
4 Hari Kemudian.
Setelah melepaskan semua beban di benaknya berliburan di Kota Shanghai, mereka berdua menuju tempat selanjutnya menggunakan Kapal Besar yang sering digunakan sebagai pelayaran luar negeri.
Mempunyai fasilitas kelas atas dan ruangan VVIP yang hanya orang-orang kaya yang dapat menyewanya. Sedangkan orang-orang biasanya, mereka berada di ruangan dengan fasilitas biasa dan atas untuk mendapatkan kenyamanan masing-masing.
Menyediakan banyak makanan dan tempat rekreasi ditempat tersebut, seperti tempat casino, music, ruang dansa dan pertemuan lain sebagainya.
Chu Yuechan sudah mendapatkan semua yang ia inginkan di Kota Shanghai, termasuk barang-barang yang ingin ia bawa pulang ke rumah sudah di atur oleh Qin Chen sebelumnya.
Sekarang, mereka berada di tengah lautan menuju Jepang untuk menikmati secara langsung berlangsungnya musim semi disana. Kota Tokyo adalah tempat selanjutnya mereka berdua kesana, karena tempat tersebut sangat terkenal.
Ditengah-tengah lautan yang luas, Chu Yuechan tengah melihat pemandangan lautan dari dalam kapal dengan pemandangan luas di lantai teratas. Sementara dibawah sana terdapat orang-orang berkumpul melihat pemandangan dari luar kapal.
Sekitarnya di penuhi dengan barang-barang mewah kelas bangsawan, menemaninya sepanjang waktu dimana ia duduk disamping kaca menikmati lautan.
Ruangan VVIP Kelas Bangsawan berbeda dengan kelas biasa.
Ruangan ini di khususkan untuk orang besar yang menyewanya dan Qin Chen sudah memesan semuanya sebelum mereka berangkat ke Jepang.
Bahkan orang besar yang ingin memesan ini sangat marah-marah hampir mereka melawan orang kaya generasi kedua, Qin Chen.
Kalau sempat terjadi, perusahaan mereka akan runtuh dalam satu perintahnya.
Didalam ruangan itu, Chu Yuechan menikmatinya dan melihat keluar kaca, lautan lepas dengan paus berenang di sampingnya sembari menyemprotkan air keluar.
Orang-orang dibawah sana tengah melihatnya walaupun tahu ini semua bahaya, tapi pemandangan dari sisi kapal sangat berbeda dengan dari atas sana.
Chu Yuechan menunjuk ke bawah memintanya untuk memperbolehkannya. "Aku mau kesana, apa boleh suami?"
Dengan tujuk ke sisi kapal yang ada banyak keramaian orang-orang. "Di sana sangat ramai dan kamu akan berdesakan dengan mereka, itu sangat berbahaya bagaimana kalau kamu sesak napas ataupun di lecehkan oleh orang-orang brengsek."
"Kalau begitu aku akan pergi denganmu, kamu menggendongku sampai ketempat yang aku mau dan kamu harus menemaniku. Aku hanya ingin menikmati setiap menitnya di Kapal besar dalam perjalanan liburan ke Jepang, apa tidak boleh?"
Sembari menyentuh tangannya memohon dengan sudut matanya tergenang air mata, Qin Chen tidak bisa menolaknya. "Baik-baik, aku akan menemanimu untuk sekarang. Tapi selanjutnya kamu harus mencari tempat yang aman untuk bermain sebelum kita sampai ke Tokyo, mengerti."
"Baik, aku akan nurut selanjutnya."
Dengan cepat-cepat ia langsung naik ke gendongannya seperti putri tidur untuk membawanya ketempat yang ia inginkan. Qin Chen menggelengkan kepalanya karena tidak tahu apa lagi yang bisa ia lakukan selain memenuhi keinginannya.
'Empat hari yang lalu dia bersikap sangat dewasa sampai-sampai aku dibuatnya kebingungan. Sekarang, dia berubah kembali menjadi gadis kecil yang manja, apa karena aku mengatakan akan memanjakan dia sebelumnya?'
