih, coba saja kamu masih single, Angga pasti lebih cocok sama kamu daripada sama si Benalu," bisik Mommy Sandra.
__ADS_1
"Aku sebenarnya Single parent Mom, Suamiku baru saja meninggal beberapa hari yang lalu," ujar Jingga dengan berpura-pura bersedih.
"Bagus kalau begitu, berarti kamu bisa mendekati Angga. Mommy sebenarnya tidak suka sama si Menantu Benalu, dia itu udik, gak berpendidikan, beda pokoknya sama kamu."
"Jingga juga sebenarnya gak suka sama si Mentari. Mentari itu so alim, dan kedua orangtua Jingga lebih menyayangi Mentari dibandingkan Jingga. Tapi bagaimana caranya Jingga bisa mendekati Angga? sedangkan Angga pasti tidak akan menerima Jingga Mom, dia kan sangat mencintai Mentari," ujar Jingga.
"Pokoknya Jingga tenang saja, Mommy pasti akan membantu Jingga supaya bisa mendapatkan hati Angga."
"Iya Kak Jingga tenang saja, Stella juga bakalan bantu Kakak kok."
Kalian mudah sekali aku manfaatkan. Lihat saja Mentari, aku akan membuat hidupmu hancur, batin Jingga.
Acara syukuran empat bulanan Mentari selesai pada pukul 17.30, tetangga dan tamu undangan yang hadir akhirnya berpamitan kepada Angga dan keluarga.
Banyak do'a yang di ucapkan oleh para tamu yang hadir kepada Mentari ketika mereka bersalaman untuk pulang, tapi Jingga, Mommy Sandra dan Stella tidak menampakan batang hidungnya sampai acara selesai sehingga Angga merasa geram.
Angga kemudian mencari keberadaan tiga perempuan yang saat ini sudah berpindah tempat ke kamar Stella yang berada di lantai dua.
"Mom, Stella," ujar Angga dengan mengetuk pintu kamar Stella.
"Masuk saja Kak, tidak di kunci kok," ujar Stella.
Angga langsung saja masuk ke kamar Stella dan betapa terkejutnya Angga ketika melihat Ibu dan Adiknya sedang merokok bersama Jingga.
"Stella, apa-apaan kamu, sejak kapan kamu merokok? Mommy juga kenapa ikut-ikutan bukannya melarang Stella," ujar Angga dengan mengambil rokok dari tangan Stella kemudian mematikan puntung rokok tersebut.
"Angga, kamu itu gak usah lebai, kita hanya merokok, jadi kamu gak usah membesar-besarkan semuanya. Mommy baru tau ternyata merokok itu bisa membuat pikiran kita menjadi fresh."
"Jingga, kamu itu baru pertama kali datang ke rumah ini, tapi kamu sudah membawa dampak buruk untuk Ibu dan Adikku. Sekarang juga aku minta kamu pergi dari rumah ini !!" teriak Angga.
"Angga, kamu gak berhak mengusir Jingga, karena Jingga adalah tamu istimewa Mommy," bentak Mommy Sandra sehingga membuat Angga semakin murka.
__ADS_1