
"Ada apa? Kenapa kamu menangis? Apa masakanku tidak enak."
Qin Chen menggelengkan kepalanya, ia merasakan sentuhan tangannya begitu kecil dan lembut menghapus air matanya, ia lalu menyentuh tangannya yang kecil dan halus seperti sutra surga.
"Aku hanya merasa seperti kembali ketempat yang aku inginkan selama ini."
"Begitu? Kalau ada sesuatu yang menganggumu kamu bisa menceritakannya padaku, bukankah kita sekarang keluarga?" Balasnya.
"Aku akan cerita saat waktunya tiba, terimakasih."
Chu Yuechan tertegun lalu tersenyum kearahnya. "Aku akan menunggunya."
Selepas itu, ia kembali menyelesaikan makan malam lalu kembali ke ruang tamu untuk menonton acara televisi. Chu Yuechan datang dan duduk di samping menyederkan tubuhnya sembari meminum teh susu di gelas.
"Ngomong-ngomong suami, apa aku boleh minta tolong sesuatu?"
"Katakanlah."
"Aku mendapatkan ancaman dari perusahaan lain karena toko yang aku buka menghasilkan banyak uang dan pelanggan, mereka tidak terima itu dan memberikan ancaman kepada perusahaan dari dunia bawah."
Qin Chen langsung menoleh. "Orang brengsek mana yang berani mengancam istriku! Aku akan memberikan mereka pelajaran yang tidak terlupakan."
Ia langsung mengeluarkan handphone dan menghubungi Manager Zhu.
"Cari orang yang berani mengancam istriku, lalu hancurkan perusahaan mereka!" Ucapnya dengan kesal.
“Baik tuan muda.”
Chu Yuechan memeluknya langsung karena suaminya dapat di andalkan.
"Besok, mereka sudah tidak akan berani membuat macam-macam padamu, kalau ada yang berani mengancam ataupun lainnya katakan langsung padaku, aku akan memberikan mereka pelajaran yang keras."
"Hmm ... Kamu dapat diandalkan suami, besok pagi aku akan menyiapkan pakaian untuk pergi ke pesta alumni."
"Baiklah, ingat apa yang aku katakan sebelumnya. Kalau mereka menyombongkan diri mereka, kamu balas dengan menyombongkan dirimu. Kalau mereka menyombongkan kekayaan, kamu dapat gunakan Paviliun itu untuk melakukan apa yang kamu mau."
"Tapi, bukankah seperti itu namanya buruk?"
"Ada saatnya kamu menundukkan kepala, dan ada saatnya kamu memandang rendah orang-orang. Dengan begitu, kamu akan disegani orang-orang agar tidak memandang rendah dirimu."
"Apa aku bisa melakukannya?"
"Kamu bisa melakukannya, kamu seorang CEO Cantik Perusahan terbesar di kota, siapa yang tidak mengenal desain-desain pakaian yang kamu jual sepanjang hari."
Chu Yuechan menyentuh dagunya. "Kamu benar, aku sekarang CEO Cantik milik tuan muda kaya."
"Baguslah kamu menyadari dirimu sendiri."
Ia lalu duduk di pangkuannya melihat Qin Chen dengan malu-malu memberikan ciuman romantis yang menggairahkan.
Selepas itu, ia mengangkat ke ruangan dan beristirahat hingga paginya.
***
__ADS_1
Paginya mereka berdua menggunakan pakaian yang Chu Yuechan buat sendiri dimana ia menggunakan selendang dari Qin Chen karena mempunyai kemampuan mempertahankan dirinya dari segala jenis senjata maupun bahaya.
"Apa kamu sudah siap?" Tanya Qin Chen.
Saat ia hendak menoleh kesamping hembusan angin menerbangkan bunga-bunga membuat penampilan Chu Yuechan berada di puncak segala kecantikan.
Matanya membeku tidak dapat memberikan ekspresi wajah!
"Ca- Cantik sekali."
Chu Yuechan mendengarnya, ia malu-malu mendekati Qin Chen mengulurkan tangannya untuk masuk kedalam mobil.
"Ayo kita pergi."
"Tentu."
Qin Chen membukakan pintunya dan membiarkan Chu Yuechan masuk terlebih dahulu lalu ia memutar untuk masuk dari pintu lain di sisi yang berlawanan.
"Pesta alumni, sepertinya akan ada banyak kejutan." Gumamnya.
Qin Chen curi-curi pandang didalam mobil melihat istrinya benar-benar cantik, bunga disampingnya langsung layu merasakan kehadirannya.
"Apa yang kamu lihat? Apa aku cantik hari ini?"
Ia mengangguk.
