
Paginya,
Chu Yuechan akan keluar bersama teman-temannya, dimana ia sudah meminta izin kepada Qin Chen. Dimana, ia sudah memberikan tanda pada istrinya disaat ia dalam bahaya, Qin Chen secara langsung berada dihadapannya.
Sebuah kemampuan perpindahan ruang instan, dimana Chu Yuechan adalah titik tujuan perpindahan ruang.
"Gunakanlah rekening ini kalau kamu mau membeli apapun itu, jangan khawatirkan tentang saldonya. Jika kamu bisa menghabiskannya, aku sangat bahagia."
"Humph! Seperti kamu orang kaya, aku tidak akan menggunakan uangmu, karena aku memiliki uangku sendiri. Tapi, kalau kekurangan uang, aku akan menggunakan rekeningmu, aku janji akan membalikkannya setelah pakaian yang aku buat terjual."
Ia menjulurkan lidahnya membuat Qin Chen tertawa, dengan memberikan kecupan di kening Chu Yuechan.
"Baiklah, bersenang-senanglah disana, kalau ada apa-apa hubungi aku secepatnya. Aku akan selalu ada untukmu, istri."
"Baik."
Chu Yuechan menggunakan taxi untuk pergi ke restoran yang sudah ditetapkan, sementara Qin Chen tengah menunggu pengawal Tetua Ning yang akan menjemputnya. Karena pelelangan akan dibuka hari ini.
Setelah beberapa menit berlalu, pengawal tersebut datang.
"Silahkan masuk kedalam Master Chen. Master Ning berada didalam sudah menunggu anda." Pengawal itu membukakan pintu untuk membiarkan Qin Chen masuk kedalam.
Setelah itu, mereka berangkat ke pelelangan.
"Bagaimana dengan pelelangan ini? Apa ada banyak orang yang berdatangan?" Qin Chen bertanya tentang pelelangan, karena ia penasaran bagaimana pelelangan di bumi.
"Setelah mendapatkan informasi dari teman saya, disana sudah banyak orang-orang yang berkumpul untuk melihat pelelangan. Bahkan keluarga besar di kota sudah berdatangan ketempat tersebut."
Qin Chen tersenyum kecil, "Apa keluarga Chao hadir dalam pelelangan?"
"Seperti yang master ketahui, tidak mungkin bagi mereka tidak hadir di pelelangan kali ini. Karena di pelelangan akan ada barang yang diincar semua orang termasuk saya mengincarnya."
Ia tidak tahu apa ini keberuntungan atau sebuah takdir, karena keluarga Chao ikut serta di pelelangan, maka Qin Chen akan membuat pelelangan ini semakin meriah dengan menguras uang keluarga Chao.
'Keluarga Chao, apa ini keberuntungan kalian? Atau takdir buruk!'
***
__ADS_1
Gedung Pelelangan,
Saat berada di gedung pelelangan, banyak orang-orang berkumpul membentuk kelompok membicarakan tentang barang-barang yang akan di lelang hari ini. Mereka semua berkumpul untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan, dimana untuk meningkatkan kultivasi mereka.
Sedangkan Qin Chen, ia berada di dalam gedung.
"Seharusnya ini adalah gedung pelelangan dibawah perusahaan keluarga, karena di kota ini hanya keluarga Qin yang mampu mengamankan harta berharga."
Ia melihat ada sebuah lambang keluarganya, dimana tempat ini adalah kekuasaannya.
"Bukankah ini Qin Chen? Seorang miskin kenapa datang ketempat mahal seperti ini, apa kau ingin mempermalukan diri sendiri? Atau kau ingin meminta sumbangan dari orang-orang kaya, hahahaha!"
Orang-orang ikut tertawa mendengar perkataannya, ia seakan penguasa di hadapan penguasa sebenarnya.
"Apa sudah cukup, Xu Honge? Perkataanmu memang benar, aku seorang miskin dan tidak cocok dengan tempat ini. Namun, apakah kau pantas ketempat ini? Seharusnya kau menyadari diri sendiri, kau hanya benalu yang mengikuti kaki orang!"
"Kau!" Ia menahan kekesalannya, "Kau banyak omong, Qin Chen. Seharusnya kau sadar diri untuk datang ketempat ini, keamanan seret orang miskin ini keluar!"
Dengan angkuhnya memerintahkan keamanan gedung tersebut untuk menyeret Qin Chen. Sontak membuat keributan besar, karena dihadapan mereka ada orang sombong dan arogan seolah-olah ialah pemilik gedung.
