
Angga sudah memutuskan untuk Menikahkan Stella dan David meskipun secara dadakan karena dia tidak mau kalau sampai kandungan Stella keburu membesar, dan Angga sudah menelpon Penghulu untuk segera datang ke rumahnya, serta menyuruh Stella dan David untuk berganti pakaian.
"Sayang, udah beres belum masaknya?" tanya Angga dengan memeluk tubuh Mentari dari belakang.
"Belum Bang, tapi sebentar lagi juga beres kok," jawab Mentari dengan membolak-balik masakan yang masih berada di dalam wajan.
Fajar yang melihat kemesraan Angga dan Mentari lagi-lagi merasakan api cemburu dalam dadanya, sehingga dia memalingkan wajahnya supaya tidak melihat Mentari dan Angga.
"Fajar, kamu kenapa? kok wajah kamu merah? kamu pasti cemburu kan sama Angga dan Mentari?" sindir Mommy Sandra yang tiba-tiba sudah berada di sana.
"Maaf Nyonya, saya hanya menganggap Mentari sebagai Adik saya, begitu juga dengan Mentari yang hanya menganggap saya sebagai Kakaknya saja," jawab Fajar.
"Halah ngaku aja kalian, gak usah kalian tutupi lagi, biar Angga membuka matanya lebar-lebar kalau kalian sudah selingkuh dengan berkedok Kakak dan Adik," ujar Mommy Sandra.
Angga yang mendengar Ibu nya terus memojokkan Fajar kini angkat bicara.
"Mom, bisa gak Mommy tidak memperkeruh suasana? Fajar di sini adalah tamu, jadi sebisa mungkin Mommy harus menghormatinya," ujar Angga karena merasa tidak enak dengan Fajar.
"Kamu harusnya sadar Angga, jika Fajar dan Mentari hanyalah Benalu di rumah ini."
"Cukup Mom !!" teriak Angga.
"Kamu tega sekali sama Mommy, demi Istri kamu, kamu sudah tega membentak Ibu kandungmu sendiri Angga," ujar Mommy Sandra dengan berlinang airmata.
David yang mendengar keributan dari dapur, bergegas untuk melihatnya.
"Mom, kenapa ribut-ribut? Mommy kok sampai nangis?" tanya David.
Mommy Sandra langsung saja memeluk tubuh David dengan erat.
"David, Mommy sudah dibentak sama Angga hanya demi membela Istrinya, padahal Mommy gak bicara apa-apa," ujar Mommy Sandra dengan menangis dalam pelukan David.
Kenapa sih ni Nenek-nenek suka nemplok terus? kok aku jadi ngeri ya, batin David.
"David, sebaiknya sekarang kamu bawa Mommy pergi dari sini, aku pusing denger perkataan Mommy yang selalu menyalahkan Mentari," ujar Angga yang dijawab oleh anggukan kepala David.
Mommy Sandra yang memang dari pertama melihat David sudah merasa jatuh hati, nurut saja dengan ajakan David.
__ADS_1
"Fajar, maaf ya kalau Ibuku sudah menyinggung kamu," ujar Angga.
"Gak apa-apa kok, tapi Ibu kamu ada benarnya juga, kalau aku hanya Benalu di rumah ini, tapi tidak dengan Mentari, karena dia adalah tulang rusuk yang harus selalu kamu lindungi dan sayangi," ujar Fajar, sehingga membuat Mentari merasa tersentuh.
"Aku pasti akan selalu melindungi serta menyayangi Istriku tanpa harus kamu ingatkan," jawab Angga yang merasa tersinggung dengan perkataan Fajar.
Mentari yang melihat ketegangan yang terjadi antara Suaminya dengan Fajar langsung saja angkat bicara supaya bisa mencairkan suasana.
"Alhamdulillah masakannya sudah selesai. Abang mau makan dulu atau nanti sekalian setelah selesai akad?" tanya Mentari, kemudian memeluk serta mencium pipi Angga supaya bisa meredam emosinya.
Angga yang mendapatkan sentuhan manis dari Istrinya pun merasa lebih baik, lain hal nya dengan Fajar yang merasa ingin berteriak dan membantingkan semua perabotan yang ada di sekitarnya.
"Nanti aja selesai akad sayang," ujar Angga dengan memeluk erat tubuh Mentari.
Astagfirullah, rasanya sakit sekali melihat perempuan yang kita cintai sudah dimiliki oleh oranglain, batin Fajar.
"Mas Fajar baik-baik saja kan?" tanya Mentari yang melihat wajah Fajar merah seperti tomat yang sudah matang.
