
Setelah berbicara tentang martial art bersama Tetua Ning, Qin Chen dan Chu Yuechan kembali di antara oleh pengawal Tetua Ning. Mereka tidak kembali kerumah langsung, melainkan ketempat yang Qin Chen inginkan, tidak lain adalah tempat pedagang kaki lima.
"Apa disini tempatnya, Master Chen?"
"Benar, terimakasih karena mengantar kami ketempat ini."
"Sama-sama Master Chen. Kalau begitu, saya akan kembali ketempat Tetua Ning."
Setelah pengawal itu pergi, Chu Yuechan bingung karena mereka berada di pedagang kaki lima. Qin Chen membawanya ke salah satu tempat restoran kecil di sana, karena tempat tersebut sangatlah enak untuk merasakan Mapo Doufu.
"Selamat datang." Setiap kali orang yang masuk kedalam akan disambut dengan hangat oleh pemilik kedai tersebut, Qin Chen adalah pelanggan setia mereka, karena setiap hari setiap pulang sekolah ia akan makan disana karena harganya yang murah dan rasa masakan yang enak khas provinsi Sichuan.
"Ternyata nak Chen, sudah lama sekali nak Chen tidak kemari. Bibi sampai khawatir kalau nak Chen sudah pindah ke kedai lain." Katanya dengan ramah kepada Qin Chen, Chu Yuechan kebingungan dengan hal ini.
"Hahahaha, bagaimana bisa aku pergi ke kedai lain, bibi. Aku tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan ditempat lain selain ditempat ini."
Wanita dihadapannya adalah Bibi Ling, seorang pengusaha makanan di pinggir jalan. Ia membuka kedai kecil-kecilan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, dengan harga yang terbilang murah karena untuk membantu orang-orang yang tidak mampu seperti Qin Chen.
Saat ia melihat Qin Chen membawa wanita, Bibi Ling tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangan. "Sudah lama tidak kesini, saat kesini nak Chen membawa wanita cantik, cepat perkenalkan pada bibi siapa wanita ini."
"Dia istriku, saat lulus universitas kami langsung menikah dan tidak sempat mengundang bibi."
"Apa!" Ia sangat terkejut sampai-sampai tidak dapat bergerak, ia langsung keluar dari sana dan menuntun mereka berdua ke tempat duduk yang sudah disiapkan.
Chu Yuechan masih kebingungan, ia melihat kanan dan kiri dengan bingung. "Suami, apa yang sebenarnya terjadi."
"Tidak apa-apa, dia adalah Bibi Ling, pemilik kedai ini, aku sering makan disini karena uangku tidak cukup untuk makan di restoran mewah. Ini sudah tiga tahun aku tidak kesini, jadi aku memutuskan untuk makan malam disini denganmu. Perkenalkan dirimu, bibi Ling adalah orang yang ramah."
__ADS_1
"Tidak apa-apa nak Chen, istrimu mungkin malu. Apa kamu ingin memesan seperti biasanya?"
"Ya, dua porsi."
"Tunggu sebentar, bibi akan memberikan hadiah selamat untuk kalian berdua."
Bibi Ling kembali kebelakang menyiapkan makanan mereka, Chu Yuechan masih kebingungan sampah sekarang. Setelah beberapa menit berlalu, mereka berdua melihat Mapo Doufu dua porsi, dan di mangkuk lainnya ada daging sebagai tambahan.
Meski hanya makanan sederhana, namun rasanya tidak kalah dengan restoran. Chu Yuechan merasakan hal tersebut sampai ia menyantapnya dengan menikmatinya, Qin Chen tertawa kecil melihat istrinya.
Dari sisi lain, bibi Ling tengah memotong bahan-bahan dapur sambil melihat mereka berdua benar-benar sepasang kekasih yang sangat serasi.
"Bagaimana bisa makanan sederhana seperti ini memiliki cita rasa yang sangat lezat. Ini tidak kalah dengan makanan restoran di kota ini, setidaknya ini mungkin berharga sangat mahal."
"Tidak-tidak, kamu salah istri, meski makanan ini sangat lezat, namun harganya dibawah kantong pelajar. Lihatlah disana, harganya terlihat begitu jelas, karena kedai ini termasuk tempat orang-orang kelas bawah sepertiku menikmati makanan kelas atas."
