Menantu Benalu

Menantu Benalu
Bab 35 ( Pesta di atas duka )


__ADS_3

Mentari mengerjakan semua pekerjaan yang diperintahkan Mertua nya dengan sabar dan ikhlas walaupun dalam keadaan hamil muda sehingga dia menjadi cepat kelelahan.


Semoga semua pekerjaan yang aku lakukan menjadi ladang pahala untukku, batin Mentari.


Lain hal nya dengan Mentari yang saat ini tengah bersedih karena belum mendapatkan restu dari Mertuanya, Jingga justru tengah berbahagia karena merayakan kematian Bramantyo.


"Memang dasar orang gila, Suaminya mati malah bikin pesta, bukannya berduka dan bikin acara tahlilan," sindir para tetangga Jingga ketika mendengar musik yang dinyalakan keras di rumah Jingga padahal Bram baru saja dikuburkan.


Teman arisan sosialita Jingga kini telah berdatangan, mereka kemudian berpesta dengan melakukan arisan berondong yang dimenangkan oleh Jingga.


Jingga yang sudah lama tidak mendapatkan sentuhan dari laki-laki pun langsung saja menerkam lelaki berondong yang dia menangkan seperti Singa yang tengah kelaparan.


Setelah Jingga puas bermain-main dengan lelaki tersebut, dia akhirnya membersihkan diri untuk kembali bergabung merayakan pesta kematian Bramantyo.


"Terimakasih sayang, kamu sudah memuaskan hasratku, ini bonus untuk kamu," ujar Jingga dengan memberikan segepok uang, lalu mencium bibir berondong tersebut sebelum dia keluar dari kamarnya meninggalkan lelaki tampan yang masih terbaring di atas ranjang miliknya.


"Lama banget sih, tapi kamu puas kan dengan layanan dia?" tanya salah satu teman Jingga.


"Pastinya, aku sangat puas, sehingga aku memberikan tips untuknya," jawab Jingga lalu kemudian berjoged mengikuti alunan musik yang memekakkan gendang telinga.


"Ayo semuanya kita bersenang-senang, karena besok aku sudah harus disibukan dengan pekerjaan kantor sebagai seorang CEO Angkasa Grup," teriak Jingga.


Fajar membiarkan Jingga menang terlebih dahulu dan menikmati semua kekayaan yang dimiliki oleh Bramantyo, tapi suatu saat setelah waktunya tepat, Fajar akan muncul untuk membuat perhitungan dengan mengambil semua harta miliknya, apalagi saat ini saham perusahaan Angkasa Grup 80% milik Fajar, dan semua yang bekerja di sana adalah orang kepercayaannya.


Jingga terus saja berteriak dan berjoget serta meminum Alkohol yang dia hidangkan, bahkan ketika Baby suster yang merawat bayinya memanggil Jingga, dia sama sekali tidak memperdulikannya.


"Nyonya maaf, sepertinya Non Rayna sakit, saat ini badannya juga panas," ucap Mbak Tina.

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan anak itu, kalau kamu mau membawanya ke Dokter sana bawa, dia juga hanya menyusahkanku saja," jawab Jingga yang tidak pernah peduli terhadap bayi yang saat ini baru berumur 4 bulan tersebut.


Mbak Tina akhirnya bergegas membawa Rayna menuju Klinik yang tidak jauh dari rumah Jingga, dan setelah Dokter memeriksanya ternyata Rayna mengalami Demam berdarah, sehingga bayi tersebut harus di rawat.


Mbak Tina mencoba menelpon Jingga untuk memberitahukan kondisi Rayna yang harus di rawat secara intensif, tapi Jingga sama sekali tidak mengangkat telpon Mbak Tina.


"Kasihan sekali kamu Rayna, padahal Nyonya Jingga adalah Ibu kandung kamu, tapi dia seperti Ibu tiri, bahkan mungkin Ibu angkat, karena dia tidak pernah menyayangi darah dagingnya sendiri," gumam Mbak Tina dengan mengelus Rayna yang terlihat lemas.


Setelah selesai dengan pestanya, Jingga mengecek handphone nya, dan ternyata dia melihat panggilan tak terjawab sebanyak sepuluh kali dari Mbak Tina.