__ADS_1
[Benar tuan.]
'Sistem? Kau masih ada? Aku kira kamu sudah menghilang lagi dan pergi ke individu lainnya untuk membantu mereka.'
[ ... Sistem sudah terikat kontrak dengan tuan sampai hidup dan mati tidak akan berpisah. Sistem tidak banyak bicara karena tugas tidak ada yang bisa di berikan, selama ribuan tahu lamanya tuan begitu maraknya mengambil tugas-tugas sistem berikan sampai-sampai peningkatan kekuatan terus-menerus berlanjut hingga sekarang.]
'Begitu rupanya, lupakanlah karena aku tidak mungkin meminta bantuanmu, kamu dapat beristirahat kembali karena aku hendak menemani Istriku, kita akan mengobrol dimalamnya.'
[Baik.]
Qin Chen membawa Chu Yuechan ke tempat yang ia inginkan sampai-sampai mencoba membahayakan nyawanya. Saat berada di bawah sana, orang-orang memperhatikan mereka berdua yang turun dari ruangan VVIP.
Dengan santai dan tenang melewati orang-orang tanpa memperhatikan mereka dan mengabaikannya seolah-olah mereka hanya fatamorgana yang tidak nyata. Tanpa sepengetahuan siapapun, keberadaan mereka seperti di sembunyikan namun sebenarnya mereka mundur secara naluri.
Beberapa langkah kedepannya, Chu Yuechan sampai ditempat tersebut dengan ia yang turun melihat ke lautan luas, disampingnya paus tengah berenang.
"Wow! Suami, kamu yarys memasukkan paus sebesar ini nantinya ke aquarium." Katanya sembari menunjuk ke arah paus yang berada disampingnya.
"Baiklah, apapun yang kamu mau nanti aku masukkan kedalam aquarium yang kamu mau, aku sudah menghubungi Manager Zhu untuk membangun aquarium besar di samping rumah dan taman bermain maupun kebun binatang nantinya."
"Seharusnya dalam waktu satu bulan sudah diselesaikan semuanya, walaupun masih banyak kekurangan seperti binatang. Kamu tenang saja, aku akan mengambilnya dari suatu tempat, kamu tunggu sampai semuanya selesai."
"Hmmm."
Qin Chen berada di belakangnya menyentuh pinggangnya agar tidak terjatuh kebawah.
Mereka berdua menjadi pusat perhatian banyak orang-orang kelas atas maupun bawah, dimana mereka berdua sudah seperti arti besar mempermainkan peran di siaran televisi dimana-mana.
"Siapa mereka berdua? Dengan kelas ruangan VVIP kenapa mereka berdua turun kebawah tempat ini? Aku yakin mereka pasti hanya memamerkan kekayaannya dan sikap arogannya."
"Diam dasar bodoh!"
"Apa kau tidak mengenali mereka berdua? Mereka adalah berita hot di kota maupun seluruh daratan ini. Berita tentang orang kaya generasi kedua bersama istrinya tengah berlibur di Kota Shanghai selama beberapa hari sebelumnya."
"Kau benar, aku dengar tentang mereka berdua. Sekarang mereka hendak ke Jepang untuk melanjutkan perjalanan. Apa mungkin mereka berencana berkeliling dunia untuk berlibur menikmati berbagai macam tempat?" Sahutnya dengan penasaran.
"Entahlah, mungkin saja mereka berencana pergi bulan madu di Jepang atau tempat lainnya. Selanjutnya aku tidak tahu, karena ini hanya tebakan semata-mataku."
"Berita lain aku dengar orang-orang yang mencoba mencelakai mereka tertangkap dan mendapatkan hukuman yang sangat keras. Seharusnya itu sudah cukup membuat orang-orang yang hendak mencelakai mereka ketakutan."
"Berita itu, aku mendengarnya. Sekarang bagaimana? Kita bisa kesaja karena diantara kerumunan orang-orang di tempat ini pasti ada orang-orangnya yang bertugas melindunginya secara diam-diam tanpa perintahnya."