"Benar, murah bukan? Karena itu aku mengajakmu kesini untuk makan malam, karena uangku sekarang tidak cukup membuatmu makan di restoran mahal dan mewah."
"Huh? Tadi kami sangat angkuhnya mencoba membeli perusahaan milik Master Ning. Sekarang berlagak didepanku tidak memiliki uang, humph! Aku curiga kalau kamu memang memiliki banyak uang secara diam-diam dan tidak memberitahunya padaku."
"Puft!" Qin Chen tertawa kecil, ia memang memiliki banyak uang di rekeningnya, karena ia adalah keturunan dari keluarga Qin yang kuno, dan seluruh aset keluarga Qin berada di tangannya.
"Itu berbeda, aku akan mengeluarkan banyak uang untukmu bisa hidup dengan baik. Namun untuk makanan, aku harus berhemat, karena tidak seperti itu aku bisa bangkrut."
"Humph! Anak orang kaya benar-benar berbeda!"
Qin Chen tertawa canggung, ia tidak bisa membujuk istrinya yang tengah cemberut. Tidak ada kebahagiaan selain hal ini, karena ia telah mengalami seribu kesengsaraan di dunia lain untuk kembali ke bumi menebus kesalahannya.
__ADS_1
***
Tengah malam, setelah mereka selesai makan dan kembali ke rumah, Chu Yuechan berada disampingnya mengandeng tangan Qin Chen melangkah menikmati suasana malam di perjalanan.
"Suami, apa yang akan kamu lakukan dengan perusahaan yang kamu dapatkan dari Master Ning? Dengan perusahaan seperti ini, butuh modal besar untuk membangunnya dari awal dan mendapatkan banyak kepercayaan klien."
"Perusahaan itu bukan untukku, melainkan untukmu agar kamu tidak lagi bekerja di tempat orang lain. Aku akan membuat perusahaan itu sebagai tempat perusahaan desainer untukmu. Seperti cita-cita yang ingin kamu capai sebelum menikah denganku."
"Kamu berhak mendapatkan kehidupan seperti ini, berada di langit memandang rendah orang-orang, tidak bermaksud untuk sombong namun mengangkat kepala setelah mendapatkan ketidakadilan selama tiga tahun ini."
"Kamu berjuang keras ditempat itu dengan upah rata-rata, aku ingin kamu merasakan kehidupan di langit menjadi pemimpin perusahaan dan menjadi desainer terbaik di dunia, seperti mimpimu. Aku akan mewujudkannya sebagai penebusan dosa selama ini."
Chu Yuechan terhenti, ia menyentuh tangan Qin Chen, tidak dapat menahan rasa sedihnya dan terimakasihnya. Tanpa ia sadari, ia memeluk Qin Chen dengan erat dan semua mimpinya untuk menjadi seorang desainer benar-benar akan diwujudkan oleh suaminya sendiri.
Qin Chen membalasnya dengan membelai rambutnya. "Aku telah mengatakannya padamu sebelumnya, aku akan memberikan kebahagiaan abadi untukmu, dan memberikan mahkota ratu untukmu, karena ini adalah jalan untuk menebus semua kesalahanku di masa lalu. Sedikit demi sedikit aku akan memenuhi kebutuhanmu, karena itu istri, tetaplah bersamaku hingga maut memisahkan kita."
"Mhmm ... Terimakasih banyak suami, ini adalah hal yang tidak mungkin bagiku untuk mewujudkannya sendiri."
Ia mengangguk dan mengangkatnya untuk kembali kerumah karena hari telah malam dan tidak baik untuk seorang wanita malam-malam dengan cuacanya yang cukup dingin di malam ini.
Hari ini, mereka telah menghabiskan waktu bersama-sama menikmati musim semi dan menikmati makanan yang Qin Chen sukai sewaktu bersekolah.
Entah itu sebuah mimpi ataupun ilusi, Chu Yuechan bahagia karena bisa mewujudkan impiannya melalui suaminya. Ini adalah hadiah yang tidak pernah bisa ia miliki meski bekerja selama sepuluh tahun ditempat tersebut.
...
*Bersambung ...
__ADS_1