"Begitu rupanya, kalau aku cantik apa hadiahnya? Aku tidak akan memberikan kecantikan secara gratis sedikitpun sekalipun kepada suamiku sendiri."
"Kalau begitu–"
Cup!
Duarr!
Gunung berapi pecah mengeluarkan darah dari hidungnya, ia tidak sanggup menahan godaan surgawi disampingnya. Qin Chen cepat-cepat mengambil tisu membersihkan darah di hidungnya karena Chu Yuechan memberikan kecupan pagi di pipinya.
"Istriku sangat cantik dan menggoda!" Gumamnya terdengar Chu Yuechan.
Chu Yuechan tertawa, ia menutup tawanya dengan tangan lalu ia mengambil minuman yang disediakan di sampingnya.
"Bagaimana dengan pakaian yang aku buatkan untukmu apa seleraku bagus?"
"Hmm ... Seleramu bagus, kain yang digunakan bukanlah sembarang, karena rasanya berbeda dengan kain biasanya."
"Kamu benar, aku menggunakan kain khusus dari luar negeri. Dasarnya lembut tidak membuat gatal-gatal, aku juga menambahkan parfum favoritku karena aku tidak tahu parfum favoritmu."
Qin Chen memang mencium aroma bunga mawar di pakaiannya, ia tidak tahu kalau itu adalah parfum Chu Yuechan.
"Aku menyukainya."
Sepanjang waktu mereka mengobrol hingga tiba di depan Paviliun Lotus Surga.
***
__ADS_1
Paviliun Lotus Surga.
Sesaat mereka berada di sana, orang-orang yang berada di dalam Paviliun begegas untuk kedepan menyambut kedatangan tuan muda yang mempunyai kekuasaan tinggi, dan bahkan Paviliun Lotus Surga hanyalah cabangnya didunia.
Para pelayan berbaris membuat orang-orang disana tercengang dan bahkan mereka menggelar karpet mereka untuk orang dengan kekuasaan tinggi.
Chu Yuechan menutup mulutnya melihat penyambutan begitu megah seperti berada di pestanya sendiri, walaupun ia tahu Paviliun ini milik suaminya.
Qin Chen keluar membuka pintu keluar Chu Yuechan.
Dengan tangannya ia tersenyum keluar di bantu Qin Chen, melangkah kedepan dengan gandengan tangan.
"Tuan muda, selamat datang."
"Ya, aku mempunyai acara alumni di sini."
"Saya akan memberikan yang terbaik, silahkan masuk tuan muda kami semua menyambut kedatangan tuan muda dan nyonya besar." Balasnya sedikit membungkuk tubuh memintanya masuk kedalam.
Qin Chen masuk kedalam. "Kemana kita akan pergi sekarang?"
"Acaranya berada di lantai dua, mereka sudah menyewa di lantai dua. Benar, Meimei sudah berada di sana karena rumahnya dekat dengan tempat ini."
Mereka menuju lantai kedua menggunakan lift pribadi karena ada dua lift di sana satunya untuk pengunjung dan satunya khusus untuk pekerja disana.
Orang-orang di Paviliun begegas untuk menyiapkan segalanya karena tuan muda mereka mengunjungi tempat ini dan jangan membuatnya kecewa karena bisa sangat berbahaya.
Sampai mereka berdua tiba di lantai dua dimana orang-orang sudah banyak berkumpul dari berbagai jurusan sewaktu di universitas yang sama.
Meimei langsung mendekati Chu Yuechan karena ia tidak mempunyai teman untuk mengobrol bersama.
Teman Qin Chen dari Distrik Jingyang datang dan sekarang mendekatinya.
"Bagaimana aku memanggilmu? Tuan muda atau Qin Chen?" Tanyanya sembari bercanda kearah Qin Chen.
"Kenapa begitu formal, kau bisa memanggilku Qin Chen seperti biasanya."
"Baiklah, Qin Chen. Apa disampingmu adalah Chu Yuechan?"
"Benar."
Yuo Yulong hampir tidak mengenalinya karena penampilannya sekarang berbeda dengan sewaktu di universitas. Sekarang Chu Yuechan mendapatkan pesonanya sebagai Dewi Persik di Universitas.
"Yuechan? Lama tidak bertemu, aku Yuo Yulong temannya Qin Chen." Katanya sembari sedikit menundukkan kepala.
"Aku sudah mendengarnya darinya. Bagaimana keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja sekarang berkat Qin Chen membantuku mendapatkan pekerjaan. Karena hari ini ada acara alumni aku mengambil waktu libur untuk bertemu dengan Qin Chen dan istrinya."
"Begitu, baguslah."
...
*Bersambung ...
__ADS_1