
Paginya.
Chu Yuechan duduk di pangkuan Qin Chen menunggunya bangun karena tidak bangun-bangun dari tadi, ia melihat Qin Chen tengah bermeditasi dan karena itu ia menganggunya.
Duduk di pangkuan dengan manja menunggunya bangun.
Qin Chen terbangun, dan ia mendapatkan tangkapan besar di hadapannya tengah menunggunya dengan mata berbinar-binar meminta sesuatu.
"Apa yang kamu lakukan semalaman? Aku tidak melihatmu di tempat tidur dan kamu duduk di sini sepanjang malam. Tunggu, apa kamu tidak menginginkan istrimu lagi setelah mendapatkan wanita lain, kejamnya."
Qin Chen mengetuk keningnya. "Apa yang kamu bicarakan? Aku sedang membantu orang itu dengan kloningku, sayangnya hukum dunia disana memberontak membuat kloningku tidak bertahan lama untuk membantunya."
"Begitu rupanya, aku kira kamu menemukan wanita lain lalu melupakan istrimu yang cantik dan manis ini sendirian. Kesampingkan itu, bagaimana keadaannya disana, apa dia baik-baik saja? Atau dia tengah terluka karena pertarungan yang kamu katakan."
Chu Yuechan begitu penasaran, karena ia tidak bisa mencernanya semalaman tentang Qin Chen. Karena baginya, ia begitu misterius dan penuh dengan misteri yang bercabang-cabang tak berujung meskipun sudah mengungkapkannya sekali.
Identitas Qin Chen, dan bahkan masa lalunya. Entah itu sebuah pertanda, ataupun petunjuk kalau Qin Chen sebenarnya sosok yang berbeda dari manusia.
Dengan matanya penuh penasaran, ia memandangi Qin Chen.
Qin Chen tidak bisa menolaknya, ia menarik lebih dekat dan duduk dengan tenang menceritakannya.
"Kemungkinan besar tidak, karena aku merasakan keberadaannya mulai menghilang dari dunia bersama dengan musuhnya." Balasnya.
"Tunggu, apa dia sudah ma—"
Diakhir katanya, ia menutup mulut karena bagaimanapun disana maupun disini adalah sama. Jika Qin Chen disana mati, maka Qin Chen disini merasakannya. Hubungan mereka begitu misterius, karena ada berapa banyak mereka yang sudah bereinkarnasi ataupun mati dalam pertarungan.
"Kamu benar, dia sudah kembali ke tubuh utama ataupun bereinkarnasi ke dunia lain. Aku tidak tahu selanjutnya karena kami di batasi oleh sesuatu yang menghalangi untuk tidak ikut campur dalam urusan orang lain. Namun ingatannya seperti parasit yang mengalir kedalam ingatan kami."
__ADS_1
"Jadi aritnya? Apa kamu reinkarnasi dia atau kamu hanya mempunyai salinan ingatan Qin Chen disana?" Tanya Chu Yuechan semakin kebingungan.
Qin Chen menghela napasnya. "Aku tidak tahu untuk menjelaskannya karena ini juga merupakan misteri bagiku. Kami pada dasarnya identik sama, seberapa banyak Qin Chen di dunia semuanya akan sama. Penampilan, perilaku, darah kami semuanya sama. Bahkan untuk membedakan kami hanya kekuatan masing-masing Qin Chen, karena setiap dunia berbeda-beda sistem kekuatan. Namun kami di berikan izin untuk menggunakan kekuatan tubuh utama untuk digunakan dalam keadaan mendesak."
"Semisal kamu pergi ke tubuh utama, lalu kamu yang lain muncul di hadapanku. Apa artinya aku memberikan diriku pada kamu yang lainnya? Bukankah itu menyakitkan? Kamu yang aku ketahui sudah tidak ada, dan secara tiba-tiba kamu datang kembali, apa mereka bisa menerimanya?"
Qin Chen menyentuh wajahnya. "Aku tidak tahu tentang perasaan itu, semuanya tergantung pada perasaan masing-masing dapat menerimanya ataupun merasakan perasaan intens kalau didepanmu adalah aku, orang yang sama seperti sekarang."
"Jadi begitu ... Kalau secara tiba-tiba kamu dari dunia lain datang ke tempat ini, bagaimana caraku menanggapinya?"