"Ada apa sih si Tina menelpon sampai berkali-kali," gumam Jingga dengan wajah yang kesal, lalu Jingga memutuskan untuk menelpon balik Mbak Tina.


📞"Ada apa Tina kamu sampai meneleponku berkali-kali?" tanya Jingga.


📞"Maaf Nyonya, tapi Non Rayna saat ini harus di rawat, Dokter bilang kalau Non Rayna terkena DBD," jawab Tina.


📞"Ya sudah, kalau harus di rawat ya rawat saja, apa susahnya sih? gitu aja kok ribet. Kamu kan sudah aku kasih uang, kalau masih kurang nanti aku transfer lagi. Sudah aku mau tidur, awas saja kalau kamu sampai ganggu aku lagi," ujar Jingga dengan langsung menutup sambungan telponnya.


......................


Mentari merasa kecapean setelah seharian melakukan pekerjaan rumah yang tiada habisnya, sampai-sampai Mentari ketiduran di sopa ruang keluarga.


Angga yang melihat Mentari tertidur di sopa pun segera mengangkat tubuh Mentari dan memindahkannya ke dalam kamar.


Satu jam kemudian Mentari terbangun dari tidurnya.


"Kenapa aku sudah berada di dalam kamar? perasaan tadi aku ketiduran di sopa," gumam Mentari.

__ADS_1


Angga yang baru keluar dari kamar mandi pun langsung tersenyum melihat Istrinya yang terlihat kebingungan.


"Sayang, kamu kenapa? bingung ya karena sudah berada di dalam kamar?" tanya Angga.


"Rupanya Abang sudah pulang ya? maaf Bang, Mentari sepertinya tadi ketiduran.


"Iya, gak apa-apa sayang, gak usah bingung juga, tadi Abang kok yang pindahin, kasihan kan si Kembar kalau Bunda nya ngajakin tidur di kursi, nanti kalau sampai jatuh gimana?" ujar Angga.


"Iya Bang, maaf ya Mentari jadi ngerepotin Abang," ucap Mentari yang merasa tidak enak terhadap Angga.


"Sama Suami sendiri kok bicaranya seperti itu, tapi tumben sayang sampai ketiduran di sopa, Mommy sama Stella tadi siang tidak menyusahkan Mentari kan?" tanya Angga.


"Enggak kok Bang," jawab Mentari berbohong, karena dia tidak mau jika sampai Angga ribut kembali dengan Ibu nya.


"Abang lapar nih, Mentari masak apa tadi?" tanya Angga.


"Mentari masak rendang daging sapi kesukaan Abang, kalau begitu sebaiknya kita makan sekarang, kasihan Mommy sama Stella sepertinya sudah lapar juga," ujar Mentari.


Angga dan Mentari pun keluar dari kamar dengan bergandengan, dan ternyata Mommy Sandra dan Stella sudah terlihat makan malam dengan lahap di meja makan.


"Eh Angga sudah pulang ya? ayo makan Nak, masakan Mentari enak banget lho," ujar Mommy Sandra yang pura-pura baik kepada Mentari ketika di depan Angga.


"Mommy baru tau ya kalau masakan Istri Angga yang cantik ini memang enak," ujar Angga.


"Iya Kak, pokoknya Kak Mentari the best deh, Stella dan Mommy bakalan betah tinggal di sini," ujar Stella yang pura-pura memuji Mentari.


Mentari yang mendengar pujian dari Mommy Sandra dan Stella pun berusaha untuk tersenyum, meskipun dia tau kalau Mertua dan Adik ipar nya hanya pura-pura baik saja ketika di depan Angga.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau Mommy dan Stella sudah menerima Mentari, Angga bahagia mendengarnya."


"Pokoknya kamu gak usah khawatir, Mommy dan Stella tadi siang juga bantuin Mentari buat beres-beres rumah, apalagi saat ini Mentari juga sedang hamil Cucu Ibu, jadi kami pasti menjaganya dan tidak akan membuat Mentari kecapean," ujar Mommy Sandra, sehingga Mentari tersenyum kecut mendengar penuturan sang Mertua.


__ADS_2