__ADS_1
"Kau ada benarnya, aku melihat orang yang berada di sana sangat mencurigakan dengan menggunakan pakaian jas hitam lebih mencurigakan dibandingkan orang jomblo di sana."
Orang itu menunjuk ke tempat dimana dua orang menggunakan setelan jas hitam tengah berada di sekitarnya seolah-olah melindungi seseorang disana. Sementara orang jomblo di sana yang ia katakan sebelumnya tengah terduduk tanpa dosa, wajahnya kurang enak di pandang, lusuh, dan kusam penuh debu.
"Perkataanmu sebelumnya menyakitkan hatiku, mentang-mentang kau sudah punya pacar lalu kau menyombongkannya di depan mataku, dasar tidak mempunyai hati pertemanan sama sekali."
"Aku hanya mengatakan apa adanya, kalau tidak percaya denganku, kau bisa cari tahu sendiri tentang orang disana. Aku akan memberikanmu 1.000 Yuan sebagai kompensasi kalau kau berhasil menemukan tentangnya."
"Oke! Aku akan mencari tahu tentangnya langsung bertanya padanya dan bertanya apa dia jomblo atau tidaknya. Kau bersiap-siaplah untuk kehilangan uangmu, atau tidak aku akan menghajarmu sampai bonyok." Balasnya sembari menerima tantangannya.
Chu Yuechan tertawa mendengarnya karena mereka sedari tadi membicarakannya sampai dimana mereka saling melontarkan perkataan menyakitkan satu sama lainnya.
Qin Chen dan Chu Yuechan mendengar semua pembicaraan mereka sampai tidak menyadari kalau sudah ketahuan.
Mereka langsung buru-buru kabur dari tempat tersebut karena ketakutan berhadapan langsung dengan Qin Chen.
"Berapa lama kita akan sampai ke Kota Tokyo? Apa perlu menunggu satu minggu di kapal ini, atau satu bulan baru sampai."
"Seharusnya masih sangat lama, setidaknya membutuhkan dua hari perjalanan untuk sampai di Kota Tokyo, kamu dapat menikmati liburan di Kapal ini semuanya, aku akan membayarnya untukmu."
"Baiklah, sekarang aku mau kesana untuk menikmati makanan kapal, lalu selanjutnya kesana untuk melihat permainan alat musik yang mereka bawakan menambah suasana ruangan ini."
"Apa kamu mau bermain casino? Seharusnya ada permainan seperti itu di tempat seperti ini, kamu dapat bersenang-senang untuk menghabiskan uang suamimu ataupun meraup keuntungan dari mereka."
"Apa boleh?"
"Tentu."
"Karena kamu sudah mengatakannya, aku akan meraup keuntungan besar dari memenangkan casino di tempat seperti ini." Katanya sembari bersenang-senang membawa Qin Chen ke tempat makanan.
Chu Yuechan membawanya berlarian di lantai pertama menikmati kapal ini, ia menuju tempat-tempat yang ia ketahui dan inginkan masuk kedalam karena malamnya akan ia habiskan untuk bermain casino di dalam ruangan.
Meraup keuntungan besar dari orang-orang lalu membawa uang tersebut untuk memperkaya perusahaan, walaupun uangnya hasil casino namun hal tersebut sudah biasa bagi orang-orang kaya menghasilkan uang.
Untuk menjadi CEO Cantik, ia harus memainkan casino dan di kenal orang agar di masa depan ia akan ditakuti dengan sikapnya yang dingin dan arogan.
Qin Chen membiarkannya bermain dengan di temani dirinya kemana-mana sebelum ke lantai atas untuk menikmati kue dan menonton panggung alat musik yang di sediakan kapal tersebut.
Hingga dimana Chu Yuechan menyudahinya karena kelelahan dan membutuhkan kue manis mengembalikan energi yang menghilang dalam dirinya.
Qin Chen mengendongnya seperti putri tidur, lalu membawanya masuk ke lift untuk naik ke lantai atas.
__ADS_1
...
*Bersambung ...