"Itu tidak mungkin terjadi, satu dimensi satu Qin Chen tidak mungkin ada dua Qin Chen. Jika ada, maka satu dari mereka akan mati dengan mengukur kekuatan masing-masing ataupun ada kejadian dimana kesempurnaan Qin Chen datang ke dimensi lain membuat Qin Chen di dimensi itu mati, itu karena kesempurnaan Qin Chen adalah pecahan utama kami."
Chu Yuechan semakin takut mendengar kata kesempurnaan Qin Chen. Bagaimana kalau secara tiba-tiba kesempurnaan datang dan membuat suaminya mati, ia tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa meringkuk menangis.
Qin Chen merasakan kesedihan dimatanya, ia lalu mengusap-usap kepalanya. "Jangan khawatir, kalau ada waktu aku akan mencoba mengirimkan pesan pada kesempurnaan Qin Chen untuk tidak datang ke dimensi ini karena tempat ini adalah kekuasaanku. Dengan begitu, dia tidak akan mau mengacaukan."
"Hmmm ... Jangan pergi dari sekarang, aku takut secara tiba-tiba kamu menghilang meninggalkanku seperti dulu lagi, hidup dibawah bayang-bayang yang dingin dan hampa, aku merasa takut."
"Hmmm ... Jangan pergi, aku tidak tahu bagaimana nantinya kalau kamu benar-benar pergi seperti yang kamu katakan. Meksipun bertemu denganmu yang lain, kamu yang sekarang satu-satunya suamiku, dan aku tidak mungkin membiarkan orang lain mendapatkanku selain kamu."
"Tentu saja, bagaimana bisa aku memberikan Istriku yang manis dan cantik ini." Qin Chen mencubit pipinya dan membiarkan Chu Yuechan tertawa cemberut.
"Jangan cemberut terus, apa kamu mau jalan-jalan?"
"Hmmm."
Selepas itu, ia bersiap-siap untuk pergi berjalan-jalan di tengah kota.
Kota Tokyo pada pagi ini sangat ramai dan banyak orang-orang di kota, Qin Chen dan Chu Yuechan berada di toko mainan tengah duduk di taman selepas bermain game di Pusat Perbelanjaan.
__ADS_1
Mereka duduk sembari menikmati teh susu minuman kesukaan Chu Yuechan.
"Mau makan ramen? Seharusnya ada di tempat ini, kalau kamu mau kita kesana untuk mengisi perut yang kosong."
"Tapi sebelum itu apa boleh aku minta sesuatu padamu? Tidak banyak dan mahal, hanya barang kecil."
"Katakanlah."
"Itu."
Chu Yuechan menunjuk ke arah es krim di sana dengan rasa coklat. Qin Chen menggelengkan kepalanya, ia berdiri dan mendekati orang yang menjual es krim tersebut karena Chu Yuechan memintanya.
Setelah mendapatkan dua es krim, ia memberikan kepadanya.
"Bagaimana? Sudah merasakan es krim waktunya untuk makan, ini siang dan kamu akan sakit kalau tidak makan."
"Baik, aku akan makan. Setelah itu, aku minta ku temani aku melihat gunung yang aku katakan sebelumnya. Kita sudah sampai di sini, kalau tidak melihat gunung es itu aku sangat marah padamu sampai pulang."
"Gunung? Lakukanlah, tapi makan dulu sebelum kesana. Aku akan membelikan cemilan sepanjang jalan bisa kamu makan, setelah itu kembali ke apartemen."
"Baik."
Chu Yuechan menghabiskan es krim lalu mengikuti Qin Chen untuk makan ramen di tempat tersebut. Kedai ramen tidak terlalu jauh karena berjalan kaki bisa sampai disana, karena itu ia membawanya.
Tempat tersebut sangat terpencil di antara bangunan-bangunan besar lainnya, dengan arsitektur kuno, tempat tersebut jelas hampir sama dengan kedai tempat biasanya Qin Chen makan di Provinsi Sichuan.
Masuk ke dalam dan di sambut hangat oleh penjual disana, mereka sepasang suami istri yang mendirikan kedai ramen di gang kecil pinggir kota.
...
__ADS_1
*Bersambung ...