"Aku baik-baik saja," jawab Fajar singkat.
"Kalau begitu kita ke depan yuk Mas, Penghulunya juga sudah datang," ajak Mentari.
"Gak usah Mas, nanti aja Mentari yang beresin."
"Yuk sayang kita duluan saja, aku kan harus jadi Wali Nikah Stella," ajak Angga dengan menarik tangan Mentari.
Fajar berkali-kali menghela nafas secara kasar supaya hatinya merasa lebih lega.
"Ingat Fajar, misi kamu di sini untuk melindungi Mentari, jadi kamu tidak boleh menyerah," gumam Fajar.
Setelah Fajar membersihkan dapur, dia berniat untuk ikut menghadiri acara pernikahan dadakan Stella dan David.
Fajar sudah melihat Angga berhadapan dengan David untuk menjadi Wali nikah Stella, tapi dari depan pintu masuk rumah Mentari, Fajar melihat Jingga yang berdiri mematung dengan menangis serta menutup mulutnya, sehingga membuat Fajar merasa heran.
Kenapa Jingga sampai menangis melihat David dan Stella yang akan menikah? apa ada sesuatu yang mereka sembunyikan? atau jangan-jangan Jingga adalah kekasih David juga, batin Fajar yang kini menerka-nerka semuanya.
"Bagaimana semuanya, apa sudah siap?" tanya Pak Penghulu.
__ADS_1
"Saya sudah siap Pak," jawab David, dengan menjabat tangan Angga.
Pada saat David menjabat tangan Angga, dia melihat Jingga yang berdiri di depan pintu masuk dengan menutup mulutnya serta menangis, sehingga David melepas jabatan tangannya.
"Maaf Pak, sepertinya saya mules karena grogi, apa saya bisa ijin ke kamar mandi dulu?" ujar David yang sebenarnya ingin berbicara dengan Jingga, sehingga dia memberikan kode kepada Jingga untuk pergi ke belakang rumah.
Fajar yang sedari tadi melihat gerak gerik David dan Jingga, langsung saja mengikuti mereka.
David dan Jingga kini sudah bertemu dan mereka langsung berpelukan dengan erat sehingga tidak menyadari jika Fajar melihat semua yang mereka lakukan dari balik tembok dan Fajar merekam semuanya, karena sebelumnya Fajar sudah diberi handphone oleh Rendra Asistennya.
"David, kenapa kamu tega membohongiku?"
"Maafkan aku honey, aku benar-benar tidak tau jika Stella adalah Adiknya Angga," ujar David.
"Aku mau kamu batalin pernikahan kamu sama Stella. Aku sekarang sedang hamil Anak kamu, tapi kamu malah enak-enakan menikah dengan Stella."
"Tapi Stella juga sekarang lagi hamil Anak aku honey, jadi aku tidak mungkin membatalkan pernikahan kami."
"Apa kamu tega membiarkan Anak yang berada dalam kandunganku lahir tanpa Ayah?"
"Bukan begitu sayang, tapi kamu kan sudah memilih untuk menjebak Angga supaya nanti dia bisa menikahi kamu."
"Tapi kamu janji ya akan terus menjadi pemuas hasratku, karena Angga tidak sekuat kamu sayang," ujar Jingga dengan bergelayut manja kepada David.
"Kamu tenang saja honey, aku pasti akan selalu ada buat kamu," ujar David dengan mencium bibir Jingga.
Fajar yang melihat interaksi kedua pasangan bejat itu pun merasa jijik.
"Lihat saja nanti Jingga, kamu pasti akan mendapatkan karma, karena karma tak semanis kurma," gumam Fajar, kemudian masuk kembali ke dalam rumah.
David dan Jingga memutuskan untuk masuk kembali ke dalam rumah supaya semua orang tidak merasa curiga, dan David langsung saja duduk untuk mengucap ijab kabul.
Karena Stella meminta mahar sebesar 10 milyar, jadi David memutuskan untuk ngutang dulu, dengan alasan belum mengambil uang.
"Bagaimana saudara David sudah siap?" tanya Pak Penghulu.
"Siap Pak," ujar David dengan kembali menjabat tangan Angga.
__ADS_1
"Saudara David Gunawan, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Adik kandung saya yang bernama Stella Anindita Bin Almarhum Jefry dengan mas kawin berupa uang sebanyak 10 milyar rupiah dibayar ngutang."
"Saya terima nikah dan kawinnya Stella Anindita Bin Almarhum Jefry dengan mas kawin uang 10 milyar dibayar ngutang," ucap David, kemudian para saksi mengesahkan pernikahan David dan Stella.