Qin Chen mengedipkan matanya untuk tidak menarik perhatiannya, mereka langsung menyadari kode tersebut.
"Kalian tangkap orang ini!" Perintah ketua keamanan menyuruh anak buahnya menangkap Xu Honge.
"Apa yang kalian lakukan, bukan aku yang harus kalian tangkap! Tapi dia, orang miskin disana yang harus kalian tangkap!" Jelasnya dengan memberontak mencoba melepaskan pegangan keamanan.
Orang-orang membicarakannya karena menjadi orang bodoh, Qin tertawa kecil dan berdiri dihadapannya. "Xu Honge, aku memang miskin seperti yang kau katakan. Tapi aku memiliki etika yang baik dihadapan semua orang, tidak sepertimu yang menyombongkan diri dengan angkuhnya memerintahkan keamanan gedung seperti kau adalah penguasa tempat ini? Jangan bermimpi dihadapanku, kau bahkan tidak layak untuk menginjakkan kakimu disini."
"Diam kau keparat!"
"Patahkan kakinya setelah itu buang dia keluar dari tempat ini, aku tidak ingin mengotori tanganku mengurus cecunguk keluarga sombong." Qin Chen mengibaskan tangannya memerintahkan keamanan tersebut untuk mematahkan kakinya.
"Kalian dengar? Patahkan kaki bocah sialan ini sekarang! Lalu seret dia keluar dan jangan biarkan dia masuk kedalam tempat ini." Jelasnya memerintah bawahannya.
Suara kaki yang patah dan teriakannya menggema di ruangan.
Xu Honge terduduk tidak dapat berdiri dengan kaki yang patah, rasa sakit itu membuatnya tidak dapat untuk berbicara dengan keras, karena setiap suaranya akan menyebabkan rasa sakit yang tidak tertahankan.
__ADS_1
Ketua keamanan memberikan sarung tangan putih kepada Qin Chen, dimana ia mengenakan sarung tangan tersebut. Sementara itu, bawahannya membawa pukulan bisbol dan memberikannya kepada Qin Chen.
"Maaf saja, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menghajar seseorang sekarang. Jadi, nikmati waktumu di neraka!" Katanya dengan matanya berubah merah darah seperti iblis.
Bugh! Bugh! Bugh!
Suaranya terdengar di dalam gedung membuat orang-orang melihat apa yang sebenarnya terjadi. Disekitarnya, darahnya berceceran mengotori lantai yang digunakan untuk keluar dan masuk.
Setelah beberapa menit, Xu Honge sudah babak belur dengan banyak tulang yang patah!
"Buang dia keluar." Perintah Qin Chen yang langsung dilaksanakan oleh bawahannya, dimana mereka menyeretnya keluar dan melemparnya ke tempat sampah.
Sapu tangan sebelumnya ia lepaskan, dan memberikan pukulan tersebut kepadanya dimana orang itu membersihkan darah yang mengotori pakaian tuan muda mereka.
"Kembalilah."
"Baik."
Sebelum mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka, mereka memberikan Qin Chen secangkir wine untuk dinikmati menunggu pelelangan ini dimulai, karena bagaimanapun dihadapan mereka ada tuan muda yang memiliki gedung tersebut.
Semua orang membicarakannya, tentang siapa dia sebenarnya? Kenapa keamanan gedung ini seperti menganggapnya seperti bos besar! Apa mungkin dia adalah bos besar suatu tempat!
Setelah beberapa menit berlalu, Master Ning menghampirinya, ini mengejutkan semua orang.
"Maafkan saya membuat anda menunggu lama, master. Saya menyelesaikan permasalah ruangan, sekarang mari ikuti saya keruangan yang sudah diatur."
"Tidak terlalu, aku mendapatkan permainan yang menghibur waktu kosongku." Balas Qin Chen.
Sementara dibawah kaki mereka ada darah yang membuat Tetua Ning menyadari bahwa ada orang bodoh yang mengganggu keberadaannya.
Ia mengikuti Tetua Ning ke ruangan yang sudah ditentukan, dimana seluruh orang yang bekerja di gedung tersebut mendapat informasi bahwa tuan muda berada disana.
Mereka mengangguk paham, karena tuan muda mereka tidak ingin identitasnya diketahui oleh siapapun.
...
*Bersambung ...
__ADS_1